Sebuah janji manis


"Kebahagiaan mamamu dan kamu adalah kebahagiaanku"

Suatu malam ayahku mengajak aku dan ibuku pergi berbelanja disebuah mall. Aku berdandan sebagaimana remaja pada umumnya, sedangkan ibuku, wow! dia berdandan sangat cantik. Padahal kami hanya kemall sekedar menghabiskan malam saja. Sesampainya disana, seperti biasa kami mencari kebutuhan rumah dahulu. Setelah itu baru mencari kebutuhan masing-masing. Saat aku lagi asyik memilih barang belajaan, ayahku menarik tanganku dan menjauh dari ibuku.

“Jessica, ada yang ingin papa bicarakan”, kata ayahku sambil tersenyum. Sejujurnya, ayahku tersenyum manis sekali, tetapi karena dia pria kuralat jadi senyumannya tampan sekali.

“Coba lihat wajah mamamu, begitu bahagia dan mempesona. Papa ingin kamu berjanji untuk selalu membahagiakan mamamu ya. Jangan pedulikan kebahagiaan papa, karena melihat mamamu yang tersenyum bahagia sudah merupakan kebahagiaan bagi papa, apalagi ditambah hadirnya dirimu pada keluarga kecil kita”, kata ayahku sambil terus memandangi ibuku tanpa berkedip.

Aku begitu bangga mempunyai seorang papa yang begitu mencintai mama dan rela menukar kebahagiaannya demi wanita yang dicintainya. Saat sedang menikmati suasana membahagiakan itu, ibuku memanggilku dari jauh. Akupun pamit sebentar pada ayahku dan berlari kearah ibuku.

“Sayang, apa yang kamu bicarakan dengan papamu? kalian terlihat sangat senang sekali”, tanya ibuku tersenyum penasaran. “Hehehe, rahasia aku dan papa dong?”, jawabku mengoda ibuku. “Oh gitu ya, sudah pakai rahasia-rahasian sama mama ya?”, balas ibuku pura-pura cemberut. Bahkan disaat cemberut ibuku sungguh manis dan cantik sekali.

“Sayang, mama ada satu permintaan kecil dan mama ingin kamu berjanji sama mama ya”, kata ibuku sambil membelai wajahku. “Apa itu ma? aku berjanji akan menepatinya”, jawabku sedikit penasaran.

“Coba lihat wajah papamu yang disana”, kata ibuku sambil melambaikan tangan pada ayahku yang asyik menunggu kami didepan sambil menikmati minumannya. “Betapa bahagia wajahnya bukan”, lanjut ibuku sambil tersenyum manis sekali.

“Mama ingin kamu berjanji untuk selalu membahagiakan papamu, kamu tidak perlu membahagiakan mama tapi bahagiakanlah papamu, karena melihat wajah papamu yang begitu bahagia disana adalah kebahagiaan mama paling indah”, kata ibuku. “Tapi jangan sampai papamu tahu ya”, lanjut ibuku sambil memandangiku penuh makna.

Kupeluk erat sekali ibuku. Aku hampir menanggis didalam pelukannya itu. “Aww, ada apa ini sayang? kok tiba-tiba jadi manja?”, tanya ibuku sambil mengelus rambut pirang panjangku. “Banyak yang lihat lho, apa kamu tidak malu?”, goda ibuku membalas godaanku yang sebelumnya.

“Tidak ada apa-apa ma, aku cuma pengen peluk mama saja. Aku tidak malu kok, aku malah sangat  bangga punya mama dan papa seperti kalian”, jawabku sangat bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s