Mama


Mother, our greatest angel

Kamu adalah bunga. Dan bunga yang indah penuh pesona. Setiap gerak-gerikmu mengoda kupu-kupu dan lebah. Senyumanmu begitu mengoda, bahkan kaum Adampun rela memberikan tulang rusuknya kepadamu supaya ada alasan untuk mendekatimu dan memilikimu nantinya.

Kini coba kita semua berkaca. Kecantikkan yang diberikan DIA yang semula adalah menghibur dan menjaga berubah menjadi kecantikkan fisik dan wajah. Keindahan yang diberikan DIA dalam bentuk menolong dan menghargai sesama berubah menjadi keindahan lomba mencari harta dan tahta.  

Aku tidak bermaksud menghakimi para Hawa, tapi aku kadang hendak menanggis melihatnya. Mengatasnamakan cantik, kalian merias wajah dengan segala pernak pernik. Mengatasnamakan seksi kalian memakai baju yang kelewat sempit. Mengatasnamakan fashion dunia kalian memakai pakaian yang serba terbuka. Kami para pria, terutama aku tidak akan munafik. Kalian benar-benar menarik. Tapi, apakah kamu ingin kami melihatmu karena nafsu?

Aku tidak meminta kalian harus menutup yang serba terbuka .Kalian berhak memilih pujian surga atau hukuman neraka. Bagi kami keindahan tubuh wanita memang yang pertama. Tapi sayangnya itu bukan yang paling UTAMA. Bagi kami cantik wajahnya memang membuat bangga. Tapi akhirnya kami memilih yang biasa-biasa yang pandai menjaga keluarga dan dirinya.

Ingatlah, kecantikan fisik bisa dimakan usia. Tapi kecantikan jiwa tertanam dihati selamanya. Masihkah kalian ingat kisah kecil kalian Cinderella? dimana dia menemukan pangerannya hanya dengan sepatu kaca?. Ya, aku tahu itu hanya sebuah cerita, cerita yang dibuat happy ending buat semua. Tapi cobalah berkaca sebentar saja, kamu lebih cantik dibanding cerita Cinderella, kamu telah mempunyai sepatu kaca yang diberi DIA, tentunya tanpa pernak-pernik yang selalu kamu bangga.

Mungkin tulisanku membuatmu marah, dan aku menerima dengan lapang dada. Sekarang kalian masih muda, mungkin belum memikirkan surga dan neraka. Tapi ingatlah, kamu yang cantik parasnya, kamu yang seksi tubuhnya, suatu saat akan menjadi mama. Kecantikanmu yang dulu akan segera beransur-ansur layu, tapi kecantikanmu dihadapan putra-putrimu akan bersinar penuh. Segala hias yang kau banggakan dulu akan menjadi semu, tapi keindahanmu sebagai mama dan penjaga membuat mereka tak ingin jauh.

Ini hanyalah permintaanku, permintaan dari pria yang juga mencintai wanita. Aku, ataupun kami memilihmu bukan karena hanya kecantikkan fisik semata. Kami memilihmu karena tahu kamu akan menjadi malaikat penjaga bagi anak-anak kita. Kami memilihmu karena tahu kamu akan menemani kami disaat tua dan renta.

Ya, kami memang tidak menutup mata. Pria mana yang menolak sesuatu yang indah dimata? apalagi sampai bisa memilikinya juga. Hanya saja, Kami lebih menyukai batu biasa yang berharga permata, daripada permata yang berharga batu biasa.

Jadilah dirimu apa adanya. Riaslah wajahmu dengan senyum dan tawa. Jagalah tubuhmu seperti bunga dan durinya. Karena kamu adalah wanita, wanita yang sengaja diciptakan Allah untuk menemani kekasihnya. Tidak dengan elok tubuh dan paras wajah, tapi dengan peluk dan kata-kata yang menenangkan jiwa.

Memang ini tidak berlaku untuk semua. Tapi pernahkah kalian bertanya mengapa kami pria lebih menyayangi ibunya dibanding wanita lainnya? Pernahkah kalian sadari mengapa opa selalu mengenggam tangan oma? Bukankah mereka kini telah tua dan renta dibanding dirimu yang masih indah dan penuh pesona? Aku yakin kalian akan menemukan jawabannya. Tapi bukan sebagai wanita melainkan sebagai MAMA. Bukankah kelak kalian akan menjadi mama juga? Jika iya tolong sebutkan apa kecantikkanya, aku sangat ingin mendengarnya…

Dan, kudengar kalian mengatakan hal yang sama. Tidak sebagai pria tidak sebagai wanita. Tapi sebagai anak-anak yang selalu ingin bermanja dengannya. Sebagai anak-anak yang selalu ingin mendengar panggilannya, dan hari ini aku ingin memanggil namanya, nama yang tidak pernah bosan kupanggil sejak masih balita, dan akan kupanggil hingga akhir usianya…

I LOVE YOU MOM…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s