Putri raja dan pelayannya


The real princess is not in your name, but in your heart

Disebuah kerajaan yang terletak dinegeri Entah-Dimana, hiduplah seorang putri raja yang sangat jelita. Sang raja dan permaisurinya sangat mencintai putrinya. Dari kecil segala keinginan putirnya dikabulkan. Tapi sang raja sangatlah bijaksana dan tidak pernah memanjakan putrinya. Tahun demi tahun, putri raja akhirnya mencapai usia siap menikah. Pada saat itu umurnya 22 tahun. Kecantikkannya tersebar kebelahan dunia lainnya. Bahkan kabarnya, kecantikkan sang putri raja membuat para dewi-dewi salah tingkah.

Karena putri yang pada dasarnya dibesarkan dilingkungan kerajaan, maka putri raja menjadi agak tomboy. Dari cara menari yang feminim sampai dengan cara berkelahi para laskar kerajaan dikuasainya. Ini membuat raja dan permaisurinya sedikit bingung untuk memilih pendamping hidupnya. Telah cukup banyak pangeran dan para pengagum putri yang datang melamarnya, tapi tak satupun yang bertahan dalam hitungan hari karena mengikuti keinginan sang putri.

Bukan karena putri ini yang sombong atau gimaan, tapi putri mempunyai cara-caranya sendiri untuk mengetes calonnya. Dan semua tidak masuk hitungan kategori putri. Karena selalu dijodohkan oleh raja ayahandanya dan permaisuri ibundanya, akhirnya putri ini meminta agar diadakan tes secara langsung dikerajaannya. Putri meminta agar ayahandanya mengundang semua para pangeran dari belahan dunia sampai rakyat jelata. Mereka diberi kesempatan yang sama.

“Anakku, apakah kamu yakin dengan keputusanmu?”, tanya raja kepada putrinya. “Iya sayang, yang datang akan sangat banyak. Apakah kamu siap memilih satu diantara mereka?”, sambung permaisuri. “Ayah dan ibu tenang saja, aku tahu apa yang kulakukan. Aku telah menyiapkan permainan. Kuharap ayah dan ibu mau bekerjasama”, jawab sang putri mantap. “Apakah maksudmu?”, tanya raja dan permaisurinya. Sang putri membisikkan kepada mereka.

Akhirnya, hari yang ditentukan telah tiba. Dihalaman kerajaan yang sangat luas, berkumpul para pemuda yang sangat bersemangat semua. Para pangeran berpenampilan terbaik dari kerajaannya. Para rakyat jelata memakai baju terbaik mereka. Semua terlihat sangat mengagumkan. Tak lama kemudian keluarlah seorang wanita. Wajahnya ditutupi topeng. Disebelahnya ditemani seorang gadiy yang berpakaian lusuh. rambutnya berantakan. Giginya tonggos. Wajahnya biasa-biasa. Seorang wanita yang sangat sederhana dan seorang pelayan saja.

Wanita yang bertopeng memakai gaun yang sangat indah. Rambutnya pirang dan berkilauan. Caranya berjalan bagaikan peri menari diatas embun pagi. Semua pria terkesima melihatnya. Lalu wanita bertopeng ini berkata, “Akulah putri kerajaan ini, aku tahu kedatangan kalian semua hari ini, dan aku ucapkan terimakasih atas kehadirannya. Hari ini, aku akan memilih satu dari kalian semua, tapi sebelum itu kalian harus menjawab 3 pertanyaanku. Apakah kalian bersedia?”, tanya sang putri.

Semua pria bersorak bersamaan tanda bersedia. “Baiklah, pertanyaan pertamaku. Apakah kalian menyukai aku? apakah kalian akan menerimaku apa adanya?”, tanya putri raja. Semua pria berseru “Iya”. Putri raja melangkahkan kakinya satu langkah kedepan. “Baiklah sekarang pertanyaan kedua, “Apakah kalian pernah melihat aku? dan jika belum mengapa kalian bisa menyukaiku?”, tanya putri raja.

