5 cerita singkat sederhana


Ini adalah 5 kisah singkat yang membuatmu “berpikir” (terinspirasi dari situs popular makesmethink.com). Ada kisah yang terinspirasi dari kisah lain dan ada yang dari pengalaman sendiri dan teman-teman yang kutulis dengan kata-kataku sendiri. Semoga memberi inspirasi ya.

  1. Hari ini, ketika saya hendak berangkat kekantor seperti biasanya, saya merasa sangat berat untuk bangun dari tempat tidur. Apalagi ini adalah hari Senin dimana hari yang paling sangat tidak saya sukai. Bukan karena ada hal tidak menyenangkan – memang ada beberapa sih – tapi mengingat pekerjaan yang menumpuk menunggu sudah membuatku kehilangan mood.

    Lalu tiba-tiba saya melompat bangun, saya teringat hal yang menyenangkan. Tanpa menunda sedetikpun saya langsung membersihkan muka dan mandi seperti biasanya. Setelah itu saya langsung meluncur kesebuah cafe sederhana dekat kantor dimana saya bekerja.

    Tahukah apa hal menyenangkan itu? Ketika saya masuk kecafe sederhana ini, saya – semua pelanggan – akan disuguhkan sebuah pelayanan yang sangat ramah dan menyenangkan. Sebuah senyuman.

    Ya, saya tahu itu memang hanya sebuah senyuman. Tetapi senyuman yang TULUS dan dari HATI itu selalu bisa mencairkan perasaan yang beku oleh dinginnya kemarin malam. Cafe inilah terutama senyuman para pelayan dan pemiliknyalah yang membuat saya tidak bosan untuk berangkat kerja.

  2. Hari ini, ada seorang pembeli datang membei sesuatu dari toko kami. Setelah melihat-lihat dan tertarik ia pun bertanya harganya. Lalu kami memberikan harga pas karena toko kami sedang promo.

    Ketika mendengar harga yang kami berikan, ia mengernyitkan dahi. Lalu kami bertanya mengapa dan jawabannya bahwa harga kami lebih mahal dibandingkan toko sebelumnya yang dia kunjungi.

    Mendengar hal itu kami hanya tersenyum dan menawarkan dengan TULUS agar dia membelinya ditoko sebelumnya karena lebih murah. Mendengar hal itu ia mengernyitkan dahi lagi dan berkata, “Mengapa kamu justru memintaku membeli disana? Bukankah seharusnya kamu menyakinkanku untuk membeli ditempatmu?”.

    Mendengar pertanyaanya itu, kami hanya bisa tersenyum dan berkata, “Karena kami ingin yang terbaik bagi konsumen kami sekalipun itu kami harus merekomendasikannya membeli ditempat pesaing kami. Kami tidak ingin konsumen rugi”.

    Setelah mendengar jawanban kami, ia terlihat tersenyum sangat manis. Lalu dia langsung membeli produk kami yang sudah lebih mahal plus barang lainnya. Awalnya kami masih memintanya berpikir ulang, tetapi jawabannya membuat kami salah tingkah dengan wajah merona merah.

    “Aku justru merasa barang ini sangatlah murah jika dibandingkan pelayanan dan kepedulian pada konsumen yang kalian berikan. Aku mungkin membayar sedikit mahal untuk produk yang sama, tapi aku justru mendapatkan harga yang sangat murah dengan pelayanan yang ada”.

  3. Hari ini, saya berangkat pagi-pagi ketempat fitness. Saya adalah pecandu fitness. Saya memakan sesuai pola yang diberikan oleh para pakar kesehatan. Saya tidak merokok dan bergadang. Saya tidak mengkonsumsi obat-obatan yang merusak tubuhku.Pokoknya saya sangat peduli tentang kesehatan.

    Suatu hari, ketika saya dan pacarku menghabiskan waktu dipantai, pacarku diam-diam mengambil fotoku dan mempostingnya ke Facebook. Ketika dia memberitahuku bahwa foto yang dia post mendapatkan banyak “jempol”, aku begitu kuatir dengan arti “jempol” itu.

