Sempurna


"Sebelum kamu berhenti mencari yang sempurna, selama itulah yang kamu temukan adalah luka"

“Guru, mengapakah aku selalu menemukan seseorang yang bukan untukku dan sering menyakitiku?”, tanya seorang pemuda pada seorang pertapa yang terkenal bijaksana. Pemuda ini terlihat begitu putus asa dan lelah.

“Baiklah, menurutmu bunga warna apa yang lebih indah disana?”, tanya sang guru sambil menunjuk hamparan bunga didepan mereka.

“Yang merah cantik, tapi berduri. Yang putih indah, tapi biasa. Yang Kuning menarik, sayang kurang cantik. Yang unggu ayu, tapi mudah layu”, jawab sipemuda dengan mimik wajah serius sambil menilai apa yang dilihatnya.

Sang pertapa tertawa kecil. Katanya pada pemuda itu memberi nasehat.

“Anak muda, kamu bertanya mengapa kamu sering menemukan yang bukan untukmu dan sering menyakitimu bukan? Sesungguhnya kamulah yang MENGUNDANG mereka datang padamu”.

“Kamu terlalu menginginkan yang SEMPURNA sehingga yang terbaik menjadi biasa dan yang biasa menjadi tidak berwarna”.

“Semakin kamu ingin mencari yang lebih baik, semakin jauh kamu menarik yang tidak baik. Mungkin kamu menemukannya, tetapi saat ada yang lebih baik lagi, maka yang telah baik sebelumnya akan kamu tinggal pergi”.

“Anak muda, sebelum kamu berhenti mencari yang sempurna, selama itulah yang kamu temukan adalah luka. Ingatlah, yang sempurna bukanlah yang luar biasa melainkan yang SEDERHANA tapi membuatmu luar biasa”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s