Kali ini para pria mulai bingung. Mereka tahu bahwa mereka tidak pernah melihat langsung wajah pujaan mereka. Mereka hanya mendengar cerita-cerita dari kabar burung saja. Tapi mereka tetap mengatakan hal yang sama bahwa mereka mencintai sang putri. Putri raja yang mendengar hal itu, hanya tertawa kecil. “Baiklah jika itu jawaban kalian, maka sebelum aku mengajukan pertanyaan ketiga, marilah kita pesta sebentar”, kata putri raja.

Semua bersorak tanda setuju dan pestapun dimulai. Putri raja meminta pelayan yang lusuhnya untuk melayani mereka semua. Putri raja hanya duduk melihat. Pelayan pun melakukan tugasnya. Ditawari minuman kepada para pangeran dan para rakyat jelata. Tapi karena pelayan ini berpakaian lusuh, maka aroma yang tercium sangatlah menusuk hidung. Semua orang menghindarinya, bahkan para rakyat jelatapun menjauhinya. Minuman yang ditawarkan tak satupun diminum.

Beberapa malah mencacinya. Putri raja hanya tertawa disinggasananya. Karena ramainya orang disana, pelayan itu secara tidak sengaja menumpahkan minumannya ke salah satu pangeran yang sedang berbincang-bincang. Alangkah marahnya para pangeran itu. Dibentaknya pelayan itu dan diseret tangannya ketengah. Pelayan itu dimarahi habis-habisan. Karena dirinya seorang pelayan, yang bisa dilakukannya hanyalah menunduk dan menanggis. Semua mata memandang hina pelayan ini. Lalu datanglah seorang pangeran yang lain membantunya berdiri. Pangeran ini kasihan padanya.

Putri raja yang melihat hal itu hanya terdiam. Entah apa yang dipikirkannya dibalik wajah topeng itu. Tiba-tiba putri raja berdiri dan berkata, “ini pertanyaanku yang ketiga. Bagi siapa yang meminum dari cangkir pelayan itu, maka dia telah kehilangan haknya. Dan bagi siapa yang bajunya kotor, dia juga kehilangan haknya”, sontan saja semua pria disana bersorak gembira. Tentu saja satu pangeran yang bajunya kotor tidak gembira mendengarnya.

Pangeran yang bajunya kotor itu langsung menarik pedangnya. Dia hendak mengeksekusi pelayan lusuh itu. Karena kesalahannya dia telah kehilangan kesempatannya. Tapi sebelum pedang itu tercabut, pangeran yang menolong pelayan itu menahannya, katanya, “Jika kau begitu ingin mendapatkan putri itu, maka marilah kita bertukar baju. Jadi hakmu tetap ada”. Pangeran yang marah itu dengan senang menyetujuinya. Tidak sampai disitu, pangeran yang menolong pelayang itu berkata pada pelayan lusuh tersebut, “Boleh aku meminta secangkir minuman darimu?”, tanya pangeran ini.

Semua yang hadir bingung mendengar permintaan pangeran ini. Tapi mereka tidak peduli. Pelayan itu tersenyum pada pangeran itu. Diambilnya secangkir minuman itu dan diberikan pada pangeran baik hati itu. Tanpa ragu diminumnya minuman itu. Para hadirin yang melihat merasa jijik. Setelah meminum cangkir itu, pangeran ini berkata, “Putri yang jelita, hamba mengundurkan diri dari pencalonan ini. Hamba tidak pantas buat putri. Tapi satu permintaan hamba, ijinkanlah hamba membawa serta pelayan yang cantik ini”.

Semua yang mendengar kata pangeran ini tertawa terbahak-bahak. Seorang pangeran ingin meminta seorang pelayan? bukankah dengan statusnya 1000 pelayan pun bisa didapatkannnya. Yang lebih lucu wanita begitu dibilang cantik? benar-benar sudah hilang akal sehatnya pangeran ini batin mereka. Putri raja disinggasananya hanya menggangguk. “Baiklah aku akan memilih satu dari kalian, tapi jawaban itu akan kuberikan saat matahari terbenam. Aku akan memberikan pertanyaan ketiga. Dan kuharap kau yang disana, yang meminta pelayanku juga menunggu”, jawab putri raja sambil berlalu.

