7 hal yang membuatmu tidak bahagia


unhappy

1. MENGELUH

Inilah cara termudah dan tercepat untuk membuatmu tidak bahagia. Tidak percaya? Coba perlihatkan padaku siapa yang berbahagia yang mengeluh? Dan jikapun kamu bersikeras bahwa ada, maka pertanyaanku untukmu, apakah dia benar-benar bahagia sampai perlu mengeluh?

Keluhan ada karena ada rasa ketidakpuasan. Apakah itu tentang keluarga, pasangan hidup, perkerjaan, persahabatan bahkan ketidakadilan dunia yang jauh nun disana. Dan mengapa bisa ketidakpuasan timbul, karena kamu membandingkan apa yang kamu miliki dengan milik orang lain.

2. MEMBANDINGKAN KEBAHAGIAAN

Anda sedang menikmati kopi favorit Anda seperti pagi biasanya diwarung kopi favorit Anda. Sudah bertahun-tahun Anda menikmati kopi ini dan Anda sangat menyukai aromanya serta membuat Anda bahagia.

Hingga suatu hari, Anda mendapati seorang pengunjung memesan kopi merk baru yang sering Anda dengar tetapi selama ini Anda tidak pedulikan. Karena melihat dia begitu menikmati kopi baru itu, dan terus memuji kopi itu, timbul dalam hati Anda sebuah pertanyaan yang dulu tidak pernah Anda pedulikan.

“Apa benar kopi itu lebih enak? Jangan-jangan kopi yang saya minum sudah tidak jaman lagi”.

Lalu apa yang terjadi? Sebagian dari kita, mungkin Anda juga mencoba kopi merk baru itu. Ada yang menyukainya, ada yang biasa saja, ada yang menolaknya.

Jiika Anda menyukainya, maka bagus. Tetapi seandainya kopi itu berharga berkali-kali lipat dari kopi favorit Anda yang murah dan membuat Anda bahagia, apakah Anda tetap mau menggantinya?

Sebagian, mungkin Anda juga akan menjawab iya. Dan ketahuilah juga, jika dengan mengganti kopi favorit lama Anda dengan kopi merk baru itu bisa membuat Anda lebih bahagia dan Anda memang mampu melakukannya, maka baiklah iya.

Sayangnya, kebanyakkan yang terjadi adalah sebaliknya, dan itulah penyebab mengapa tuan dan nyonya Bahagia pergi dari kita. Kita, saya termasuk Anda, seringkali membandingkan kopi – kebahagiaan – kita dengan kopi – kebahagian – orang lain.

Dan yang lebih menyedihkan, kita mempercayainya. Kemudian secara tidak sadar, kita menyakinkan diri sendiri bahwa untuk bahagia harus memiliki kopi – kebahagiaan – seperti orang itu. Itulah yang saya sebut mensyaratkan kebahagiaan seperti pada poin ketiga dibawah.

3. MENSYARATKAN SEBUAH KEBAHAGIAAN

Bagaimana Anda tahu bahwa Anda mensyaratkan kebahagiaan itu? Dan apa artinya mensyaratkan kebahagian?

Mensyaratkan kebahagiaan berarti Anda mengatakan pada diri Anda sendiri bahwa untuk menjadi bahagia harus mempunyai sesuatu. Apakah itu rumah layaknya istana, mobil mewah dengan merk ternama, pasangan hidup yang membuat mulut berkata wah, pekerjaan yang membuat yang lihat menundukkan kepala, bersekolah disekolah kelas dunia, maupun blah blah blah lainnya.

Itulah yang saya sebut sebagai SYARAT BAHAGIA.  Dan jika syarat itu tidak terpenuhi, maka kebahagiaan tidak akan datang.

Pernahkah Anda berpikir begitu? Saya pernah dan sering malah. Dan tahukah apa hasilnya? Semakin saya berpikir begitu, semakin saya tidak merasa bahagia. Yang lebih menyedihkan lagi adalah, kita MENIRU kebahagiaan orang lain karena kita percaya bahwa itu bahagia “sesungguhnya”.

4. MENIRU KEBAHAGIAAN ORANG LAIN

“Dia punya mobil mewah dan bahagia, maka untuk menjadi bahagia saya harus punya mobil mewah”.

“Sahabatmu mempunyai pacar yang cantik/ganteng sehingga dia bahagia, maka untuk menjadi bahagia saya harus punya pacar yang cantik/ganteng juga.

“Pak Budi mempunyai pekerjaan yang hebat dan bahagia, maka untuk menjadi bahagia saya harus punya pekerjaan yang wah”.

“Bu Dewi mempunyai suami yang kaya dan bahagia, maka untuk menjadi bahagia saya harus mempunyai suami yang kaya”.

“Blah blah blah mempunyai blah blah blah dan bahagia, maka untuk menjadi bahagia saya harus mempunyai yang blah blah blah”.

Itulah yang saya maksudkan MENIRU KEBAHAGIAN orang lain. Dan apa yang Anda dapatkan? Semakin Anda menirunya, semakin Anda TIDAK BAHAGIA. Tetapi karena Anda telah mempercayainya, Anda pun melakukan segala cara untuk MENGEJAR kebahagiaan itu.

5. MENGEJAR KEBAHAGIAAN

Anda mengeluh mengapa Anda tidak bahagia. Lalu Anda membandingkan kebahagiaan itu dengan kebahagiaan orang lain. Setelah membandingkan dan melihat, Anda menjadi percaya bahwa untuk menjadi bahagia harus mempunyai seperti apa yang orang itu punyai. Anda percaya itulah syarat untuk bisa menjadi bahagia. Lalu Andapun meniru untuk mewujudkan kebahagiaan itu dan mengejarnya.

