Hanya sebuah puisi


Forget me, but i will never forget you my love

Tanggismu sungguh memilukanku
Setiap tetes air matamu menusuk hatiku
Namun apa daya, aku yang sekarang tidak bisa menghiburmu
Bahkan sekalipun kau dihadapanku

Setiap tatapan matamu penuh kesedihan
Bahkan tanggismu selalu tertahan
Aku sangat terluka dan kutahu kau lebih terluka
Namun, untuk menghiburmu aku tetap tak bisa

Sekali-kali kau memandang mataku
Matamu bengkak memerah dan penuh sendu
Tiada kata-kata terdengar darimu
Hanya kata-kata maafkan aku, maafkan aku

Dalam kelelahan menanggis, kau tertidur di pangkuanku
Wajah cantikmu tertutup oleh geraian rambutmu
Dalam tidurmu kau masih meminta aku memaafkanmu
Tapi apa yg harus kumaafkan? karena kau tidak pernah salah dihadapanku

Kasihku, saat kau membaca ini, aku telah pergi jauh
Bukan karena aku ingin pergi darimu
Tapi aku yang sekarang tidak bisa membahagiakanmu
Dan kau yang paling tahu itu

Saat kau menanggis dihadapanku
Tak sekalipun aku memelukmu
Saat rambut indahmu menutupi wajahmu
Tak sekalipun juga aku menyingkap rambutmu

Bukan aku tak mampu, bukan juga aku tak mau
Tapi kau juga tahu, bahkan kau menanggis untukku

Maafkan aku karena tidak bisa memelukmu
Maafkan aku karena tidak bisa menyingkap rambutmu
Maafkan aku karena tidak bisa bergandengan denganmu

Karena…, karena…

Aku telah kehilangan kedua buah tanganku

Kasihku, saat kau membaca surat ini
Janganlah kau mengejarku
Lupakanlah aku

Aku berdoa kepada Tuhan mengirim malaikat lain untukmu
Malaikat yg seperti aku senantiasa menjagamu
Malaikat yg seperti aku senantiasa memelukmu
Malaikat yg seperti aku senantiasa memegang tanganmu

Walaupun kau tidak merasakannya, tapi pelukanku selalu ada
Tidak dalam tubuh sebagai manusia, tapi dalam jiwa
Dan, sampai kapanpun, bahkan selamanya kau adalah satu-satunya wanita
Wanita yg pertama dan terakhir juga yg kupeluk selagi tanganku masih ada

Terimakasih atas segalanya, pelita hidupku.

Puisi ini kutulis terinspirasi oleh kisah seorang pria yang kehilangan tangannya karena menolong kekasihnya. Sori ya kalau bahasanya kacau balau, aku hanya tersentuh banget dengan kisahnya saja. Benar2 cinta sejati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s