Tinggal 1 jam lagi matahari terbenam. Para pria disana semua pada penasaran. Siapakah yang akan dipilih? lalu dengan cara apa putri memilih? mereka semua saling berspekulasi. Dan terdengar kabar bahwa putri telah memasukkan beberapa orang dekatnya untuk menilai mereka. Semua bersikap sangat sopan dan baik pada sesama. Hanya pangeran dan pelayan lusuhnya yang tidak peduli semua itu.

Pelayan yang lusuh itu telah berganti bajunya. Pangeran ini meminta pelayan pribadinya memilihkan baju yang terbaik buat dia dan sekaligus memandikannya. Rambutnya yang berantakan dibiarkan terurai. Wajahnya kelihatan lebih segar. “Terimakasih tuanku, hamba sangat bahagia tuanku mau menerimaku dan menolongku. Hamba berjanji akan setia sampai akhir hidupku. Dan maafkan hamba tuanku, karena hamba tuanku kehilangan kesempatan itu”, kata pelayan ini dengan mata berkaca-kaca.

“Jangan pedulikan itu saudariku. Kita semua sama. Statuslah yang memaksa kita berbeda. Aku sudah tidak tertarik dengan perjodohan ini. Biarlah kita jadi sebagai tamu undangan saja”, kata pangeran ini pada pelayan baru. Pelayan ini begitu senangnya mendapatkan tuan yang baru. Pelayan-pelayan lainnya juga begitu sayang padanya. “Oya, namamu siapa?”, tanya pangeran ini. Pelayan ini hanya menunduk tak menjawab. Pangeran ini merasa tidak enak. Pangeran ini berpikir mungkin pelayan ini tidak diberi nama oleh putri raja.  “Tidak apa-apa, saya cuma bertanya saja”, kata pangeran ini mencoba menghibur.

Tinggal 10 menit matahari terbenam. Lalu keluarlah sang putri raja bersama raja dan permaisurinya. Semua memberi hormat. Putri raja ini lalu turun kebawah dan berkata, “Ini pertanyaan ketigaku, siapakah namaku?”, tanya putri raja mantap. Semua pemuda disana bingung? bukankah mereka telah tahu namanya, lalu kenapa masih ditanyakan. Mereka semua serentak menyebut nama putri raja itu, “ANGEL…”.

Putri raja tertawa. Setelah menyebut namanya, putri raja berkata, “Aku telah menemukan calonku. Dan aku sangat yakin tidak salah memilih. Dan orang itu ada diantara kalian. Semua pria yang mendengar itu penasaran. Siapakah pria beruntung itu? Lalu putri berjalan pada pangeran dengan pelayan lusuh sebelumnya. “Ini adalah calon suamimu sayang”, kata putri raja kepada pelayan itu. Semua yang hadir disana terkejut?

Kok malah pelayan itu yang dicarikan suami? dalam kebingungan itu, putri raja ini melepas topengnya. Ternyata namanya seindah parasnya. Cantik luar biasa. Semua yang hadir disana terkesima. Pangeran yang meminta pelayan lusuh itu juga terkesima. Benar-benar sesuai kabar burung yang ada. Yang lebih mengejutkan lagi adalah putri raja ini berlutut dihadapan pelayan lusuh ini. Setelah mencium tangannya, putri raja dan pelayan ini saling berpelukan.

Dari semua pangeran, rakyat jelata, termasuk pangeran yang meminta pelayan ini semua dalam kebingungan. Apa artinya ini? Putri raja ini berkata, “Justru akulah yang pelayan dikerajaan ini, kami bertukar peran untuk menguji kalian semua. Dan hasilnya kami telah tahu. Kalian semua tidak sesuai untuk dijadikan pasangan buat putriku yang cantik”, kata putri raja.

Semua disana hening sejenak. Lalu meledak tawa-tawa. Semua dari mereka malah lega dan berkata karena untung tidak diterima. Kenapa? Jika pelayan  yang buruk rupa itu justru putri raja? mereka malah memilih ditolak. Semua tertawa terbahak-bahak. Putri raja yang ternyata pelayan itu tertawa bersama pelayan lusuh. Mereka tersenyum penuh arti. Lalu putri raja palsu ini bertanya pada pangeran yang satu ini, “Maukah kau menikahi pelayan ini?”, tanya putri raja palsu itu.

