6 “perintah” membina hubungan yang indah


Membina cinta yang indah bukanlah tentang menemukan seseorang yang tepat, tetapi bagaimana membina hubungan yang tepat.  Cinta juga bukanlah tentang bagaimana kamu membina hubungan awal yang indah, tetapi bagaimana kamu membuatnya indah hingga diakhir usia.

Hubungan yang indah itu haruslah penuh tawa, bahagia, saling menjaga, berbagi bersama dan menikmatinya bersama. Memang bukan berarti bahagia itu harus setiap harinya, tetapi kamu menyadarinya dan MAU menciptakan suasana itu bersama-sama.

Dan inilah 6 “perintah” yang bisa dijadikan renungan dalam membina sebuah hubungan yang indah.

1. Kamu adalah kamu. Dia adalah dia.

Kamu jatuh cinta bukan karena kamu dan dia sama, kamu saling jatuh cinta justru karena kamu dan dia berbeda. Kamu menemukan dalam dirinya ada sesuatu yang telah lama kamu rindukan, dan dia menemukan dalam dirimu ada sesuatu yang sangat rindukan juga.

Jangan  kamu merubah dirimu yang sempurna apa adanya dirimu hanya supaya dia menerimamu, jangan  juga kamu merubah dirinya yang sempurna apa adanya menjadi seperti keinginanmu. Dia adalah dia, kamu adalah kamu, perbedaan itulah yang mempersatukanmu dalam kesempurnaan yang utuh.

2. Jangan membandingkan.

Tidak peduli apakah itu tentang orang tuamu, apakah saudara-saudarimu, apakah sahabat-sahabatmu, apakah teman kerjamu, apakah saingan cintamu ataupun siapa saja, itu adalah hubungan mereka, hubunganmu adalah milikmu.

Sesempurna apa hubungan mereka, seromantis apa mereka, sebahagia apa mereka, itu bukanlah tentang kamu. Kamu mempunyai aturan hubunganmu sendiri, mereka mempunyai aturan mereka sendiri.

Ciptakanlah hubunganmu sendiri dengan aturanmu sendiri. Fokuslah pada hubunganmu, jangan bertanya mengapa hubungan mereka indah. Buatlah hubunganmu sendiri indah dan biarkan mereka yang bertanya mengapa hubungan kalian indah.

3. Jangan mendengar saja, mengertilah.

Salah satu hal yang paling menyebalkan adalah ketika kamu berbicara tetapi tidak didengarkan. Dan satu-satunya hal yang LEBIH menyebalkan dari tidak didengarkan adalah kamu didengarkan tetapi tidak dimengerti, bahkan seringkali tidak mau mengerti.

Dengarlah dan simaklah. Jangan mendengarkan dengan telinga saja, tetapi hati juga. Berempatilah dan RASAKAN apa yang dirasakannya sekarang jika kamu seandainya diposisinya.

Kadang mereka yang berteriak paling keras tidak selalu perlu telinga mendengarkan mereka, mereka hanya perlu seseorang yang mengerti mereka. Mereka hanya perlu sebuah “pelukan” yang mengatakan bahwa mereka tidak sendiri dan kamu masih bersamanya dan peduli.

4. Saling mendukung.

Terbukalah, jujur dan berbagilah. Jangan menghadapi bebanmu sendiri, berbagilah dan itu akan meringankan bebanmu setengahnya.

Tuhan menciptakan semua mahkluk hidup berpasangan supaya bisa saling melengkapi. Ketika dia menanggis, ada tanganmu yang akan mengusap air matanya. Ketika kamu jatuh dalam keputusasaan, akan ada dia yang akan memapahmu bangkit kembali.

Ingatlah, siapapun akan bersamamu ketika kamu dipuncak bahagia, tetapi ketika kamu tergelincir dan jatuh kedalam lembah masalah, semua akan meninggalkanmu. Tetapi akan ada satu tangan yang akan tetap menarikmu dari sana sekalipun dia bisa saja pergi meninggalkanmu seperti lainnya.

Pahamilah bahwa dalam membina sebuah hubungan itu tidak akan selalu indah. Akan ada banyak hal-hal yang membuatmu terluka. Akan ada banyak cobaan yang “membuktikan” bahwa kamu dan dia seharusnya tidak boleh bersama.

Pahamilah juga bahwa kamu tidak mungkin bisa menghadapinya sendirian, itulah mengapa Tuhan memberikanmu seorang pendamping didunia ini. Hargailah dia, dukunglah dia sebagaimana dia mendukung juga.

Berbagilah, dan saling mendukung dalam suka dan duka.

5. Jangan meremehkan hal kecil.

Bahkan setetes air yang diteteskan berulang kali bisa melubangi batu karang terkuat didunia. Dan seperti itulah sebuah hubungan antara kamu dan dia.

Seringkali kita meremehkan hal kecil apa yang kita lihat. Tetapi ingatlah, apa yang terlihat kecil dimata kita seringkali justru hal besar dimata mereka. Itulah mengapa tanggisan terkeras bukanlah mereka yang menanggis paling keras suaranya, melainkan DIAM tidak bersuara.

Jujurlah jika ada yang tidak mengena. KOMUNIKASIKAN dengan cara yang indah dan carilah solusinya BERSAMA. Jangan juga menunda hanya karena ia batu kecil, karena sekecil apapun batu dijalan, jika dikumpulkan akan menjadi tumpukan batu yang besar.

6. Setiap orang punya kelemahan

Jangan pernah menghakimi kelemahannya, justru karena kelemahannya kamu ada untuk menutupinya dengan kelebihanmu, begitu juga sebaliknya.

Kelemahan itu seperti sarung pedang, dan kelebihan adalah pedangnya.

Ketika PEDANG itu digunakan sebaik mungkin, segala ilalang yang menghadang bisa kamu hilangkan. Tetapi jika kamu sembarangan menggunakan, ia akan melukai tangan sang tuan. Dan supaya PEDANG tidak MELUKAI DIRIMU SENDIRI, itulah mengapa kamu perlu SARUNG PEDANG.

Ingatlah, kamu adalah PEDANG bagi SARUNGNYA, dan dia adalah SARUNG bagi PEDANGMU.

Kelebihanmu menutupi kelemahannya, dan kelemahanmu ditutupi oleh kelebihannya. Itulah mengapa kelemahan selalu ada pada kita, karena memang ia ada maksudnya.

One thought on “6 “perintah” membina hubungan yang indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s