SiGorilla


“Aduh”, teriakku kecil terjatuh menabrak sesuatu. Saat kucari tahu apa yang barusan kutabrak, ternyata aku bukan menabrak sesuatu, tapi seseorang. Dan ketika kulihat wajahnya aku langsung pucat pasi. “Mati aku…”, kataku dalam hati parsrah.

Ketika pagi datang, aku merasa enggan mau bangun dari ranjang. Padahal pagi ini pelajaran awal disekolah adalah pelajaran olahraga favoritku – bukan karena aku pandai olahraga, tetapi aku bisa memanfaatkan fisikku yang lemah untuk mencari alasan keruang kesehatan beristrirahat. Tetapi pagi ini dan seterusnya akan berbeda, dan aku yakin akan menjadi kenangan terburuk sampai kelulusanku nanti.

“Mike Bellamy, bawakan tasku!”, perintah seorang wanita yang gemuk dan tinggi besar. Sebenarnya bukan tinggi besar sih, tetapi aku yang kecil kurus jadi dia terlihat begitu besar.

Lalu bagaimana ceritanya aku bisa menjadi bawahannya? Kalian pasti sudah bisa menebaknya, dialah yang kutabrak kemarin saat berlari pulang ketika hujan, dan dia adalah “Gorilla” – julukan yang kami berikan karena tubuhnya yang saking gemuknya dan kasar, seorang cewek penguasa disekolahku dan tidak ada yang berani mengganggunnya.

“Belikan aku roti bungkus 10 buah rasa coklat dan 2 kotak jus rasa lemon, dan cepat…”, perintah Gorilla ini. “U…, u, uangnya…?”, tanyaku terbata-bata tidak berani melihat matanya. Dia berdiri dan diangkatnya tubuhku dengan kedua tangannya. “Maksudmu…”, tanyanya sambil pelototin mataku.

“Ini rotinya, dan ini kembaliaannya…”, kataku lesu. Uang jajanku untuk sehari habis, dan sisanya justru aku harus setor pada Gorilla ini lagi. “Nih satu buat kamu, jangan anggap aku tidak cukup baik padamu”, katanya sambil memberikan satu rotinya. Mataku berkaca-kaca, tetapi bukan karena terharu, aku hampir menanggis membayangkan neraka ini seterusnya.

Berbulan-bulan telah berlalu, aku juga mulai terbiasa dengan “latihan” yang diberikan Gorilla ini setiap pagi. Lucunya, aku yang dulu kaku dan lambat sekarang menjadi lebih lincah. Aku juga menjadi jarang sakit sering karena dipaksa “olahraga” dan berkeringat setiap harinya. “Ada bagusnya juga aku jadi bawahan Gorilla ini”, kataku dalam hati.

“Hei Mike, mulai hari ini kamu harus memanggilku Angelina”, perintahnya padaku suatu pagi saat berangkat sekolah. Aku bagaikan melihat UFO dan Gozilla sedang menyerang dikota. Dia memintaku memanggil namanya? Dan namanya Angelina? Bagian mana dari dia yang seperti Angel (malaikat)?. Aku tertawa sendiri saat mendengar nama aslinya, dan hadiahnya, sebuah pitingan gulat kelas dunia mendarat dikepalaku.

Ternyata Gorilla ini memintaku memanggil nama aslinya adalah sebagai tanda perpisahan. Ini kuketahui ketika besok masuk sekolah Gorilla ini telah pindah sekolah. Pintu gerbang utama sekolah yang selalu kuanggap pintu menuju neraka tiba-tiba ditumbuhi bunga-bunga indah disetiap sudutnya. Papan nama diatasnya yang tertulis nama sekolahku terbaca dimataku menjadi SELAMAT DATANG DISURGA. Aku tidak tahu bagaimana harus mengekspresikan kebahagiaanku lagi.

Hari pertama aku begitu bersemangat kesekolah. Aku tidak perlu lagi membeli roti bungkus berdesak-desakan dikantin. Aku tidak perlu puasa lagi untuk menabung uang jajan buat setoran. Aku tidak perlu lagi membawa tas yang beratnya seperti diisi peralatan fitnes, dan yang terpenting aku bisa berkumpul lagi dengan teman-temanku.

Hari kedua, aku mulai merasa ada yang aneh dengan diriku. Aku memang merasa senang dengan kebebasan yang baru kumiki. Tetapi aku justru merasa terlalu bebas. Aku dari luar terlihat bergembira tetapi dalam hati aku merasa hampa. “Ada apa denganmu…”, lirik sebuah lagu yang pas ketika lagi melamun mendengarkan lagu di-ipodku.

Hari ketiga, akhirnya aku menyadari bahwa aku merindukan siGorilla. Aku merindukan disuruh berdesak-desakan membeli roti. Aku rindu disuruh itu-ini. Aku rindu membawa tasnya yang seperti diisi “besi”, dan aku rindu menyetor uang jajanku untuknya setiap hati. Aku rindu padanya. Aku jatuh cinta padanya.

Puluhan tahun telah berlalu sejak hari itu. Aku sekarang tumbuh dewasa dan tampan. Ya, aku tumbuh menjadi pria atletis, tinggi dan rupawan. Aku bukannya sombong, aku sendiri heran mengapa aku bisa berubah sedrastis itu. Jika dulu aku kurus kecil dan lemah dan dijauhi para wanita, sekarang justru para wanita yang mengejarku dan tentunya wanita cantik dan sexy.