Pangeran ini terdiam. Dilihatnya putri raja asli ini. Wajahnya biasa. Matanya kebiruan. Dan giginya tonggos. Pangeran ini melihat kearah putri raja palsu. Cantik sekali. Beda langit dan bumi. Lalu pangeran ini melihat kembali putri raja asli. “Aku adalah seorang pangeran, dan aku telah diajari sejak kecil JANGAN MENILAI ORANG DARI FISIKnya, tapi HATINYA. Dan sekarang aku akan menerimamu seperti kau menerimaku.”, kata pangeran ini sambil berlutut mencium tangan putri raja asli ini.

Tawa disana makin jadi. Seorang pangeran yang tampan sekali menikah dengan wanita yang buruk rupa? benar-benar aneh teriak mereka. “Sekarang tanyakan namanya”, kata putri raja palsu itu. Pangeran itu melihat kearah putri raja asli, “Namamu siapa permaisuriku?”, tanya pangeran sambil tersenyum. “Namaku Angel”, jawab putri raja asli mantap. Lonceng berbunyi tanda matahari terbenam. Dan, keajaiban terjadi…

Bunga-bunga ditaman kerajaan bermekaran indah. Bintang-bintang bermunculan menghias angkasa. Para burung berterbangan melintasi pangeran dan putri ini. Putri raja asli dan palsu diselimuti oleh cahaya yang menyilaukan mata. Semua yang hadir disana terpesona oleh keajaiban itu. Putri raja asli dan palsu saling berpegangan tangan. Lalu cahaya itu menyelimuti mereka. Tak lama kemudian cahaya itu pelan-pelan pudar. Dan, terkejutlah semua yang disana.

Ternyata putri raja asli dan palsu itu bertukar parasnya dan tubuhnya. Pelayan yang lusuh itu menjadi putri raja yang cantik luar biasa, sedangkan putri raja yang memakai topeng sebelumnya bertukar menjadi pelayan. Mereka sebenarnya dari awal telah bertukar jiwa. Semua bingung. Sangat sangat bingung. Termasuk pangeran baik ini. Hanya raja dan permaisuri yang tersenyum bangga penuh arti.

“Maafkan aku pangeranku. Aku tidak bermaksud menipumu. Tapi inilah pemainanku untuk menguji semua pria disini yang ingin mempersuntingku. Aku meminta ibu peri agar menukar kami berdua. Dan hasilnya tidak sia-sia. Aku meminta maaf karena tadi tidak bisa menyebut namaku, karena saat aku menyebut namaku, maka kami akan bertukar kembali. Dan yang membuatku terharu, kamu tetap mau menerimaku walaupun dengan kondisi yang tidak sempurna”, kata putri raja cantik ini sambil memeluk pangeran itu. Mereka berpelukan mesra.

Semua yang hadir disitu tercengang tanpa kata. Mereka tidak tahu apa yang hendak dilakukan apalagi dikata. Pangeran dan putri Angel berjalan masuk kekerajaannya meninggalkan semua pria yang masih bingung kaku. Ternyata kecantikan putri telah membutakan mereka yang hanya mengejar fisik semata. Mereka semua sangat menyesal. Tapi apa mau dikata. Itulah mata. Mata yang selalu mudah ditipu dunia.

Bagaimana dengan pelayan putri? ternyata dia juga wanita yang cantik. Giginya tidak tonggos. Rambutnya pirang dan indah. Dan satu rahasia, pelayan itu adalah teman kecil putri Angel. Jika sang pelayan ditanya apakah ingin memilih pangeran dan pria disana, apakah jawabannya? tentu kalian semua telah tahu jawabannya. Dan tahukah siapa nama pelayan yang cantik itu? jika kalian suka membaca ceritaku pasti bisa menebak nama itu karena sering kusebut dalam istilah. Jika penasaran dia kusebut Jewel.

4 thoughts on “Putri raja dan pelayannya

  1. Suka bangeeeeeet! Ini cerita keren abis… ada ibu peri segala lagi… Walopun sebenernya ending-nya aku radaa bisa nebak, tapi alur menuju endingnya bagus. Top ^_^!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s