Sebuah doa kecil


I'm not angel, i'm Angela

“Sayang, apa yang kamu inginkan nanti diulang tahunmu yang kelima?”, Tanya nyonya Mike pada putrinya yang hendak merayakan ulang tahunnya minggu depan. Dengan mata berbinar-binar gadis kecil yang ditanyai nyonya Mike ini memainkan rambut pirangnya sambil tersenyum. Sungguh senyuman yang manis sekali. Lalu dia berlari kecil sambil mengelilingi nyonya Mike dan berteriak, “Aku mau Angela”.

Angela adalah nama sebuah boneka sederhana yang sangat disukai Michelle putri nyonya Mike. Dengan bola mata besar biru langit, rambut panjang lurus keemasan, topi pantai merah dikepalanya ditambah gaun putih renda yang dikenakannya sungguh sangat cantik dibalik kesederhanaan buatan tangan itu.

Setiap pagi saat berangkat kesekolah, Michelle selalu meminta ibunya agar berhenti sebentar dimana Angela duduk manis dipajang disebuah toko boneka. Sudah berbulan-bulan Michelle menginginkan boneka itu, tapi karena keterbatasan ekonomi nyonya Mike, Angela masih belum bisa dibawa pulang oleh Michelle.

Beberapa kali memang Michelle merengek-rengek agar segera dibelikan oleh ibunya, tapi dengan sabar sang ibu menyakinkan putrinya  agar menunggu sebentar sampai hari ulang tahunnya. Padahal yang sebenarnya adalah uangnya belum cukup untuk membeli boneka yang sangat disayangi putrinya itu.

Bagaimana dengan suami nyonya Mike? Jika pertanyaan itu langsung ditanyakan pada nyonya Mike, mungkin air matanya akan mengalir lagi sampai kering. Diusianya yang masih terbilang muda, nyonya Mike harus kehilangan orang yang paling cintainya dalam sebuah kecelakaan mobil.

Catharina de Angelis. Itulah nama lengkap nyonya Mike sebelum menikahi pria idaman dan berganti nama. Diwaktu mudanya nyonya Mike adalah gadis muda yang sangat cantik dan dincar para pria muda dikotanya. Dari yang buruh sampai pengusaha menginginkannya menjadi pasangan hidupnya. Tapi, pilihannya jatuh pada seorang pria sederhana yang bernama Mike.

Selama beberapa tahun bersama, nyonya Mike sangat bahagia. Tuan Mike adalah seorang humoris dan selalu membuatnya tidak bisa berhenti tertawa dengan kata-kata mesra suaminya. Segala suka dan duka mereka melewati bersama. Pernah mereka hampir diusir karena tidak mampu melunasi sewa rumah kecil mereka. Dan dalam tekanan batin dan mental yang sangat hebat tersebut, suaminya sering membuatnya tertawa dan semangat kembali.

Tapi, kebahagiaan itu ternyata tidak bisa mereka nikmati selamanya. Saat tuan Mike pulang kerja dari kantornya, ditengah jalan dia melihat seorang wanita yang sepertinya dilanda kesedihan mendalam hendak mengakhiri hidupnya. Dari jauh dilihatnya sebuah mobil melaju dengan sangat cepat. Tanpa komando dari otaknya tuan Mike langsung berlari dan mendorong wanita yang baru dilihatnya itu. Dan, BRRAAAKKK…, tuan Mike tergeletak dijalanan dengan darah mengalir deras.

“Mike…, Mike…,”, panggil istrinya saat berada dirumah sakit. Matanya bengkak karena air mata. Rambutnya berantakan sekali. Suaranya parau dan dalam. Dengan kesadaran yang tersisa, Mike mencoba tersenyum dan membelai wajah istrinya yang sangat cantik dalam keadaan yang sangat lemah.

