Untuk menjadi cantik, berhentilah membuat dirimu cantik


You beautiful just the way you are

Malam ini aku bertemu seorang wanita. Dia adalah teman lama saat aku masih SMA. Sekarang dia telah menjadi wanita yang mempesona. Tatanan rambutnya sederhana tapi memikat mata. Mata hitamnya masih hitam memancar indah. Tutur katanya malah menjadikannya cantik lebih dari parasnya. Putri-putrinya cantik mewarisi kecantikkan sang bunda. Awalnya kukira siapa. Wajahnya tidak asing. Tapi otakku bekerja sangat keras untuk mengingatnya. Dan, akhirnya otakku berkata padaku, “Bro, dulu wanita ini yang pernah menyatakan cintanya pada loe..”

Yup! aku tidak bercanda dengan kata-kata aku diatas barusan. Wanita yang menarik ini adalah wanita yang dulu menyatakan perasaannya padaku. Lalu bagaimana ceritanya dia bisa menjadi menarik? apakah dulu dia tidak menarik? ataukah dulu kami pernah bersama dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga kami A? ataukah ada kejadian yang membuat aku B? dan C dan D dan E…berhenti berspekulasi dulu pembaca. Jawabanku padamu adalah tidak terjadi apa-apa.

Ya, dulu aku masih muda dan sejujurnya aku paling tidak suka terikat pada wanita. Maksudku aku lebih suka bermain dengan teman pria. Tertawa terbahak-bahak. Melakukan kenakalan. Mengoda teman. Tapi aku tidak pernah sampai ke tahap berandalan (kalian tentu tahu maksudku). Aku paling benci asap rokok dan alkohol. Dan sampai hari ini aku tidak pernah menyentuh itu. Tapi bukan berarti aku benci pelakunya, yang aku benci  ROKOK dan ALKOHOL, apalagi yang namanya OBAT-OBATAN dan JUDI. Aku munafik? mungkin iya mungkin tidak. DIA yang diatas akan menilaiku.

Oke, to the point cerita. Aku mencoba menyapa wanita ini. Sebut saja namanya Cindy. Hari ini aku bertemu dia dan suaminya. Dan suaminya, ternyata, adalah teman sekelasku waktu SMA. Kebetulan yang kebetulan? menurutku bukan, tapi perjodohan yang ditentukan Tuhan :) Sambil berbasa-basi sebentar dengannya, aku mengetahui Cindy telah berumah tangga lebih dari 5 tahun sudah. Percakapan kami begitu lancar seperti waktu SMA. Kami mengenang semua cerita dan kenakalan kami waktu SMA. Tentunya tanpa menyinggung cerita Cindy menyatakan perasaannya.

Cerita aku dan Cindy adalah sebuah cerita biasa saja (mungkin akan dijadikan cerita terpisah, karena dialah yang mengajarkan aku tentang apa apa itu wanita). Tidak terasa waktu telah berjalan begitu cepatnya. Saat hendak berpamitan pulang, aku melihat Cindy menghiburnya putri sulungnnya. Aku tidak tahu nama putri sulungnya siapa, dan akan kusebut dia bunga, karena cantiknya seindah bunga mawar merah.

“Mama, aku mau beli bando seperti mama”, kata Bunga kepada Cindy. “Kenapa mau bando seperti mama? bukankah Bunga sudah punya bando sendiri dan cantik lagi”, tanya Cindy sambil merapikan bando Bunga. “Habis punya mama cantik, aku kan pengen cantik kayak mama juga”, jawab Bunga polos agak senewen. Aku yang melihat hal itu tersenyum sendiri. Bagaimana gadis sekecil ini bisa mengerti cantik? dan menurutku dia sudah cantik, bahkan dalam 10 mendatang mungkin para pria yang seumurannya akan berbaris meminta ijin mamanya untuk membawanya keluar. Aku cuma bisa tertawa kecil sambil melihat kearah Cindy.

“Sayang, kamu sudah sangat cantik, dan kamu tetap akan cantik tanpa perlu bando mama”, jawab Cindy penuh sayang. Dibelainya putrinya dengan penuh perasaan. “Tapi, aku pengen lebih cantik. Aku ingin punya bando secantik mama. Aku ingin punya rambut secantik mama”, renggek Bunga pada mamanya. Sampai tahap ini aku masih tersenyum, jawaban apakah yang akan diberikan Cindy pada putrinya? kalau aku sih punya jawaban sendiri. Dan tahukah jawaban apa yang diberikan pada putrinya? inilah kenapa kutilis note ini kepada kalian para kaum hawa.

