Aku hanyalah setangkai bunga…


Iam just a flower

“Selamat pagi, apa kabar”, terdengar suara pemuda yang ku selalu kupuja. “Ada yang bisa saya bantu?”, tanyanya ramah kepada para pelanggan yang berkunjung ketoko bunganya. Namanya Mike. Seorang pria ramah pemilik toko bunga. Mike tipikal pria yang biasa, malah cendrung sederhana. Dia bukan dari kalangan orang kaya, tapi hatinya benar-benar kaya.

Mata birunya selalu mengingatkanku warna langit. Senyumannya sangat mempesona, dan tak sekalipun itu lepas dari wajahnya. Mike orang yang humoris. Setiap pelanggan yang mengunjungi toko bunganya selalu berakhir pulang dengan tawa. Dia adalah Mike ku. Seorang pria rupawan yang selalu menghiasi hatiku. Dia adalah matahariku.

Sejujurnya, aku tidak tahu kapan aku jatuh cinta padanya. Yang kuingat adalah segerombolan wanita yang datang ke toko bunga. Lalu aku melihat seorang wanita. Sangat cantik dan menarik. Kulihat bagaimana dia melihat Mike. Kulihat bagaimana dia tersenyum kepada Mike. Dan kutahu dia juga jatuh cinta kepada Mike. Anehnya, aku tidak cemburu kepadanya. Aku malah sepertinya senang dengannya. Mungkin kami sama-sama jatuh cinta pada pria yang sama, dan perasaan itu kami pendam didada.

Setiap pagi merupakan hari yang paling membahagiakan hatiku. Karena setiap pagi Mike akan lewat dan menyapaku. Dia selalu bercerita padaku tentang semua harinya. Dia selalu menyirami aku dengan cintanya. Dan aku tidak pernah sekalipun bosan mendengarnya. Ya, mungkin karena aku lagi jatuh cinta, hal yang biasa pun jadi luar biasa. Dan walaupun seandainya ceritanya tidak mengena, melihat senyumnya saja aku sudah lupa semua.

Sebagai seorang wanita. Aku sangat mencintainya. Tapi sampai hari ini aku tak bisa mengutarakannya. Bukan aku tak mau, tapi aku tak bisa. Kalian yang wanita pasti sangat mengerti kondisiku. Kita wanita, kadang lebih memilih mencintai pria secara diam-diam daripada saat diutarakan sang pujaan hati kita menjauh dan tenggelam.

Semakin hari, aku semakin mencintainya. Bahkan saat malampun ku sering memandang fotonya. Selayaknya wanita, aku juga kadang merasa duka. Bukan karena disakiti, tapi takut dia diambil pergi. Setiap malam aku berdoa, semoga DIA memberiku cahaya sehingga aku berani mengutarakannya dan mempersatukan kami berdua.

100 hari. Itulah kataku dalam hati. Dalam 100 hari aku akan menaklukannya hatinya. “Mengapa harus 100 hari?”, Tanya teman baikku. Ya, mengapa harus 100 hari? Aku pun tidak tahu. Yang aku tahu aku harus melakukannya dalam 100 hari. Tapi itu bukan tanpa alasan juga sih, selama ini toko Mike selalu dikunjungi kaum hawa. Bahkan ada yang sengaja datang membeli bunga hanya demi bertemu dia. Dan aku tahu bahwa mereka juga jatuh cinta. Mengapa aku tahu? Para pria pasti bingung menerka, tapi wanita pasti tersenyum penuh makna. Sekedar buka rahasia buat pria, saat wanita jatuh cinta, coba pandangi matanya.

Hari pertama…

Mike berjalan berlalu dihadapanku. Aku mencoba memberanikan diri untuk menyapa. Tapi suaraku tidak keluar juga. Dia memandangku, sambil tersenyum. “Hai cantik”, sapanya. Lalu dia berlalu pergi. Tahu tidak, setiap hari aku melihat senyumnya. Setiap hari aku disapanya. Tapi baru kali ini aku tahu bagaimana rasanya disurga.

Memang terdengar hiperbola, tapi itulah yang kurasa. Jika kalian pria atau wanita, cobalah ingat saat pertama kali kalian jatuh cinta. Bagaimana rasanya? Sejuta bunga? Mungkin indah pelangi pun kalah pesonaya. Dan itulah yang sekarang kurasa. Dan ini baru hari pertama, bagaimana jika sebelum harinya dan aku jadian dengannya? Mungkin aku sudah di surga.

Hari kedua…

Mike sekarang dihadapanku. Aku sekarang sudah siap menyapanya. “Hai cantik, kamu makin cantik saja”, kata Mike sebelum aku sempat menyapanya. Aku, aku tak bisa berkata apa-apa. Aku terpesona. Aku terpana. Aku dikirim lagi kesurga. Dan kini surga di langit kedua.