Aku sudah punya pacar? Hahaha…, justru sebaliknya. Aku masih single bahkan diusiaku yang hampir menginjak usia 30. Aku sudah mempunya bisnis sendiri. Aku juga sudah punya rumah dan mobil sederhana sendiri. Rasanya sudah cukup alasanku untuk menunda untuk berkeluarga. Tapi ya aku jujur saja, aku masih teringat pada siGorilla.

Aku tahu kalian pasti mengatakan betapa bodohnya aku masih merindukan seorang wanita yang memperlakukanku dengan seenaknya dan seorang wanita yang bertubuh gemuk lagi? Ditambah lagi sudah puluhan tahun tidak ada kabar? Sejujurnya aku juga mengakui bahwa aku bodoh. Tapi mau bagaimana lagi, seperti kata entah siapa, cinta itu buta.

Ternyata, disuatu pagi saat aku membawa mobilku servis rutin bulanan disalah satu bengkel kepercayaanku, kebodohanku mencintai pada satu wanita dijawab oleh Tuhan. Karena terburu-buru, aku secara tidak sengaja menabrak seseorang. Tidak seperti dulu, kalau aku menabrak sesuatu atau seseorang aku yang jatuh. Sekarang tubuhku berisi dan cukup kekar dan yang kutabrak biasanya akan terjatuh, apalagi yang kutabrak sekarang adalah seorang wanita lagi.

“Maafkan aku nona, aku tidak melihat anda karena terburu-buru…”, kataku sambil mencoba membantunya berdiri. Wanita ini hanya terdiam dan mengambil barang-barangnya yang jatuh. Aku ikut membantunya karena merasa tidak enak hati dan bersalah.

Secara tidak sengaja kupunggut kantong putih berisi makanan didalamnya. Disana ada puluhan roti bungkus rasa coklat. Aku entah mengapa begitu “dejavu” dengan roti bungkus ini. “Inikan roti yang dulu sering kubeli buat siGorilla”, kataku spontan tidak sadar. Lalu kudengar suara yang tidak mungkin kulupakan.

“Siapa yang kamu maksud Gorilla itu hah?!”, tanya wanita yang barusan kutabrak ini sambil melipat tangannya. Kulihat padanya. Rambut panjang pirang keemasan. Bibir manis Angelina Jolie. Tubuh tinggi sexy Kim Kardashian. “Angelina?”, tanyaku tidak percaya.

“Mike Bellamy? Itu kamu?”, tanya wanita cantik ini juga tidak percaya. “Bagaimana…, kenapa kamu…”, tanyaku bingung bercampur senang dan tiba-tiba wanita ini melompat memelukku. “Aku sangat rindu padamu dan aku setiap malam berdoa agar bertemu lagi denganmu. Maafkan aku dulu yang seenaknya padamu Mike…”, kata wanita cantik ini ternyata benar Angelina alias siGorilla.

“Apakah pengantin wanita sudah siap?”, tanyaku pada seorang wanita cantik yang mengenakan gaun pengantin yang sangat indah”. “Sudah dong, cantik sekali bukan?”, jawab seorang wanita setengah baya disampingnya. “Ya, sangat cantik sekali”, jawabku dengan mata berkaca-kaca.

Lonceng berbunyi 9 kali. Burung-burung bernyanyi mengiringi pernikahan suci. Dengan mantap dan pasti kubawa wanita cantik ini kealtar nikah disaksikan para tamu dan undangan terpilih. Kukecup pengantin wanita ini dan kupeluk sebentar.

Rasanya aku tidak ingin melepaskan pelukanku sampai aku melihat pengantin pria mulai tidak sabar ingin menikahinya. Kulepas pelukanku lalu beranjak ketempat duduk yang telah disediakan. Wanita setengah baya tadi yang diruang pengantin wanita duduk disampingku. Kukecup pipinya mesra dan kugenggam tangannya.

“Dia benar-benar mirip denganmu ketika kamu seusia dengannya. Bedanya dia benar-benar seperti seorang Angel (malaikat) sedari kecil, sedangkan kamu…”, ucapanku terhenti karena menerima sebuah cubitan kecil geli diperutku. Kami tertawa kecil bersama mengenang sebentar kenangan dulu. Lalu upacara pernikahan dimulai.

The En…

“Tunggu dulu…”, teriakmu. “Apa yang terjadi dan mengapa siGorilla menghilang waktu dulu?”, tanyamu.

Hehehe…, itu jadi rahasia kami berdua. Dan aku telah berjanji tidak akan menceritakannya pada siapapun. Tentu saja bukan karena aku takut dan diperintah olehnya, tetapi aku ingin kenangan itu menjadi kenangan manis kami bersama. Yang bisa kukatakan adalah.

Kadang, apa yang terlihat buruk diluar justru sebaliknya didalam. Kadang, apa yang terlihat bagaikan benci ternyata adalah cinta. Dan kadang, demi seseorang yang dicintainya seseorang itu akan menghilang dan ingin kembali menjadi yang terbaik bagi yang dicintainya.

Ketika kamu masih mempercayai cinta sejati sekalipun kamu tidak menyadarinya, cinta sejati itu akan mempercayaimu dan akan kembali padamu. “Kebodohanku” bagi lainnya justru menjadi anugerah terindah. Percayalah ketika kamu percaya, jangan pernah mengkhianatinya.

The end.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s