Angel


Tuan Mike begitulah panggilannya. Tidak ada yang tahu namanya yang sebenarnya. Walaupun begitu aku tidak mempersoalkan nama aslinya apa karena keindahan jiwanya telah membuatku begitu terpesona.

Dengan pakaian yang sederhana namun terawat bersih dan rapi, tuan Mike membawa peralatan kerjanya dibahunya tanpa kenal lelah. Diusianya yang sekitar 50an masih terbesit sisa ketampanannya waktu diusia muda. Senyumnya tak pernah lepas dari wajahnya yang mulai dihiasi kerut-kerut mengikuti usia. Setelah meletakan peralatan kerjanya, tuan Mike dengan sabar menunggu pelanggannya ataupun para pejalan kaki yang berlalu lalang membutuhkan jasanya. Ya, tuan Mike adalah seorang tukang sepatu.

Matahari pagi terasa hangat sekali, dan kehangatan matahari itu digambarkan oleh senyuman diwajah tuan Mike. Bola matanya yang biru tidak henti-hentinya memandang dan menikmati dua malaikat kecil yang sedang bermain didepannya dengan ceria. Yang satu anak laki-laki berusia sekitar 5 tahunan dan seorangnya anak perempuan yang berusia sekitar 7 tahunan. Mereka bermain dengan gembira sekali. Sesekali mereka berlarian didepan tuan Mike sambil tertawa lepas tanpa beban.

Ketika matahari mulai meninggi, tuan Mike melepaskan penatnya dengan beristirahat disebuah bangku tua didepannya yang dirindangi sebuah pohon tua disamping bangku itu. Dikeluarkannya sebuah kantong kecil dari saku jaketnya yang usianya mungkin setua tuan Mike sendiri. Dua buah roti dan sepotong daging kecil. Diatas roti tersebut bertulisan 3 kata yang ditata  berantakan dengan jelly strawberry, 3 kata yang tidak akan luntur dimakan masa. Tuan Mike hanya tersenyum melihat tulisan tersebut. Matanya berkaca-kaca membaca tulisan berantakan tersebut. We Love Daddy.

“Angel…, Andy…, ayo sini. Saatnya kita makan”, panggil tuan Mike pada kedua anak kecil yang masih bermain sambil tertawa. Lalu keduanya berlarian mendatangi suara yang memanggil mereka. “Daddy….”, teriak mereka bersamaan langsung memeluk tuan Mike. “Hahaha…, bagaimana? apakah hari ini ada menemukan barang-barang yang menarik?”, tanya tuan Mike sambil merapikan rambut putri kecilnya yang bernama Angel.

“Ada daddy, tapi aku berikan pada Andy, dia suka sekali…”, jawab Angel sambil melirik adik laki-lakinya memberikan tanda supaya memperlihatkan barang yang dimaksud. Lalu Andy putra Mike yang terkecil memperlihatkan barang itu, ternyata sebuah kalung emas dengan mutiara besar berkilauan yang indah sekali, dan kalung itu emas asli.

“Darimana kalian menemukan ini?”, tanya tuan Mike sedikit curiga. “Kami menemukannya dibawah kursi itu”, kata Angel sambil menunjuk sebuah mobil mewah sport warna merah tanpa kap atas. “Lalu bagaimana kalian bisa mendapatkannya?”, tuan Mike bertanya dengan hati mulai bisa menebak. “Aku dan Andy tadi bermain-main didekat sana. Lalu Andy melihat ada benda berkilauan didekat roda mobil itu. Dia bilang padaku ada  kelereng yang pakai tali dan dia menginginkannya. Lalu akupun mengambilnya”, jawab Angel polos disertai tawa Andy.

“Ya Tuhan…”, kata tuan Mike dalam hati. Lalu tuan Mike tersenyum dan berkata pada anak-anaknya, “Angel sayang dan Andy sayang, ini bukan kelereng. Ini namanya kalung dan ini tidak boleh kita ambil. Mungkin pemiliknya cari setengah mati, tapi untunglah kalian menemukannya. Sekarang maukan kita kembali kesana dan kembalikan pada orangnya? Daddy janji akan membelikan kelereng yang bagus buat Andy ya”.