“Sayang, jika kamu memang ingin menjadi cantik seperti mama, maka kamu harus MENJADI seperti mama. Kamu harus punya mata seperti mama. Kamu harus punya hidung seperti mama. Kamu harus punya rambut seperti mama. Kamu harus bicara seperti mama. Dan yang paling penting, kamu harus jadi tua seperti mama. Jika kamu jadi mama, berarti mama harus hilang”, jawab Cindy penuh sayang.

“Dan ingat ya sayang. Jika kamu ingin menjadi cantik, kamu harus temukan apa yang membuatmu NYAMAN dan CANTIK. Bukan karena bando, bukan juga karena rambut. Tapi benar-benar yang kamu banggakan dan tidak akan kamu tukarkan. Dan ingatlah juga kata mama ini, UNTUK MENJADI CANTIK, BERHENTILAH MEMBUAT DIRIMU CANTIK”.

Aku kehilangan kata-kata.

Bunga yang merenggek tadi akhirnya tersenyum. Aku tidak tahu apakah dia ngerti apa maksud mamanya. Jika tidak mengerti pun tidak apa-apa, kenapa? karena perasaan Cindy telah tersampaikan pada putrinya. Dan padaku juga. Aku begitu terkejut dengan jawaban yang WAH seperti itu. Mengapa dulu aku tidak melihat permata pada wanita ini? tapi seingatku dulu dia juga bukan wanita seperti ini. Apa yang membuatnya bisa berkata begitu? dan jawaban yang kutahu adalah pasti pengalaman berharga milyaran dollar yang membuatnya jadi wanita seperti itu.

Cindy mengendong putrinya. Lalu kami bertukar sapa sebentar dan dia berpamitan pulang. Suaminya datang menjemputnya dengan motor tua. Dari usianya dia memang terlihat dewasa. Tapi wajahnya masih sama seperti waktu SMA. Yang membedakannya adalah statusnya. Dulu gadis SMA yang sekedar bunga, sekarang mama yang bersinar seperti permata dan kemilau itu bertambah dengan usianya disertai sebuah keluarga yang bahagia. Aku menyesal? malah sebaliknya. Aku sangat bersyukur dia menjadi mama bagi putrinya. Aku bersyukur dia bertemu temanku dan berkeluarga. Jika aku dan dia dulu disatukan oleh DIA, mungkin note ini pun tak akan pernah ada :)

Ini hanyalah sebuah note singkat dariku. Ini kuceritakan kembali karena pesan indahnya sebagai wanita kepada wanita dan juga kepada kami, pria. Kecantikkan seorang wanita tidak hanya terletak pada fisiknya. Tapi bagaimana dia menghargai fisiknya. Kami, para pria juga mencintai wanita seperti itu. Malah aku menginginkan yang seperti itu wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anakku. Saat kami mencintai wanita, kami tidak perlu cantik, seksi, menarik, bahenol, singset, dan embel-embel lainnya. Tapi kami juga tidak munafik, jika bisa dapat yang seperti itu kenapa tidak?

Tapi ingatlah ini wahai wanita. Saat kami telah berkomitmen untuk mencintaimu, kami tidak peduli 10 tahun kemudian kamu menjadi segemuk apa. Kami tidak peduli seberapa putih rambutmu 20 tahun kemudian. Kami tidak peduli seberapa banyak garis diwajahmu 30 tahun kemudian. Bahkan kami tidak peduli seberapa menyusut aset cantikmu 40 tahun kemudian. Karena, saat kami berkomitmen mencintaimu, kami selalu menomorsatukan perasaan. Terdengar munafik lagi? mungkin iya. Tapi sebelum kamu menghakimi kami yang masih muda, tanyakanlah semua ini pada ayahmu yang masih setia menemani mamamu diusia senja.

Ya, inilah hanyalah sebuah kisah nyata. Kisah yang sedikit kuberi bumbu biar enak bacanya. Apakah garamnya kebanyakkan atau malah hambar rasanya itu tidaklah penting. Yang penting ingatlah kata-kata sederhana Cindy. Aku dengan kedua mataku telah membuktikannya. Dia menjadi cantik sekali diusianya yang pada umumnya wanita takutkan. Tapi justru ketakutan itulah yang mempengaruhimu menjadi semakin tidak menarik dimata. Percayalah, kalian selalu cantik bagi yang menghargainya. Kecantikkan alamimu janganlah disamarkan kecantikkan bilasan kuas yang dibuat manusia demi mencari untung semata. Akhir cerita, aku ingin mengulan kata-kata Cindy yang indah…

“UNTUK MENJADI CANTIK, BERHENTILAH MEMBUAT DIRIMU CANTIK”

2 thoughts on “Untuk menjadi cantik, berhentilah membuat dirimu cantik

  1. Aku ingin cantik.. Tapi sepertinya aku salah.. Terima kasih atas waktunya menshare tulisan berharga ini.. yg terpenting adalah bukan cantik, tapi menyayangi dan menghargai dirimu sendiri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s