Hari ketiga…

Mike berhenti persis didepanku. “Wah, semakin hari kamu terlihat makin cantik ya”, Sapa Mike. Setelah itu Mike langsung ketoko nya. Aku tidak perlu lagi mengatakan perasaanku pada kalian. Kalian sangat tahu maksudku.

Tidak terasa hari berganti hari, minggu berganti minggu. Sudah 50 hari aku mengagumi matahariku. Tapi sudah setengah perjalanan cinta bertepuk sebelahku, aku masih belum bisa mengatakan Mike tentang perasaanku. Semakin hari semakin banyak bunga yang datang mencarinya. Aku takut dia akan dimiliki bunga lain. Tapi memang DIA yang punya rencana. Aku memang bukan untukknya.

“Kamu tidak akan pernah bisa memilikinya”, kata teman baikku kepadaku. “Mengapa?”, tanyaku penasaran. “Kamu berbeda dengannya, kamu cantik dan menarik, sedangkan dia pria biasa yang sederhana. Begitu banyak yang ingin memilikimu, tapi kamu selalu menjauh dan pura-pura menjadi layu.”, jawab temanku mencoba menyadarkanku.

“Tapi cinta kan tidak memandang siapa dia, yang penting kita bisa saling menerima”, kataku menghibur diri. “Tapi…”, ku tahan jawaban temanku sehingga dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Aku takut mendengar lanjutannya akan membuatku semakin jatuh kebawah. “Bee, berjanjilah padaku, kamu akan selalu menjadi mataku dan telingaku. Sehingga aku bisa tahu apa yang Mike lakukan saat dia jauh dariku”, pintaku kepada temanku. Temanku terpaksa meng-iyakan.

Kini sebulan lagi telah berlalu. Aku masih belum mengutarakan perasaanku. Dan kudengar dari teman baikku bahwa Mike sekarang dekat dengan seorang wanita. Saat kutanya bagaimana parasnya, teman baikku bilang bahwa dia adalah wanita yang sangat cantik dan sungguh menarik. Tutur katanya sopan tanpa dibuat-buat, tingkah lakunya santun seperti putri raja.

Malam itu, aku terasa hampa. Bulan yang selalu setia mendengar kisahku, kini harus mendengar tanggisku. Bintang-bintang yang senantiasa menjadi penyemangatku, kini terasa sedang menghiburku. Teman baikku juga terdiam membisu. Hanya desiran angin malam yang sedikit melegakan perasaanku.

Kini hari telah memasuki hari ke 97. Aku tetap mencintai Mike sepenuh hati. Mike juga tetap selalu menyapaku. Bahkan disaat tanggisku, senyuman indah Mike tetap membuatku selalu terpaku. Aku tidak pernah sekalipun membencinya, aku malah ikut bahagia bersamanya. Dalam lamunanku, aku teringat kata-kata teman baikku bahwa aku tidak akan bisa bersamanya. Dan sepertinya dia benar.

Hari ke 98…

Mike semakin mempesona dimataku. Malah sangat tampan ketika dia jatuh cinta. Bagaimana aku tahu? Karena aku wanita. Karena aku yang selalu curi pandang kearahnya. Karena aku yang selalu menunggu disapanya. Tapi kini dia telah menjadi milik yang lain.

Hari ke 99…

Aku merasakan tubuhku tidak sesegar dulu lagi. Tangan-tanganku terasa tak bertenaga. Pandanganku pun mulai semakin lemah. Aku mengira sebabnya karena aku tidak mendapat cinta, aku kira karena Mike memilih wanita lainnya. Tapi apapun keadaannya, aku menerima dengan bahagia. Yang kutakut bukan karena kehilangannya, tapi aku takut kehilangan senyumannya.

Hari ke 100!

Hari ini adalah hari terakhir, dan aku merasa lemah sekali. Mike hari ini tidak lewat dihadapanku. Dan mungkin juga sudah lupa denganku. Ataukah aku yang telah lupa menunggu? Ataukah aku yang sudah tidak tersipu. Sekarang harapanku hanya satu, aku ingin bertemu wanita itu. Aku ingin mengenalnya sebelum Mike memberikan semua senyum kepadanya.

Dalam lamunan, kulihat bayang-bayang seorang wanita. Kulihat Mike berlari kecil kesana. Dan kulihat wajah Mike merona. Dalam hatiku bertanya, apakah wanita itu yang telah mencuri hatinya? Dalam keraguan ku coba memandang teman baikku yang didepan. Ia tersenyum dan mengangguk pelan.

Kulihat Mike dan wanita itu bercanda mesra. Wanita yang sangat mempesona. Jangankan aku, semua bunga disini pun akan terpana. Wanita itu sesuai apa yang dikatakan teman baikku. Kata-katanya sopan dan indah, cara dia memperlakukan Mike juga tidak dibuat-buat untuk menarik mata.

