Kadar cinta


"Kamu boleh memberiku nilai berapapun yang kamu mau, tetapi bagiku nilaimu hanya satu dan itu angka 10"

Suatu sore ketika asyik membereskan kamarnya, Michelle menemukan sebuah majalah lama kesukaannya tergeletak dibawah kolong mejanya. Karena merasa kangen dengan majalah tersebut Michelle pun membaca kembali sekenanya saja. Pada salah satu halaman majalah lama itu ada yang menarik mata Michelle. Sebuah kolom kuis yang berjudul MENILAI KADAR CINTA PASANGAN ANDA.

Ketika malam tiba dan mendengar suara pintu depan dibuka, Michelle dengan cepatnya menarik tangan suaminya dan meminta mengikutinya sampai keruang tamu. Mike begitulah nama suaminya bingung melihat tingkah istrinya yang bersemangat sekali.

“Sayang, coba kamu isi kuis ini. Tadi aku menemukannya dikolong meja kamar kita. Aku sudah mengisinya”, kata Michelle sambil menyodorkan majalah itu pada Mike. Dengan raut wajah masih bingung Mike mencoba mengikuti keinginan istrinya. Dilihatnya majalah itu dan Mike langsung tersenyum.

“Jadi, berapakah nilaku menurut majalah ini?”, tanya Mike masih tersenyum. “Hmm, dari penilaianku kadar cintaku adalah 7. Nilai yang cukup tinggi bukan?”, tanya Michelle dengan suara agak rendah. Mike tertawa kecil mendengar jawaban istrinya yang kelihatan ragu-ragu.

“Kok tertawa sih, sekarang gantian kamu yang isi ya, aku pengen tahu seberapa sih kadar cintamu”, minta Michelle pada suaminya. Mike mencium mesra kening istrinya. Lalu dibuangnya majalah itu. Melihat hal itu Michelle hendak protes, tetapi sebelum Michelle sempat menyampaikan protesnya, Mike menutupi bibir tipis istrinya dengan jari telunjuk memintanya diam.

“Sayang, kadar cintaku padamu tidak perlu diukur dan dinilai berdasarkan majalah atau siapapun. Kadar cintaku padamu adalah 10 sempurna penuh. Ketahuilah, sejak aku menikahimu hingga 5 tahun ini, kadarku tidak pernah menurun sedikitpun padamu, malah semakin bertambah cuma sayangnya tidak ada yang lebih tinggi dari nilai 10″.

“Kamu boleh memberiku nilai berapapun yang kamu mau, tetapi bagiku nilaimu hanya satu dan itu angka 10″, jawab Mike sambil mencium lagi kening istrinya dengan mesra sekali.

Mendengar jawaban suaminya, Michelle langsung mengoyak lembar isian yang tadi dipegangnya. Dipeluknya dengan mesra suami tercintanya itu. Dengan mata berkaca-kaca menahan air mata Michelle mencium suaminya berkali-kali. “Maafkan aku sayang, aku terlalu bodoh ingin mengetahui seberapa kamu mencintaiku dan ternyata justru cintakulah yang mulai luntur padamu. Aku sangat bersyukur dan sangat bahagia bisa mendapatkamu”.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s