Apakah hubungan yang indah itu?


What is the true relationship of love?

“Aku benar-benar sangat mencintainya, tapi mengapa dia setega itu meninggalkanku? Aku rela melakukan apa saja asal dia bahagia, tapi kenapa justru kebahagiaan itu harus jadi milik wanita itu”, lirih Wendy dengan air mata berlinang diwajah cantiknya.

Sudah tidak asing dengan ungkapan perasaan seperti itukan? Aku juga mengalami hal itu dan aku juga sangat mengerti perasaan itu. Bukanlah mudah untuk melupakan seseorang yang sangat kita cintai, bahkan mungkin akan selalu terkenang dan terukir abadi dibatu karang hati. Kita bisa membenci orangnya, tapi kita tak bisa memungkiri perasaan yang telah tercipta.

Dulu, aku pernah menemukan seorang teman wanita yang mempunyai hubungan yang sangat mesra dengan pacarnya. Setiap kali aku berjumpa dengannya wajahnya selalu merona merah jika kutanya tentang belahan jiwanya. Aku begitu terpesona dengan dirinya yang sedang jatuh cinta. Dan luar biasanya, mereka telah berpacaran lebih dari 8 tahun.

Tapi, ternyata mereka terpaksa berpisah. Sang pria memilih bekerja diibukota dengan meninggalkan sang wanita. Sang wanita dengan sangat sangat berat merelakan pria pujaan hatinya ini kesana dengan dalih masa depan. Hanya dalam hitungan bulan, wanita cantik ini, temanku, wajahnya menjadi lebih tua dari usianya. Aku bertanya sekedarnya untuk menyapa. Saat kutanya bagaimana hubungannya dengan kekasihnya, kulihat api kebencian dimatanya. Siapakah yang salah? Aku tidak tahu. Tapi baik sang pria maupun sang wanita, MEREKA ADALAH TEMANKU.

Aku menulis ini bukan untuk menjatuhkan mereka, tapi aku hanya ingin berbagi pada kalian seperti biasanya. Jika kisah mereka kita tanyakan pada barisan penonton dan “para bijak” diluar sana, mereka akan mengeluarkan teori dengan bukti-bukti dan contoh-contoh hebat kepada kita. Mereka akan membagi “pengalaman” mereka yang “WAH” sehingga membuat kita terpana.

Ada yang bilang kalau pacaran jangan lama-lama, nanti akan putus. Ada yang bilang juga pacaran harus lebih dari 3 tahun sehingga semua kelebihan dan kekurangan bisa terkuak. Benar atau salah? Aku tidak tahu, tapi secara pribadi menurutku semuanya BENAR dan JUGA SALAH.

Jika pacaran tidak boleh lama-lama, lalu bagaimana kita mengenal kepribadiaanya? Dan pengertian tidak lama-lama itu berapa lama? 1 bulan? 6 bulan? 1 tahun? Dan jika pacaran tidak boleh lama-lama, kenapa justru beberapa teman baikku malah keluarganya sangat harmonis? Dan mereka semua pacaran lebih dari 4 tahun baru melanjutkan kejenjang pernikahan.

Jika pacaran harus lebih dari 3 tahun sehingga bisa mengetahui plus minusnya, lalu kenapa justru banyak yang harus berpisah?  – termasuk aku. Dan beberapa temanku dulu yang pacaran cuma 6 – 8 bulan lalu menikah sekarang malah harmonis dan penuh tawa?

Oke, mungkin ada yang menambahkan karena si A ada uang makanya bisa bahagia, atau mungkin si B yang gini gitu makanya keluarganya harmonis. Aku tidak akan menjawab pengertian bahagia disini, tentang kebahagian telah kutulis pada bagian terpisah dengan judul BAHAGIA?

“Jadi sebenarnya untuk mendapatkan hubungan yang harmonis itu rumusnya apa?”, tanyamu. Sebelumnya, ini hanyalah pendapatku saja. Aku tidak tahu apakah ini benar atau salah. Tujuanku hanyalah ingin berbagi dan jika ada masukan yang indah, maka bagikanlah kepada aku dan teman-teman kita lainya. Dan, menurutku sebuah hubungan itu adalah…

Bukan bagaimana kamu MENJADI seperti keinginan dia ataupun MEMBERI apa yang dia minta, tapi MENERIMA SEMUA yang dimilikinya.

Apa maksudnya? Sebenarnya sangat sederhana. Coba kita sama-sama ingat kembali saat pertama kali kita jatuh cinta. Lalu sang pangeran mengatakan akan menjemput anda besok malam dengan kuda besinya. Bagi yang pria coba bayangkan kembali bagaimana pertama kali kalian mengajak sang putri jalan-jalan. Bagaimana perasaan kalian saat itu?

