Pesta dansa


"Kamu mungkin tidak menyadarinya sampai kamu membela dia"

“Angel sayang, mengapa kamu bermasam muka? jelek lho”, tanya seorang wanita cantik dengan rambut pirang bergelombang diikat model ekor kuda. Senyumannya sangat manis. “Aku bingung ma, nanti malamkan ada pesta dansa. Aku bingung mau ajak siapa”, jawab seorang remaja putri yang mulai beranjak dewasa yang secantik wanita yang bertanya.

“Bagaimana kalau Alex, dia kan tampan dan atletis”, tanya wanita cantik ini lagi ternyata ibunya Angel. “Hm, Alex memang tampan, tapi dia playboy ma. Aku tidak suka pria yang seperti itu walupun aku juga mengaguminya”, jawab Angel sedikit tersipu.

“Kalau begitu Johan saja, dia kan kaya dan dia selalu memberikanmu hadiah mahal. Jadi dia mungkin bisa membuatmu dan memperlakukanmu bagaikan putri sungguhan”, goda sang ibu. “Johan sih memang kaya, tapi cuma itu yg bisa dibanggainnya. Lagian aku tidak terlalu suka dengan hadiah mahal yang dia beri”, jawab Angel menghela napas panjang.

Sang ibu tersenyum, lalu dipeluknya putrinya itu.

“Sayang, kamu mau sama siapa saja boleh kok, asal jangan ajak George saja. Dia kan terlalu biasa buat Angel yang cantik. Dia juga hanya seorang pelayan cafe, dia pasti tidak co…”, belum selesai wanita cantik ini berkata, Angel memotong perkataan ibunya.

“Ma, justru aku sekarang ingin mengajak George. Mama boleh menilainya biasa atau jelek sekalipun. Tetapi George adalah temanku yg paling kusayang. Dia selalu ada untukku. Dia selalu menghiburku. Dia memang tidak setampan Alex dan tidak sekaya Johan. Tapi bagiku senyumannya adalah yang paling tampan dan sikapnya adalah yang paling kaya.”.

“Mama selalu mengajarkanku supaya tidak menilai seseorang dari fisik dan materinya, tapi kenapa malam ini mama justru…”. Angel terdiam mendapati jari ibunya menempel dibibirnya. Angel melihat ibunya tersenyum manis sekali.

“Sayang, mama sengaja memanaskanmu supaya kamu tidak bingung siapa yang hendak kamu pilih sebagai pasanganmu kepesta dansa. Dan, ternyata mama tidak salah menilai kamu dalam menilai seseorang. Kamu mungkin tidak menyadarinya sampai kamu MEMBELA dia”.

KUALITAS seorang pria tidaklah ditentukan oleh KUALITAS FISIKNYA ataupun KUALITAS KEUANGANNYA walaupun itu juga baik. Tetapi kualitas pria TERBAIK selalu ditentukan oleh KUALITAS PRIBADINYA. Sekarang kamu tidak bingung lagi kan siapa yang hendak kamu bawa kepesta dansamu?”, tanya wanita cantik ini pada Angel.

Keduanya tersenyum. Manis sekali. Mereka saling berpelukan. Sambil mencium pipi mamanya, Angel membisikkan sesuatu yang manis ditelinga ibunya. Sang ibu tertawa kecil mendengar bisikan itu.

“Akan kutunggu waktu itu datang sayang dan mama dengan senang hati merestuinya”, jawab wanita cantik ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s