Awalnya anak laki-lakinya menolak untuk memberikannya, tapi dengan penuh kasih sayang dan pelan-pelan dijelaskan akhirnya Andypun mau menyerahkan “kelerengnya” pada tuan Mike dengan syarat dua es krim pada hari yang panas ini. Tuan Mike menyetujui permintaan malaikat kecilnya tersebut. Lalu merekapun bersama-sama mengantar hendak mengembalikan “kelereng” yang ditemukan Angel dan Andy. Saat hendak menaruh kembali kemobil tersebut, tuan Mike langsung diserang seorang pria berbadan besar. “PLAK…”, sebuah tamparan mendarat dipipi kanan tuan Mike.

“Ternyata kamu ya, dasar tidak tahu diri. Sudah lama aku mengintai siapa yang selalu mencuri barang-barang dari mobilku ini, dan untung Tuhan mendukungku hari ini sehingga aku menemukan pelakunya”, teriak pria bertubuh besar ini. Dan, “PLAK!”, sebuah tamparan mendarat dipipi tuan Mike lagi. Dengan suara gaduh tersebut, tidak lama kemudian berkumpulah para pejalan kaki hendak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Saudara-saudaraku, maafkan aku jika menganggu ketidaknyamanan ini. Aku terpaksa melakukannya karena selama ini barang-barang berhargaku selalu hilang dicuri orang. Dan pada siang ini aku berhasil menemukan orang tersebut dan orang inilah pelakunya. Sekarang aku ingin memberi pelajaran padanya supaya kapok dan akan kuserahkan pada polisi, lanjut pria bertubuh besar ini. Tak perlu komando khusus cibiran dan makian pun langsung terdengar.

“Tuan…, Tuan…, maafkan kami, Ini salah kami, papa kami ti…”, belum selesai Angel berkata sambil menanggis, tuan Mike memeluk putri kecilnya tersebut dengan bibir pecah berdarah. “Sayang…, jangan takut, paman ini teman daddy kok. Daddy dan paman ini cuma bermain-main saja. Jangan takut ya”, hibur tuan Mike. “Tapi…, tapi…”, Angel masih tidak percaya dengan omongan daddnya. Diusianya yang tujuh tahunan tersebut Angel adalah seorang anak yang cerdas.

“Sungguh terlalu, bahkan anda melakukan perbuatan hina ini dengan membawa anak-anak anda?”, tanya pria bertubuh besar ini disertai cibiran dan kata-kata hinaan. Begitu juga mereka yang berkumpul mengelilingi menyaksikan kejadian itu. “Aku tidak akan memberimu pelajaran lebih dari ini, aku malu jika harus melakukannya didepan anak-anakmu”, lanjut pria bertubuh besar ini dan diiringi tepuk tangan orang-orang disekelilinginya memuji kemurahan dan kebaikan tuan berbadan besar ini. Tak lama kemudian datanglah dua orang polisi menghampiri keramaian itu.

“Apa yang terjadi?”, tanya polisi dengan tubuh agak gemuk pada tuan bertubuh besar ini. “Selamat siang pak, namaku George. Aku baru saja ingin menghubungi polisi dan melaporkan pencurian yang dilakukan bapak ini”, lanjut pria bertubuh besar ini yang ternyata bernama George. Polisi bertubuh gemuk ini mendekati tersangka yang dimaksud dan dia begitu terkejut. “Tuan Mike? apa yang terjadi?”, sapanya hampir tidak percaya.

Akhirnya, semuanya terselesaikan dengan baik. Tuan Mike dibawa seorang polisi keklinik terdekat untuk mendapatkan perawatan pada bibirnya yang luka. Sedangkan polisi yang gemuk tadi masih berkumpul dengan George dan kerumunan yang ada. “Apa maksud bapak bukan orang itu pelakunya? jelas-jelas aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dia mengambil kalung itu dari mobilku. Kalau bukan lalu kenapa dia dekat membungkuk dimobil itu?’, protes George disertai anggukan setuju beberapa pria dan wanita yang mendukungnya.Polisi yang bertubuh tambun ini hanya menghela napas kecil. Katanya.

