Hati yang mendengar


Listen with your heart

Disebuah toko swalayan, ada seorang ibu tua pengepel lantai yang sangat disukai. Banyak yang ketika hatinya terluka, apakah karena masalah rumah tangga ataupun putus cinta anak remaja, ibu tua ini selalu dicari tuk sekedar tumpahkan beban hati.

Suatu hari, datanglah seorang pemuda yang putus asa mencari ibu tua ini. Pemuda tersebut telah kehilangan segalanya. Pekerjaannya, kekasihnya bahkan tempat tinggalnya. Setelah menemukan ibu tua yang dimaksud dan mendapat ijin menceritakan kesedihannya, lalu curhatlah habis-habisan pemuda ini.

Berjam-jam telah berlalu, pemuda ini pun selesai menumpahkan kesedihannya. Dengan mata sayu dan hati yang terasa lebih lega setelah menceritakan semuanya,  pemuda ini terkejut melihat ibu tua  ini masih mendengarkan dan bahkan menanggis untuknya.

“Ibu yang baik, apa rahasianya ibu begitu peduli padaku? ibu bahkan menanggis untukku ketika yang lainnya justru menjauhiku”, tanya pemuda ini begitu terharu dan ingin menjadi seperti ibu tua tersebut.

Ibu tua pengepel lantai ini tersenyum. Disibaknya rambut dikedua telingannya, dan, ia tidak mempunyai telinga. Pemuda ini sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, jadi bagaimana dia mendengar selama ini?

Seperti bisa membaca pikiran pemuda yang terkejut melihatnya, ibu tua ini meletakkan tangannya didada pemuda ini. Katanya dengan suara yang parau dan pelan.

“Hatimu telah berbicara, dan jika hati yang berbicara maka HATI yang harus mendengarkan juga, bukan telinga”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s