Kakek tua ditepian jalan


Suatu hari, seorang pemuda secara tidak sengaja hampir terjatuh menyandung kaki seorang kakek tua yang sedang terduduk lelah ditepian jalan. Ketika menyadari dirinya hampir jatuh, pemuda ini pun langsung marah-marah padanya.

“Hai kakek tua, tidak adakah tempat lain yang bisa kamu tempati selain disini? Aku hampir jatuh tahu. Dan tahukah apa yang kubawa ini?”, tanya pemuda ini sambil memperlilhatkan sebuah tablet dengan logo buah yang sangat tersohor. “Jika ini jatuh dan rusak kamu kerja sampai cucumu ikut kerjapun pun tidak bakalan bisa membeli ini”, lanjut hardik pemuda ini langsung berlalu pergi.

Ternyata waktu itu ada pemuda lain yang melihat kakek tua ini. Hatinya tersentuh dan menolong kakek tua ini. “Maaf ya kek, tadi itu teman saya. Orangnya biasa tidak begitu, mungkin hari ini dia banyak masalah dan kebetulan kakek yang jadi pelampiasannya”, kata pemuda ini sopan sambil membantu kakek tua ini berdiri.

“Tidak apa-apa anak muda. Kakek juga menyadari mungkin dia lagi punya banyak masalah. Habis jalannya juga buru-buru. Kakek sudah bertahun-tahun disini jadi sudah biasa kakek melihat perlakuan seperti itu?”, jawab kakek tua ini tersenyum ramah.

Pertemuan antara kakek tua dan pemuda ini ternyata mengubah hidup sang pemuda. Setiap harinya pemuda ini selalu mengunjungi kakek tua ini sekalipun hanya menyapa dan duduk sebentar sebelum berangkat kerja.

Kadang pemuda ini juga membawa makanan kecil dan makan bersama-sama dengan sikakek tua. Mereka saling bercanda tawa dan berbagi berita. Beberapa kali pemuda ini menawarkan diri untuk memberikan tumpangan pada sikakek tua ketika hujan turun dengan lebatnya ataupun cuaca dingin menusuk tulang.

Tetapi semua tawaran kebaikkan hati dari sipemuda ini ditolaknya dengan halus dengan alasan bahwa sikakek tua sudah bahagia karena masih ada yang memperhatikannya dan menemukannya. Padahal sudah bertahun-tahun ini tidak seorangpun yang memperhatikan dan memperlakukannya sebaik itu.

Suatu hari, pemuda ini berkunjung menemui sikakek tua temannya. Tetapi biasa sikakek tua ini duduk sudah kosong, dan terlihat bersih tidak ada jejak pernah ada orang yang menempatinya.

Pemuda ini bingung. Ia bertanya pada setiap orang yang berlalu lalang, tapi tidak seorangpun yang mengetahuinya. Pemuda ini juga merasa sangat bersalah, “Jangan-jangan karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku sehingga kakek tua ini pergi karena kesepian”, katanya dalam hati. Pemuda ini merasa sangat sedih.

Ketika malam datang, pemuda ini masih duduk ditempat kakek tua ini. Ia merasa cemas sudah seharian mencari mengapa tidak menemukan kakek tua temannya itu. Lalu terdengar suara yang ramah menegurnya dari belakang membuyarkan lamunannya.

“Anak muda, apa yang kamu cari? Dari tadi aku melihat kamu mondar-mandir seperti mencari sesuatu dan terlihat cemas”. Ternyata yang bertanya adalah seorang pria tua yang hampir seumuran kakek tua yang dicari pemuda ini. Bedanya, pria ini terlihat sangat menawan bahkan diusia senjanya.

“Aku mencari seorang kakek tua, dia temanku. Dan karena kesibukkanku, hari ini aku baru bisa menemuinya. Aku ingin berbagi kebahagiaanku dengannya karena aku baru membuka toko kecil. Makanan ini aku sengaja bawa khusus untuknya. Ini makanan kesukaan kami…”, jawab pemuda ini dengan suara agak pelan. Bisa ditebak pemuda ini telah kelelahan mencari sikakek tua.

Pria tua ini tertawa kecil. Katanya.

“Hohoho…, anak muda yang baik. Kamu jangan mencarinya lagi karena temanmu itu sudah pulang kerumah-Nya. Tetapi janganlah kamu sedih, temanmu itu sangat bahagia bersamamu selama ini. Bahkan dia selalu bercerita padaku tentangmu”, jawab pria tua ini.

Pemuda ini terlihat bingung dengan maksud pria tua misterius yang baru dikenalnya, tetapi entah mengapa dia merasa hatinya lega. Pria tua ini tertawa lagi lalu melanjutkan perkataannya.

“Anak muda, kakek tua itu sebenarnya tidak ada didunia ini. Kamulah yang MENCIPTAKANNYA”.

Makin bingunglah pemuda ini.

“Kamu pasti bertanya, lalu bagaimana kamu bisa melihatnya dan bagaimana temanmu yang dulu bisa melihatnya dan tersandung bukan? Hohoho…, sederhana saja, karena temanmu itu sikakek tua INGIN kamu melihatnya. Dan untunglah ternyata kamu mau MENERIMANYA tidak seperti temanmu yang justru pergi dan menghinanya”.

