Sumpit yang patah


"Sekarang, kita telah sama. Masihkah kamu mau memintaku meninggalkanmu karena alasan kamu tidak sempurna ?"

Pada jaman dahulu kala, hiduplah sepasang sumpit yang bahagia. Kemana-mana mereka selalu berdua dan tidak mau berpisah. Suatu hari ketika mereka bermain disungai, sumpit yang satu terbawa arus dan terjadi hal yang tidak diinginkan. Tubuhnya patah menjadi dua terbentur batu. Ketika diselamatkan sumpit patah ini hanya tinggal setengahnya.

Merasa dirinya tidak sempurna lagi, sumpit patah ini menghindari kekasihnya. Ia tidak ingin menjadi beban karena ia sudah tidak sama ukurannya. Ia bahkan meminta agar kekasihnya meninggalkannya dan mencari sumpit yang baru dan utuh.

Mendengar kekasihnya yang bersedih dan putus asa, sumpit yang masih utuh ini pun pergi meninggalkannya.

Tiga hari telah berlalu, sumpit patah ini didatangi oleh kekasihnya. Betapa terkejutnya sumpit patah ini melihat kekasihnya. Ia SAMA dengan dirinya.

“Apa yg terjadi denganmu?”, tanya sumpit patah ini tidak percaya apa yg dilihatnya. Kekasihnya hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu. Dikecupnya sumpit patah ini, katanya.

“Maafkan aku sayang, aku pergi meninggalkanmu selama tiga hari untuk mencari orang yang bisa memotong tubuhku ini. Jika kamu berpikir aku akan meninggalkanmu yang telah sekian lama menemaniku dalam suka dan duka hanya karena kamu patah, maka kamu telah salah menilaiku”.

“Aku tahu kamu pasti tidak akan mendengarkan alasanku jika aku masih ingin bersamamu APAPUN KONDISIMU. Aku tahu kamu pasti berpikir kamu akan menjadi beban bagiku dengan tubuh seperti itu, maka dari itu, daripada aku berjanji dengan kata-kata yang hanya enak didengar telingamu dan belum tentu kamu setuju, aku memilih MEMBUKTIKANNYA dengan ketulusanku”.

“Sekarang, kita telah sama. Masihkah kamu mau memintaku meninggalkanmu karena alasan kamu tidak sempurna ?”, tanya sumpit ini pada kekasihnya dengan senyuman yang sangat indah.

Dengan air mata bercucuran terharu dan bahagia, sumpit patah ini hanya bisa tertunduk dan bersyukur mempunyai kekasih yang begitu SETIA. Ia tidak menyangka justru kekasihnya lebih menyayanginya daripada dirinya. Kini, apapun alasannya dan keadaannya, mereka berjanji akan selalu bersama selamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s