Raja dan pemuda


Dahulu kala, dinegeri EntahDimana hiduplah seorang raja bernama SalahKaprah. Raja SalahKaprah mempunyai istri yang sangat cantik yang selalu setia mendampinginya. Namanya MauTauAja. Raja SalahKaprah mempunyai dua anak laki-laki yang kelak akan mewarisi kerajaannya. Mereka bernama Siapa dan Apa.

Siapa adalah anak yang energik dan nakal sekali. Semua yang dilakukannya selalu membuahkan hasil hembusan napas panjang. Sedangkan Apa adalah anak yang bertolak belakang dengan Siapa. Ia pendiamn dan tidak banyak bicara.

Suatu hari, terjadi hal yang tidak diinginkan. Seorang Pemuda dari kalangan rakyat jelata menghadap raja SalahKaprah.

“Ampun tuanku, hamba datang ingin melaporkan sesuatu berhubungan dengan anak-anak tuan…”, kata Pemuda ini sambil bersujud. Raja SalahKaprah hanya mengambil napas panjang.

“Baiklah, jadi siapa dan apa yang telah dilakukannya?…”, Tanya raja SalahKaprah pasrah menebak pelakunya.

“Ampun tuanku, Siapa yang melakukannya…”, jawab Pemuda ini dengan suara pelan karena takut raja SalahKaprah murka.

“Kenapa kamu bertanya padaku siapa yang melakukannya? Bukankah kamu datang untuk melaporkan tentang anakku?”, Tanya raja SalahKaprah bingung. Pemuda yang mendengar raja SalahKaprah berkata begitu menjadi canggung. Ia berpikir jangan-jangan raja SalahKaprah tersinggung dengan perkataannya.

“Ampun tuanku, maksud hamba adalah Siapa yang melakukannya”, jawab Pemuda ini dengan keringat mulai bercucuran.

“Apa?!…”, teriak kecil sang raja sambil berdiri. Pemuda ini terkejut sekali melihat raja SalahKaprah berdiri dan menjadi takut, Ia mengira raja telah salah kaprah. Spontan ia menjawab, “Ampun beribu-ribu ampun tuanku, hamba tidak tahu tentang Apa, hamba hanya ingin mengatakan Siapa yang melakukannya…”.

“Kamu ini benar-benar cari masalah denganku ya? Tadi kamu bilang ingin melapor tentang anakku, lalu kamu bertanya siapa yang melakukannya dan sekarang kamu bilang tidak tahu apa-apa?”, Kata raja SalahKaprah emosi. “Pengawal…”, teriak raja SalahKaprah.

Pemuda ini semakin takut dan mulai menanggis. “Ampun tuanku, ampun beribu-ribu ampun, bukan itu maksud hamba, tapi maksud hamba adalah…”, belum selesai bicara Pemuda ini ditarik seorang pengawal bertubuh besar. “Tuanku, beri hamba kesempatan sekali lagi tuanku, hamba mohon…”, teriak Pemuda ini.

Raja SalahKaprah menghembuskan napas panjang.

“Baiklah, aku memberimu kesempatan sekali lagi. Dan kali ini aku akan bertanya padamu”, kata raja SalahKaprah duduk kembali. “Terimakasih tuanku, hamba akan menjawab sebaik-baiknya”, jawab pemuda ini langsung bersujud dan sedikit lega.

“Berapakah anakku?”, Tanya raja SalahKaprah.
“Dua.”, Jawab pemuda ini yakin.
“Siapakah nama anakku yang tertua?”, Tanya raja sekali lagi.
“Apa.”, Jawab pemuda ini mantap.
“Kamu tuli ya? Aku tanya siapakah nama anakku yang paling besar?”, Tanya raja SalahKaprah dengan nada agak tinggi.
“Apa.” Jawab pemuda ini bingung.
“Kamu ini, aku telah memberimu kesempatan kamu masih mempermainkanku?”, Tanya raja SalahKaprah mulai emosi.

“Ampun tuanku, hamba menjawab bahwa anak tertua tuanku bernama…”, belum selesai pemuda ini menjawab raja SalahKaprah berdiri dan berkata, “Ini pertanyaan terakhirku, jika kamu salah menjawabnya hukuman mati menantimu. Siapakah nama istriku?”.

Pemuda ini dalam ketakutannya terlihat tersenyum. Air matanya pun mengalir membasahi wajahnya. “Ayo jawab, ini kesempatan terakhirmu…”, kata raja SalahKaprah terlihat semakin marah.

Dengan sangat berat dan pasrah pemuda ini memandangi rajanya. Pemuda ini akhirnya mengerti mengapa banyak teman-temannya yang datang menghadap raja ini melaporkan kenakalan anaknya selalu pulang tinggal nama.

Bukan karena raja tidak mempunyai hati nurani sebagaimana isunya. Bukan karena raja tidak adil sebagaimana yang didengarnya. Tetapi raja ini adalah raja SalahKaprah.

“Apa jawabanmu? Siapakah nama istriku?”,  Tanya raja SalahKaprah terakhir kalinya. Pemuda ini pun tersenyum. Jawabnya.

“MauTahuAja”.

Raja SalahKaprah terdiam. Mukanya merah. Ditunjuknya pengawal yang tadi dipanggilnya. “Bawa pemuda ini dan hukum pancung, dan tuliskan dibawah kakinya bahwa dia telah mempermainkan raja”, perintah raja SalahKaprah.

“Sebelum kamu kuhukum, siapakah namamu yang begitu berani mempermainkanku dan tidak takut mati?”, Tanya raja SalahKaprah terakhir kali. Pemuda ini pun semakin jadi tanggisnya. Dengan senyumannya yang luar biasa pasrah, ia menjawab.

“Namaku, TebakSaja”.

:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s