Aku tersenyum bahagia. Akhirnya Mike ku menemukan seseorang yang akan menggantikanku menyapanya. Kini tiada lagi yang kusesali, aku sudah sangat bahagia atas kesempatan yang DIA beri. Walaupun kisahku akan berakhir begini, tapi semau kenangan akan tetap terpatri dihati.

Saat aku hendak memalingkan wajahku, kulihat wanita itu berjalan kearahku. Aku tidak tahu apa yang diingikannya dariku, tapi anehnya aku malah tersipu malu. Kenapa? Bukankah kami sama-sama wanita? Kenapa wajahku merona merah? Tangan-tanganku yang sebelumnya tidak bertenaga, hanya dengan sebuah sentuhannya malah menjadi indah. Warnaku yang terasa akan pudar malah menjadi mekar.

“Terimakasih karena selalu menjaga Mike ku”, bisik wanita itu padaku. Mike ku? Kok kata-katanya sama denganku? Belum hilang penasaranku dia berbisik lagi padaku, “Aku telah berjanji dalam 100 hati akan mengutarakan hatiku padanya, sekarang saatnya KITA sama-sama akan mengatakannya”. Kita? Aku semakin bingung. Wanita itu lalu mengangkatku dan dipeluknya dengan penuh cinta.

Tidak terasa sedikitpun aku cemburu. Yang ada aku tersipu-sipu. Tidak terbesit sedikitpun aku marah, yang kurasa sangat bahagia dalam pelukannya. Sampai dihadapan Mike, aku sangat terkejut sekali. Mike terlihat sangat tampan sekali dari dekat. Mata birunya lebih indah dari yang kubayangkan. Senyumannya berjuta-juta laksa pesona.

“Mike, inilah mataku disaat aku tak ada. Kepada dialah aku membisikan semua cerita”, kata wanita itu kepada Mike. “Dan, saat ini kami ingin mengatakan perasaan kami kepadamu. Kami telah berjanji akan mengatakannya pada hari ke 100, dan itu hari ini.”, lanjut wanita ini. “Kami?”, Tanya Mike tersenyum. “Iya, bukan hanya aku yang jatuh cinta padamu, tapi dia juga jatuh cinta padamu. Dan maukah kau menerimaku berserta temanku?”, Tanya wanita ini sangat mempesona. Cantik sekali.

Mike tersenyum. Katanya, “Tahukah kenapa dia setiap hari kusapa? Tahukah kenapa tiap hari aku sengaja lewat didepannya? Karena aku tahu dia adalah kamu. Dan tentu saja, apa yang kamu suka, akan selalu aku jaga. Dan, hari ini, hari ke 100 juga, aku ingin berkata, bahwa aku telah jatuh cinta padamu sejak pada pandangan pertama. Bukan hanya kepadamu, tapi kalian berdua yang dihadapanku”. Mike lalu mencium kening wanita itu dan juga diriku.

Akhirnya aku mengerti mengapa aku tersipu malu. Akhirnya aku tahu mengapa aku tidak cemburu. Ternyata aku adalah Kristal perasaan wanita itu. Aku juga sadar apa arti kata-kata teman baikku. Mengapa aku tidak bisa memiliki Mike buat diriku. Karena aku hanyalah setangkai bunga ditoko itu.

…..

Kini 100 hari telah berlalu. Mike dan wanita itu telah bersatu. Aku yang bunga pun telah layu. Tapi cinta wanita itu telah kujaga hingga akhir hidupku. 100 hari Mike menjagaku, 100 kali cinta kupersembahkan dari kalbu. Kini sebelum aku berlalu, dengarkanlah 100 hari pesanku…

Kepada kalian yang jatuh cinta
Jagalah perasaan itu tetap ada
Jika kalian ingin berbagi cerita
Bagilah kepada kami para bunga
Jika engkau pria
Janganlah jadikan kami simbol cinta
Tapi jadikan kami pengingat cerita
Jika engkau wanita
Janganlah jadikan kami ungkapan cinta
Tapi jadikan kami pembawa rasa
Saat kau bisikan satu kata
Kata –kata rahasia surga
Kau telah memberi kami jiwa
Jiwa yang akan selalu kami jaga
Janganlah samakan kami dengan permata
Karena kami tidaklah berharga
Janganlah bandingkan kami dengan mobil dan rumah mewah
Karena kami bukanlah harta dunia
Kau berjumpa karena rencana-Nya
Kau bersua karena ada jalinan benang merah
Kau berpisah karena kehendak-Nya
Kau bersatu karena ikatan cinta
Jika kau mencari yang tampak oleh mata
Maka kau akan dicampak karena telinga
Jika kau tertawa karena tahta
Maka kau akan menanggis oleh harta
Akhirnya kutahu nama sang wanita
Nama yang indah pesona bunga
Terimakasih Mike dan Rosa
Menginjikan aku mengenal cinta
Aku hanyalah setangkai bunga
Bunga yang mencintai seorang manusia
Aku memang mawar biasa
Tapi aku mawar paling bahagia sedunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s