“Dan SADARKAH kamu? semenjak mengenal temanmu itu PERUBAHAN mulai terasa bukan? Baik pada pekerjaanmu juga percintaanmu?”, tebak pria tua misterius ini sambil diiyakan anggukkan kepala pemuda ini tanda setuju.

Dan memang benar apa yang dikatakan pria tua misterius ini. Sebelum mengenal kakek tua yang kemudian menjadi temannya, pemuda ini hidupnya penuh dengan keluh kesah. Kehidupannya terasa sangat susah. Sekeras apapun ia bekerja, hasilnya tidak seberapa dan membuatnya sering kali tidak puas dan mengeluh tiap harinya.

Hubungannya dengan sang pujaan hati juga tidak lepas dari berbagai masalah. Hal sekecil apapun pasti bisa menjadi topik untuk saling melukai. Bahkan tidak jarang saling membenarkan diri sendiri dengan menyalahkan kekurangan pasangan masing-masing.

Untunglah semenjak mengenal kakek tua yang kemudian menjadi temannya, pemuda ini bisa terbuka hatinya. Banyak sekali nasehat-nasehat kecil yang disampaikan dengan cara bercanda dan tawa yang membuat pemuda ini menjadi lebih ceria.

Pekerjaan yang sebelumnya menghasilkan hasil yang tidak seberapa dan membuatnya berkeluh kesah, sekarang bisa diterima apa adanya dalam segala kondisi yang ada. Dulunya pemuda ini yang sering cemberut karena suasana hati yang tidak kentara, sekarang bisa lebih bisa tertawa dan ceria. Bahkan teman-teman sekerjanya mendapakan pemuda ini menjadi lebih menyenangkan dan akhirnya berteman baik.

Pasangan pemuda ini pun melihat perubahan yang menyenangkan darinya. Jika dulunya hal kecil saja bisa menimbulkan pertengkaran, sekarang pemuda ini lebih banyak mendengar dan mau mengerti. Akhirnya, pasangan pemuda ini juga menjadi lebih baik dan lebih perhatian pada kekasihnya.

Melihat pemuda ini bermain dengan kenangan tentang dirinya, pria tua misterius ini tertawa kecil dan melanjutkan perkataannya.

“Sesungguhnya, bukan karena pekerjaanmu yang buruk ataupun pasanganmu yang buruk kamu menjadi buruk. Memang benar, hal yang buruk akan membuat halyang baik menjadi buruk. Tetapi kamu juga diberi PILIHAN MEMILIH bukan?. Apakah ingin mempertahankan yang BURUK hanya karena takut menjadi lebih baik yang tidak pasti, ataukah kamu MEMILIH untuk MENJADI LEBIH BAIK diantara semua yang buruk”.

“Dan ketika kamu MEMILIH UNTUK MENJADI LEBIH BAIK, kamu sebenarnya tidak membuat pekerjaanmu ataupun percintaanmu menjadi baik. Hanya saja kamu sekarang bisa MELIHAT LEBIH JELAS semua yang buruk dan MENYIKAPI apa yang buruk itu dengan lebih baik”.

“Ingatlah ini selalu, tidak peduli apakah itu hal yang BURUK ataupun BAIK, keduanya sama-sama MENULAR. Pertanyaannya, mana yang LEBIH BERKUASA dan lebih kuat KEINGINANNYA”.

“Lalu kamu pasti bertanya apa hubunganmu dengan temanmu sikakek tua itu bukan? Hohoho, kamu MELIHATNYA dan kamu MEMILIHNYA. Dan hubungannya adalah itulah RAHASIA alam semesta yang paling dicari manusia”.

“Banyak yang sering bertanya pada-Nya dalam doa apa rahasianya untuk menjadi bahagia, dan entah sudah berapa kali Dia memberitahu caranya tetapi manusia sering MENGABAIKANNYA bahkan menghinanya. Dan memang benar, Dia selalu memberi jawaban-Nya dengan cara yang misterius seperti yang terjadi padamu dalam bentuk seorang teman. Untunglah kamu MENYADARINYA”.

Setelah mendengar penjelasan pria tua misterius ini, entah mengapa sipemuda merasa MENGERTI dan bahagia. Ia tidak merasa kehilangan kakek tua seperti perasaannya tadi. Ia justru merasa sangat dekat dihati. Karena penasaran pemuda ini bertanya pada pria tua misterius ini sebelum berpamitan pulang. “Lalu kakek itu siapa? Dan tuan sendiri siapa?”.

Pria tua ini tersenyum ramah, jawabnya.

“Aku bernama BAHAGIA, dan kakek tua yang menjadi temanmu itu adalah adikku yang bernama SYUKUR. Kamu MENEMUKAN adikku dan bergembira atasnya, sekarang aku datang untuk MENGIKUTIMU sebagai bonusnya”.

“Ingatlah, bukan karena kamu BAHAGIA kamu mulai bersyukur, tetapi justru karena kamu mulai BERSYUKUR atas segala yang kamu punya, kamu menjadi BAHAGIA”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s