“H..a..ha..ii.. sa..y..ang…”, ucap tuan Mike lemah. “I..Iya.. sayang, ada apa? Jangan takut, aku sudah ada disini untukmu. Aku tidak akan meninggalkanmu, maka dari itu kumohon dan ini satu-satunya permintaanku, jangan tinggalkan aku dan putri kita”, jawab nyonya Mike dengan suara yang sangat berharap. Air matanya tidak bisa keluar lagi karena telah kering, hanya sisa isak tanggis yang terdengar.

“Ba..bagaimana…, ke..ke…ada..ann… wa..n..i..ta… yang ku..to..llongg?”, Tanya tuan Mike semakin melemah. “Dia baik-baik saja sayang. Berkat kamu dia tidak apa-apa, hanya sedikit lecet dikakinya. Sekarang yang lebih penting kamu sayang. Jangan banyak bicara lagi ya…”, pinta nyonya Mike sambil memegang tangan Mike dengan erat.

“Syu…syukurlah…”, jawab tuan Mike dengan suara yang terdengar lega. “Sa..sa..yang…, kamu adalah… anu..gerah…terin..da..h…dal..am..hi..dup..ku….”. Setelah itu hanya tanggisan dan teriakan nyonya Mike yang memilukan memenuhi kamar itu.

Itulah kisah dua tahun lalu yang menjadi kenangan paling membekas dalam hati nyonya Mike. Awalnya memang nyonya Mike tidak bisa menerima kenyataan yang ada apalagi putrinya masih begitu belia. Tapi, berkat dukungan sahabat-sahabat baiknya dan keluarga tercinta nyonya Mike bisa bangkit kembali. Tentunya semangat utama yang didapatkannya adalah putri satu-satunya.

Akhirnya hari yang dinanti tiba, Michelle merayakan ulang tahunnya yang kelima. Ulang tahun putri kesayangannya itu hanya dihadiri keluarga dan sahabat dekat saja. Walaupun yang hadir tidak sampai 10 orang, tapi suasananya sangat menyenangkan. Michelle terlihat begitu sangat bahagia apalagi mendapatkan begitu banyak kado dihari ulang tahunnya.

Setelah hampir 3 jam merayakan ulang tahun Michelle, para undangan pun berpamitan pulang. Jam dinding menunjukan jam 9 lewat. Sekarang hanya tinggal Michelle bersama ibunya dan tentu saja bersama semua kado terutama boneka yang didapatnya.

Banyak sekali boneka-boneka cantik dan mahal-mahal lagi yang mengitari Michelle.  Padahal yang hadir hanya beberapa orang, tapi hadiah yang diterima lebih dari 20an. Bahkan ada yang memberikan gaun yang bagus dan mahal sekali pada nyonya Mike padahal  ini ulang tahun putrinya.

“Mommy, mana Angela?”, Tanya Michelle pada ibunya sambil merebahkan dirinya dipangkuan ibunya dengan senyum yang manis sekali. “Lho, bukannya Michelle sudah punya banyak boneka? Kenapa masih mencari Angela lagi. Semuanya cantik-cantik dan lebih mahal dari Angela lho”, jawab nyonya Mike sedikit bingung.

Ya, siapapun akan bingung melihat pertanyaan Angela. Boneka yang didapatkannya boleh dikatakan dibuat oleh  kualitas nomor satu. Untuk membelikannya satu boneka saja seperti itu mungkin nyonya Mike harus bekerja berbulan-bulan bahkan tahunan untuk bisa membelikannya. Jika dibanding Angela yang hanya buatan tangan sederhana, rasanya tidak akan yang memilih Angela.

“Aku lebih suka Angela. Semua boneka yang kudapat memang cantik-cantik, tapi aku tetap lebih suka Angela. Jadi, ayo dong mi, Angelaku mana? Mommy sembunyikan kan?”, peluk Michelle manja sambil memainkan kepalanya pada perut ibunya. Keduanya tertawa dan untuk sementara lupa tentang Angela.