Tak perlu aku tuliskan bagaimana perasaan kita, kalau aku tuliskan mungkin ini bisa jadi satu buku. Yang pasti kita senangnya bukan main. Juliet akan memilih pakaiannya yang terbaik, riasan wajah termahal, mandi bersih terlama, parfum paling wangi dan menunggu dari jam 3 sore padahal keluarnya jam 6 malam. Romeo akan menyikat giginya beberapa kali, kuda besinya dicuci dengan shampoo khusus terbaik, rambutnya diberi gel merk ternama. Baju-bajunya disterika rapi.

Berlebihan? Mungkin juga. Pertanyaanku adalah bagaimana jika itu hubungan itu sudah memasuki tahun-tahun berikutnya? Mungkin Juliet hanya memilih baju seadanya, riasan yang biasa, mandi biasa, parfum biasa dan jam 6.30 baru berangkat padahal janjinya jam 6 malam. Romeo mungkin membiarkan sisa makananya menempel digigi, kuda besinya dibiarin berlepotan lumpur pagi, rambutnya model bangun tidur alami, baju-bajunya wangi keringat berlari.

Berlebihan lagi? Mungkin juga.

Jika kita ingat kembali, kenapa kita bisa berubah sedrastis itu? Tak lain dan tak lebih alasanya satu saja, BOSAN. Kita telah kehilangan percik-percik api asmara saat pertama kali mengenalnya. Kok bisa? Karena kenangan pertama kita tentang dia itu seperti kisah Romeo dan Juliet yang sempurna. Dan kita ingin dia selalu MENJADI Romeo dan Juliet itu selamanya. Awalnya sang Romeo memberikan “bunga-bunga” pesonanya. Awalnya sang Juliet memberikan “senyum” termanisnya. Awalnya semua sangat indah. Pertanyaanku, itukah kalian yang sebenarnya?

Tidak ada yang salah menjadi lebih cantik dan lebih menarik bagi orang yang kita lirik. Tidak ada yang salah menjadi yang terbaik bagi pria atau wanita yang kita cinta. Tapi mohon janganlah jadikan itu NILAI dan HARGA MATI untuk mencintainya. Apalagi memintanya MENJADI BUKAN DIA YANG SEBENARNYA.

Sama seperti kita membeli HP baru. Saat masih kinclong kita jaga layarnya agar tidak cacat, sidik jari yang menempel pun tidak ada. Kita taruhnya pelan-pelan diatas meja. Tapi setelah setahun lebih memakainya, mau taruh dimana terserah, layar pecah pun dianggap gaya, bahkan rusakpun kita tak merasa apa-apa. Kita tinggal keluarin duit beli yang baru dan lebih canggih.

Tapi, bagaimana seandainya HP itu punya kenangan khusus, apakah karena HP itu kita bersua kembali dengan orang-orang yang kita cintai, apakah karena HP itu kita bertemu orang yang kita idolakan, ataukah HP itu memberikan kita peluang bisnis yang besar, apakah HP itu akan kita ganti. Jawabannya mungkin iya, mungkin tidak. Tapi aku masih menpunyai satu HP merk negara Jepang yang tidak akan pernah akan kujual. Kenapa? Karena HP dulu itulah yang menyimpan kenangan aku dengan dia yang pertama. Aku MENERIMA semua yang miliki HP itu, terutama kenangannya.

Jadi, apa artinya?  Sekali lagi ini menurut pendapatku saja. Kita sering tersakiti dan terluka karena harapan kita yang luar biasa pada Romeo dan Juliet kita. Kita sering bertanya kenapa dia dulu yang begitu perhatian sekarang menjadi begitu mengerikan. Kenapa dia dulu yang begitu cantik sekarang jadi malas untuk dilirik. Kenapa dia dulu yang “wah” kini menjadi “ya..ya..ya…”.

Semua yang indah pelan-pelan sirna karena kita sendiri. Bukan karena pacaran lama. Bukan pacaran singkat. Bukan karena si A, bukan karena si B, bukan karena punya X, bukan karena punya Z, dan bukan bukan lainnya.

Kitalah yang kadang membuat diri kita terluka. Kok bisa? Karena kita sering meminta Romeo atau Juliet kita MENJADI yang kita inginkan. Apakah itu harus tambah sexy, tambah berisi, tambah langsing, tambah kaya, tambah mobil, tambah rumah, tambah bisnis, tambah A, tambah B, dan tambah lainnya. Dan, karena permintaan untuk MENJADI itu tidak tercapai, kitapun “melirik” Romeo atau Juliet lain yang mendekati MENJADI yang kita inginkan.