“Tahukah kalian siapakah orang yang kalian maksud pencuri itu?”, tanya polisi pada semua yang ada disana. “Tentu saja, seorang gelandangan, seorang pencuri”, lanjut George diselingi tepuk tangan berkali-kali. “Apakah kalian yakin dengan apa yang kalian pikir itu?”, tanya polisi bertubuh tambun ini dengan mimik muka yang mulai serius?”.

“Aku memang tidak 100% menyakininya, tapi aku 100% melihatnya, dan aku yakin dia adalah pencu…”, belum selesai berucap polisi bertubuh gemuk tersebut memotong pembicaraan George, “Maka butakanlah matamu!”. Seketika saja semua kerumunan disana terhenyak dan terdiam dengan ucapan polisi bertubuh tambun ini. Mereka tidak percaya seorang polisi akan mengucapkan kata-kata seperti itu.

“Maafkan aku saudaraku atas kata-kataku tadi. Tapi aku akan mengulang lagi kata-kataku jika kalian masih mempertahankan apa yang kalian katakan hanya berdasarkan apa yang dilihat MATA dan didengar TELINGA kalian. Aku bukan membelanya. Aku telah mengenal dia yang kalian sebut gelandangan itu selama bertahun-tahun. Dan aku katakan pada kalian, dia mempunyai nama selayaknya kalian, dan dia bernama Mike. Tuan Mike”.

“Pencuri yang anda maksud yang mencuri barang-barang dari kendaraan mewah seperti yang anda tuduhkan pada tuan Mike telah kami tangkap beberapa hari yang lalu. Dan dari pengakuannya dia memang sering mencuri dari sebuah mobil sports warna merah tanpa kap yang diparkir disini. Itulah kenapa aku sangat yakin bukan tuan Mike pencurinya”.

“Seandainya kalian mengenalnya sepertiku yang mengenalnya bertahun-tahun lamanya dan beberapa lainnya, kalianpun akan akan bersikap sama sepertiku sekarang. Aku memang polisi. Aku bahkan sering berbuat salah, tapi aku juga tidak ingin menyalahkan apa yang sendiri belum kuyakini kebenarannya. Dan untuk kasus ini, aku membela tuan Mike”.

“Belum pernah kulihat pria sejujur tuan Mike dalam karirku sebagai seorang penegak hukum dikota ini selama puluhan tahun. Dia boleh saja dicap gelandangan, pencuri, penjahat jalanan dan lainnya, tapi jika dia telah disakiti kami yang mengenalnya siap menukar nyawa untuk membelanya. Selama puluhan tahun ini, entah sudah berapa ratus orang yang telah ditolongnya. Bagi kami dia adalah lambangKEJUJURAN & KETULUSAN bagi kota ini”.

“Dulu, saat  mendiang istrinya masih ada, setiap minggu seperti hari ini, saat kita semua terlelap dalam hangatnya kasur kita, mereka berdua dengan baju seadanya melawan dingin pagi membersihkan jalan-jalan ini dari sampah. Saat kami mengetahuinya dan melarangnya, tahukah apa yang dikatakannya? mereka berkata, biarkan pekerjaan rendahan ini yang kami kerjakan sehingga saat pagi kalian terbangun bisa dengan suasana hati lebih ceria karena telah jalan-jalan bersih semua”.

“Dan, saat istrinya yang sangat dicintainya meninggal dunia karena ditabrak seoorang pemabuk, dia melarang kami semua melakukan tindak kekerasan pada pemabuk itu. Padahal kami semua sudah siap membunuh pemabuk itu dan masuk penjara, tahukah apa yang dikatakanya? Maafkanlah dia, dia mungkin banyak masalah sehingga menjadi mabuk karena masalahnya tidak terselesaikan. Ini hanyalah kecelakaan saja. Biarkan hukum dikota ini yang menentukannya”.