“Terimakasih banyak ya mommy, Michelle senang banget dech dapat Angela dari mommy…”, dan “Cup…”, sebuah kecupan manis dan mesra mendarat dipipi nyonya Mike saat mengantar putri kesayangannya itu kekamar tidurnya. “Aku sayang mommy banget. Sayang, sayang banget”, kecup Michelle berkali-kali pada pipi nyonya Mike.

“Iya, mommy juga sangat sayang kamu, karena kamu adalah malaikat mommy yang memberikan cahaya menuntun mommy disaat gelap”, balas nyonya Mike sambil mencium putrinya berkali-kali tidak mau kalah. Keduanya tertawa. Sangat bahagia.

“Oke de, sekarang Michelle bobo ya. Besok kan hari minggu, seperti biasanya kita akan jalan-jalan ditaman. Michelle berdoa dulu ya sebelum bobo”, kecup nyonya Mike pada kening Michelle. “Angela boleh ikut kan mommy?”, Tanya Michelle dengan mata sayunya yang dibuat-buat seakan-akan memelas. Nyonya Mike hanya tertawa kecil melihat tingkah putrinya yang gemesin. “Tentu saja sayang”, jawab nyonya Mike penuh sayang dan meninggalkan putrinya bermain sebentar dengan Angela.

Setelah membereskan sisa-sisa berantakan pesta ulang tahun putrinya, nyonya Mike pun hendak berangkat tidur. Badannya terasa lelah karena tuntuntan kerja sebagai orang tua tunggal. Saat melewati kamar putrinya nyonya Mike menyempatkan untuk melihat putri kecilnya sudah tidur atau belum. Dibukanya pintu itu pelan-pelan.  Saat terbuka sedikit nyonya Mike mendengar suara kecil yang sangat dikenalinya. Dan suara kecil itu sedang berdoa.

“Ya Tuhan, aku sangat berterimakasih padaMu karena selalu menjaga mommyku. Aku tidak perlu apa-apa selain mommyku. Maafkan aku ya Tuhan karena aku meminta mommy membelikanku Angela. Aku tahu mommy pasti menabungnya sangat lama untuk membelikanku”.

“Aku sangat sayang mommy Tuhan. Dan aku meminta mommy membelikanku Angela karena aku ingin jika nanti mommy ketempat daddy, aku ada teman bermain. Dan aku ingin mommy tahu bahwa ada Angela yang menjagaku. Jadi, kalau mommy rindu sama daddy, aku tidak apa-apa kalau mommy kesana. Kan ada Angela yang menemaniku dan menjagaku”.

“YaTuhan, aku sering melihat mommy menanggis melihat foto daddy. Dan aku juga sangat rindu sama daddy yang tidak mau pulang dari rumah sakit. Aku tahu daddy menolong orang sehingga tidak bisa pulang, daddy kan dokter Tuhan. Aku mohon Tuhan jangan marah Daddy ya karena tidak menemaniku bermain. Aku juga mohon Tuhan tidak cubit daddy karena tidak pulang sehingga mommy sering menanggis karena rindu”.

“Ya Tuhan, aku ingin mommy bahagia. Tolong dengarkan doaku ya Tuhan, aku mohon suruh daddy pulang walaupun hanya sehari saja. Mommy sangat mencintai daddy seperti aku merindukan daddy. Jika memang daddy tidak bisa pulang, setidaknya ijinkan kami berdua yang kesana. Dan jika mommy tidak bisa pergi karena menjagaku, ijinkan aku yang tinggal dirumah bersama Angela. Asal mommy bahagia, aku sudah sangat bahagia”.

“Ya Tuhan, kabulkanlah doaku ya. Aku sangat sayang mommy. Sangat sangat sayang sekali. Amin”. Setelah itu Michellepun tertidur sambil tersenyum manis memeluk Angela.