Lalu karena Romeo atau Juliet kita telah meminta supaya kita MENJADI yang mereka inginkan, kita pun berjuang dengan sangat keras untuk MEMBERIKAN semua itu. Semua itu apakah aerobic mati-matian bisa sexy, makan supaya lebih montok, diet biar lebih langsing, kerja 18 jam supaya lebih kaya, kredit mengambil mobil, buka toko sembarangan, dan segala usaha lainnya agar bisa MENJADI yang diinginkan Romeo atau Juliet kita.

Saat kita tidak mampu menjadi apa yang diminta Romeo dan Juliet kita, kita merasa stress. Lalu kita merasa tertekan dan putus asa karena merasa permintaannya terlalu berat. Kita bertanya-tanya kenapa mereka tidak bisa MENERIMA kita apa adanya. Romeo atau Juliet yang meminta pada kita pun merasa kecewa dan mengatakan kita tidak ada usaha untuk mewujudkannya. Dulu pujian yang  terucap dari mulut menjadi cacian dan hinaan. Dulu berjanji sumpah setia dalam suka maupun duka, kini duka yang jadi topik utama.

Pernahkah kita berpikir mengapa kisah Romeo dan Juliet menjadi symbol cinta sejati? Karena mereka saling MENERIMA semua dimiliki kekasinya.  Romeo tidak meminta Juliet harus MENJADI begini begitu. Juliet juga tidak meminta Romeo MEMBERI ini itu. Mereka saling mencintai dengan cara MENERIMA. Bahkan sampai maut iri dan mencobai mereka, mereka pun tidak gentar dan memilih mati bersama.

Masih kurang puas? Maka cobalah lihat kembali film-film tentang putri raja dan rakyat jelata, atau pangeran dan putri desa. Sebut saja cerita-cerita yang telah melegenda seperti Cinderella (pangeran dan pelayan rumah), Beauty and The Beast (putri dan siburuk rupa), Princess and The Frog (putri dan seekor kodok), Aladdin (putri dan rakyat jelata), bahkan yang paling konyol adalah SHREK (monster dan manusia).

Memang, semua itu hanyalah cerita dan sangat mustahil terjadi didunia nyata. Tapi pada awalnya film-film itu tidaklah mengatakan bahwa dunia nyata akan seindah itu. Dunia nyata tidak ada ibu peri. Dunia nyata tidak ada kuda terbang. Dunia nyata tidak adalah sihir-sihiran. Tapi justru yang disampaikan adalah tidak peduli apa STATUSnya, bagaimana RUPAnya, mereka mencintai sang “pangeran” atapun “putri” apa adanya. Mereka MENERIMA semua apa yang dimiliki oleh kekasihnya.

Coba lihat film SHREK, kisahnya sendiri sudah basi. Cerita tentang putri raja yang sedang menunggu pangeran berkuda putih datang menolongnya, tapi yang datang malah monster hijau dengan kedelai super cerewet. Apakah putri raja MENERIMA semua yang dimiliki monster hijau itu? Lihat saja sendiri filmnya ya.

Yup, inilah tulisanku tentang HUBUNGAN YANG INDAH – sejujurnya aku sendiri tidak tahu judul yang cocok apa. Tulisan ini aku yakin telah ditulis berulang-ulang oleh para pujangga dan para maestro dunia lainnya. Tulisanku ini hanya mengulang saja. Bahkan aku yakin kalian semua lebih tahu dan menguasainya.

Tujuanku menulis ini adalah untuk mengingatkan diriku sendiri – begitu juga tulisanku yang lain. Seandainya aku menjadi lepas kendali dan mulai bertingkah, aku bisa kembali membuka noteku ini dan membacanya. Mungkin aku setelah membaca tidak akan langsung menjadi lebih baik, tapi setidaknya aku akan merasa malu diingatkan oleh diriku sendiri melalui tulisan ini.

Kalian yang baca adalah makhluk terindah ciptaan DIA. Kalian adalah malaikat yang kebetulan “belum” mempunyai sayap. Kalian adalah Romeo bagi Juliet lainnya, dan Kalian adalah Juliet bagi Romeo lainnya. Kalian membaca tulisan ini berarti kalian ingin mencari dan menemukan sayap-sayap kalian, dan percayalah kalian akan menemukannya.

Tidaklah perlu malu dan bersedih jika sayap yang kita jaga sekian lamanya harus terbang menjadi milik lainnya, karena belum tentu sayap itu mampu membawamu terbang ketempat tujuanmu. Mungkin sayap-sayap yang pergi itu justru rencana DIA yang sengaja mempersiapkan kita menemukan sayap-sayap yang lebih indah. Kepaklah selalu sayapmu itu sehingga saat kita menemukan malaikat kita, kita akan menjadi sayapnya yang sempurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s