    Setelah aku melihat fotoku sendiri, aku terdiam. Badan atletis dengan dada bidang plus perut bentuk enam kotak alias six pack. Aku melihat diriku sendiri tertawa dengan lepas bersama teman-temanku, aku terlihat cukup menarik jika aku tidak boleh menyombongkan diri berteriak, “Keren…”.

    Seandainya kamu tahu mengapa  aku bisa memiliki badan seperti itu. Dan masih ingat dalam ingatanku 5 tahun lalu aku ditolak seorang wanita yang sangat kusukai. Aku ditolak ketika aku menyatakan perasaanku padanya, plus semua caci maki hina yang membuat telingaku dan hati remuk rata.

    Sejak hari itu aku bersumpah akan membuat hinaan itu menjadi pujian sekaligus membuatnya menyesal. Aku berjuang habis-habisan. Dan setelah beberapa tahun inilah hasil yang aku dapatkan plus seorang pacar yang menerimaku dalam segala kekuranganku.

    Apakah aku masih membencinya? Tentu saja tidak. Justru aku harus berterimakasih padanya, dia memberiku luka dan Tuhan memberiku penyembuhnya.

    Kadang kebencian yang mendalam memang sangat merusak dan tidak baik, tetapi jika kebencian itu dijadikan cambuk semangat untuk menjadi lebih baik, mengapa tidak?

  4. Hari ini, saya membuka lagu sedih kesukaanku. Aku baru saja diputuskan oleh pacarku yang telah bersamaku selama 6 bulan lebih. Saat sedang mendengarkan lagu itu, aku terbawa perasaan dan menanggis sendiri.

    Waktu itu aku duduk diujung pojok kiri bar kesukaanku. Tiba-tiba datang seorang wanita menghampiriku dan memelukku. Aku terkejut dengan yang barusan kualami. Kulihat wanita ini, ia juga menanggis. Awalnya aku mengira dia sama sepertiku karena diputusin pacarnya.

    Sekarang, 25 tahun telah berlalu. Wanita ini masih tetap setia menemaniku dilanjut usiaku. Saat aku bertanya mengapa waktu dulu dia memelukku dan menanggis, dia mengecup keningku dan berkata, “Aku tahu kamu baru diputuskan pacarmu. Dan darimu yang begitu sedih menanggis merelakan dia pergi setelah begitu menyakitimu, aku menyakinkan diriku sendiri pria inilah yang kelak tidak akan membuatku menanggis dan akan selalu mencintaiku”.

    Mendengar jawabannya, aku hanya tersenyum. Lalu aku bertanya padanya, “Bagaimana kamu bisa tahu aku seperti itu?”. Jawabnya, “Karena aku teman baik wanita yang dulu melukaimu, dan aku tahu semua tentangmu. Dan melihatmu cara mencintainya  dan memperlakukannya, aku tidak ragu ketika kamu melamarku 25 tahun yang lalu”.

  5. Hari ini, pacarku  melamarku disebuah taman kota. Aku kehilangan kata-kata dan hanya bisa menitikkan air mata. Ketika aku hendak bertanya apakah dia tidak menyesal menikahiku yang jelek, seperti bisa membaca pikiranku, ia menjawab.

    “Aku tahu kamu pasti mengira aku sedang mengodamu bahkan mempermaikanmu, tapi percayalah, aku benar-benar tulus mencintaimu dan ingin menjadikanmu pendamping hidupku”.

    “Aku tahu bagaimana mereka menggambarkan wajahmu selayaknya tokoh utama penjahat seperti difilm-film fantasi, tetapi ketahuilah, aku tidak peduli akan semua itu. Aku tidak jatuh cinta pada wajahmu, aku jatuh cinta pada hatimu.”

    “Caramu memperlakukan ibumu, caramu memperlakukan yang kurang beruntung dibandingmu, caramu tersenyum ketika orang menghina dan menjauhimu sudah cukup bagiku untuk memantapkan hatiku membeli cincin ini kemarin malam dan berlutut dihadapanmu”.

    “So, would you marry me?”.

3 thoughts on “5 cerita singkat sederhana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s