Dibalik pintu kamar putrinya, nyonya Mike menutup mulutnya dengan tangannya agar isak tanggis haru dan bangga tidak menganggu doa putrinya yang sangat sempurna. Diusianya yang masih belia, dia sangat dewasa dalam berucap doa. Butiran-butiran permata yang membasahi wajah cantiknya bukanlah air mata terluka, tapi air mata yang sangat sangat bahagia.

Ya, Michelle awalnya tidak tahu ayahnya telah meninggal. Yang dia tahu ayahnya berada dirumah sakit terakhir harinya mereka bertemu. Karena tidak tega dan belum bisa menerima kenyataan kehilangan orang yang sangat dicintainya, nyonya Mike berbohong bahwa daddynya Michelle tidak bisa pulang karena kerja sebagai dokter.

Awal kebohongan nyonya Mike demi kebaikan putrinya justru membuat nyonya Mike menyesalinya. Biar bagaimanapun kebenaran pasti terungkap. Hanya waktu yang membedakannya kapan. Masih dalam isak tanggis yang hampir sejam dibalik pintu itu, nyonya Mike masuk dan menghampiri putrinya yang telah tertidur pulas.

Wajahnya begitu cantik. Dalam tidurnya pun dia masih tersenyum manis. Sekali-kali nyonya Mike melihat putrinya tertawa kecil. “Pasti dia bermimpi indah”, kata nyonya Mike dalam hati. Lalu dalam tidurnya putrinya bergumam, “Aku sayang Daddy…”, sambil tersenyum manis sekali. Ternyata putri kecilnya bermimpi bertemu daddynya.

Air mata nyonya Mike mengalir untuk kedua kalinya. Ternyata pria yang sangat dicintainya tidak meninggalkan mereka. Secara fisik memang tuan Mike telah tiada, tapi ketika kenangan kita akan seseorang dijaga, maka dia akan selalu ada yang tentunya dalam bentuk yang berbeda. Dikecupnya putri kecilnya itu dengan sangat mesra. Malam itu nyonya Mike belajar hal yang lebih indah dari sekedar hadiah dan Angela, dan pelajaran itu diperoleh dari putrinya yang masih belia.

Kini setelah puluhan tahun berlalu, Michelle telah tumbuh dewasa dan memberikan cucu-cucu yang lucu pada mommynya. Kesetiaannya pada pria yang sangat dicintainya membuat nyonya Mike mengambil keputusan tidak ingin menikah lagi. Padahal begitu banyak yang simpati padanya dan benar-benar ingin menikahinya. Tapi semua ditolaknya dengan sopan dan halus dengan alas an bahwa tuan Mike “masih” bersamanya.

Setelah semua berkumpul bersama, Michelle dan suaminya membawa kue ulang tahun yang sangat cantik hiasanya dengan angka bertuliskan 88 diaatasnya. Dengan bola mata biru khas dirinya, rambut pirang keemasan yang telah memutih semua, mommynya Michelle tersenyum dan mulai meniup lilin itu. Semua bersorak dan menyanyikan lagu ulang tahun. Dan akhirnya saat pemberian hadiah.

“Mommy, ini hadiahku untukmu, semoga mommy mau menerimanya ya”, kata Michelle dengan mata berkaca-kaca dan mengecup pipi mommyna dengan mesra. Mommynya Michelle menerima hadiah itu dengan senyuman yang manis sekali. Dibukanya hadiah itu. Dan, seketika air mata wanita ini menetes membasahi wajahnya.Dia tidak percaya apa yang barusan diterimanya.

Dipeluknya Michelle dengan hangat dan penuh sayang. Mereka berdua menanggis bersama mengingat kembali kenangan yang ada pada hadiah itu. Kenangan yang tidak akan pernah bisa dimakan usia. Dan kenangan itu hanya mereka berdua yang tahu rahasianya. Lalu mereka mendudukan “kenangan” itu disebuah meja. Mereka saling memandang dan bersamaan berkata.

“Hai Angela…”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s