Angelina


Hari ini adalah hari ke-27 aku mengunjunginya dirumah sakit. Dia terbaring lemah dan dalam keadaan “tertidur”.

Masih segar dalam ingatanku ketika dia berpamitan sambil mengecup mesra pipiku. “Aku jalan dulu ya sayang, beberapa hari lagi aku baru pulang. Jangan terlalu rindu padaku ya”, goda kekasihku sambil membawa kendaraanya melaju keluar kota. Paginya kudapatkan telepon bahwa dia mengalami kecelakaan.

Tidak ada luka serius, bahkan tidak ada luka fisik yang berarti. Dokterpun kebingungan apa yang sedang terjadi pada Angelina kekasihku. Dari istilah kedokteran yang tidak kumengerti sama sekali jika dibahasakan dalam bahasa sehari-hari Angelina hanya “tertidur” dan “belum” mau bangun.

Koma? Itulah hal pertama kutanyakan pada dokter yang menanganinya dan dari penjelasan dokter kondisinya berbeda dengan koma.

Ketika bulan menyapa malam, aku berbaring dengan mata berkaca-kaca memandangi fotonya. Aku begitu rindu tawanya. Aku begitu rindu pelukannya. Aku begitu rindu kecupannya. Dan aku belum pernah serindu ini padanya. Dalam tanggisan kecil aku tertidur sambil memeluk fotonya.

Paginya, aku tidak bersiap-siap seperti biasanya pergi menjenguk Angelina dirumah sakit. Aku hanya melihat jam dinding. Aku menanggis tersedu-sedu. Aku takut dan aku takut sekali.

Semalam aku bermimpi pada hari ini aku mendapatkan telepon dari rumah sakit yang mengabarkan bahwa Angelina telah pergi meninggalkanku selamanya. Aku tahu semua itu cuma mimpi tapi aku begitu takut jika benar-benar harus kehilangannya.

Aku semakin menanggis dan menanggis sambil membayangkan bagaimana aku harus hidup tanpa kehadirannya. Bagaimana aku harus melewati hariku dan bagimana aku harus berbahagia jika kebahagiaanku sendiri adalah dia.

Ketika aku tenggelam dalam ketakutanku, telepon diruang tamu berbunyi. Aku begitu terkejut dan otakku menjadi buntu. Mengapa harus pagi ini ada telepon? Apakah mimpiku menjadi kenyataan? Itu yang kutanyakan pada diriku. Dan aku sengaja tidak mengangkatnya.

Setelah beberapa dering, aku memberanikan diriku untuk mengangkatnya. Dan, “Hai Mike, aku sangat rindu padamu.”, terdengar suara yang sangat dan sangat kurindukan. Angelina menelponku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s