“Mungkin kalian berpikir dia pria atau suami yang tidak menyayangi istrinya atau istilah lain apalah, tapi setiap pagi sebelum matahari terbit, jika kalian mengintip dari jendela kalian kejalanan ini, kalian akan mendapatkan seorang pria yang menanggis sampai kering air matanya sambil membersihkan jalanan seorang diri. Saat pagi tiba dia memakai topeng ceria demi putra-putrinya yang masih belia, tapi saat kedua malaikat kecilnya terlelap dalam mimpinya, dia akan membuka topengnya dan mulai…”, polisi bertubuh tambun ini tak mampu menyelesaikan ceritanya. Seketika saja kerumunan itu terdiam. Mereka hampir tidak percaya dengan apa yang barusan didengar telinga mereka.

Beberapa dari mereka memang pernah mendengar cerita seperti itu, tapi mereka tidak tahu siapa orang itu. Kini mereka menemukan kenyataan yang sebenarnya. Mereka begitu menyesal karena HANYA MENILAI DARI APA YANG DILIHAT dan DIDENGAR  saja tanpa mencari tahu KEBENARANYA. George yang paling terpukul setelah mendengar cerita itu. Dia begitu menyesal. Saat dia hendak bertanya meminta polisi tambun ini mengantarnya ketempat tuan Mike berobat, dari belakangnya terdengar suara kecil tanggis memanggilnya.

“Tu..tu…an, ma..afkan daddy ya…, Jangan tangkap daddy…., kami yang salah. Kami tidak tahu kelereng itu punya tuan…. Ini makan siang kami tuan, kami akan mengurangi makan siang kami untuk menabung supaya bisa membayar tuan. Kami janji tidak akan ambil kelereng tuan lagi…, jadi tolong jangan tangkap daddy ya, kami hanya punya daddy…, mommy sudah pergi…”, kata Angel menanggis sangat lirih takut ayahnya ditangkap.

Seketika saja tempat itu meledak dengan tanggisan dan penyesalan bagi yang mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Dipeluknya malaikat kecil bernama Angel itu oleh George. Lalu mereka menanggis bersama disertai tanggisan semua yang melihat indahnya hati seorang putri kecil yang begitu menyayangi ayahnya. Pria besar ini begitu menyesali apa yang telah dilakukan sebelumnya dan disatu sisi dia juga sangat mensyukuri semuanya karena dia diberi pelajaran yang sangat berharga oleh seorang malaikat kecil yang bernama malaikat juga.

“Tidak sayang…, tidak…, pamanlah yang seharusnya ditangkap karena telah membuat kamu menanggis. Daddymu tidak akan ditangkap. Paman janji. Dan paman berjanji padamu juga, mulai sekarang daddy, kamu dan adikmu tidak perlu mendapatkan perlakuan hina yang seperti paman lakukan. Maafkan paman ya sayang…, maafkan paman yang jahat ini…”, kata George dengan air mata yang semakin deras.

“Benar ya paman…, paman tidak bohong? Daddy tidak ditangkap kan?”, tanya Angel dengan mata berbinar-binar. “Iya sayang, paman janji…, paman berjanji dengan nyawa paman sendiri. Sekarang maukan kamu membawa paman ketempat daddymu? paman ingin minta maaf padanya”, balas George sambil mengusap penuh sayang air matanya Angel. “Iya, paman. Iya, ayo ikut aku paman…”, jawab  Angel begitu senangnya. Lapar, tanggis, dan roti yang ditangannya telah dilupakannya. Yang paling baginya adalah ayahnya bisa bersamanya. Semua yang disana mengikuti Angel ketempat ayahnya dengan pelajaran baru yang didapatkan dari seorang anak manusia berhati malaikat pemberian surga.

Oya, jika kamu bertanya siapa AKU yang menarasi cerita ini, aku hanyalah mahkluk ciptaan-Nya. Bedanya aku diberi sepasang sayap dipunggungku. Hari ini aku diberi tugas oleh DIA yang maha pengasih untuk mencatat semua kisah indah didunia. Kamu tidak akan pernah bisa melihatku, tapi aku selalu mencatat apa yang kamu perbuat dalam keseharianmu. Jadi Ingatlah aku selalu sebelum kamu melakukan sesuatu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s