Setelah bertahun-tahun lamanya Anda MENGEJAR kebahagiaan itu, Anda mendapati Anda semakin jauh saja dari kata bahagia. Berkat kerja keras Anda, Anda bisa memiliki rumah dan mobil mewah seperti tuan A yang bahagia.

Anda juga sengaja mencari istri yang membuat mata tergoda dan mulut berucap wah ataupun suami yang ganteng kaya raya seperti nyonya B, tetapi mengapa tetap merasa tidak bahagia?

Anda juga telah memiliki bisnis dan status diri yang membuat telinga mendengar nama Anda saja sudah menundukkan kepala seperti tuan dan nyonya C, tetapi mengapa Anda merasa kebahagiaan Anda semakin menyusut saja?

Itu karena Anda terlau mengejar kebahagiaan – orang lain – dan MENGUSIR kebahagiaan diri sendiri.

6. MENOLAK/MENGUSIR KEBAHAGIAAN

Anda mengusir kebahagiaan? Rasanya tidak masuk akal bukan? Tetapi sebelum Anda marah dan mengeluh yang justru membuat bahagia Anda hilang, mari kita bersama-sama pahami dahulu maksudnya.

Pernah tidak Anda melihat atapun minimal mendengar istilah ataupun kata-kata yang sederhana yang mengatakan bahwa bahagia itu datang dari dalam, bukan dari luar? Jika pernah mengapa Anda tidak melakukannya?

Saya yakin Anda pasti pernah melihat anak-anak bermain dengan ceria saat banjir bukan? Saya yakin Anda pasti pernah melihat potret dan foto-foto yang diabadikan dengan model seorang tua yang duduk dijalanan begitu bahagia menikmati santapannya bukan?

Saya yakin Anda pasti pernah melihat seseorang yang dilahirkan dengan kekurangan fisik yang ternyata bisa tertawa lepas bukan?

Jadi, apakah mereka mempunyai segala hal yang mewah dan berlimpah seperti yang Anda punyai dan tidak bahagia? Mereka terlihat bahagia dengan segala kekurangannya bukan?

Ok, Anda mungkin akan mengatakan bahwa itu kebetulan saja. Lalu Anda mengemukakan alasan bahwa dengan segala yang Anda punyai saja Anda tidak bisa bahagia ataupun jarang untuk bisa bahagia apalagi mereka yang hidup serba seadanya. Dan sebelum Anda melanjutkan alasannya lainnya, saya ingin mengatakan, Anda baru saja MENGUSIR KEBAHAGIAAN Anda.

Sudah menangkap maksud saya? Saya yakin Anda pasti sudah. Dan sekedar mengingatkan kembali perumpamaan kopi favorit Anda pada poin sebelumnya. Anda mengusir kebahagiaan seperti Anda mengganti kopi favorit Anda yang murah tapi membuat bahagia dengan kopi mahal hanya karena Anda percaya kopi itu bisa membuat Anda lebih bahagia.

Anda sudah tahu kopi mahal tersebut tidak membuat Anda merasa nyaman dan aromanya juga berbeda dengan kopi lama favorit Anda, tetapi karena Anda terlalu mempercayainya – mungkin karena gengsi, mungkin karena ingin diakui, mungkin blah blah blah lainnya – Anda menolak untuk meminum kopi lama favorit Anda yang sebenarnya justru membuat Anda nyaman dan bahagia.

Itulah yang saya sebut MENOLAK atau MENGUSIR kebahagiaan. Dan semua poin diatas itu timbul karena Anda TIDAK MENSYUKURI apa yang Anda miliki dan apa yang telah Anda terima.

7. TIDAK BERSYUKUR

Sesungguhnya, enam poin diatas tidak akan timbul – minimal jarang sekali akan timbul –ketika Anda MENSYUKURI semua yang telah Anda miliki. Dan rasa syukur itu bisa dimulai dari hal-hal kecil yang telah Anda miliki atau lalui.

Bersyukurlah karena Anda masih mempunyai tempat untuk berteduh.
Bersyukurlah karena Anda masih mempunyai keluarga dan sahabat yang peduli padamu.
Bersyukurlah karena Anda masih mempunyai makan yang dicukupkan padamu.
Bersyukurlah karena Anda masih mempunyai tubuh yang bergerak membantumu.
Bersyukurlah karena Anda masih mempunyai pekerjaan yang dipercayakan padamu.
Bersyukurlah karena Anda masih mempunyai pasangan yang selalu mencintaimu.

Dan terutama,

Bersyukurlah karena Anda masih diberi napas untuk menikmati hidup. Sesungguhnya Anda masih hidup hari ini dan masih bisa membaca tulisan ini, Anda sudah harus sangat bersyukur.

Hidup adalah Anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan pada Anda, termasuk saya.
Jika Anda tidak mempercayainya, coba pejamkan mata sebentar dan bayangkan tanggisan orang-orang jauh entah dimana yang menanggis karena kehilangan orang-orang yang dicintainya. Belum lagi mereka yang sakit dan divonis bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Jika Anda bertanya pada mereka pilih antara harta seluruh dunia dan hidup manakah yang akan dia pilih? Saya rasa jawabannya sudah pasti.

Kebahagiaan itu selalu datang pada mereka yang mensyukuri Anugerah-Nya. Tidak peduli apakah ia harus kaya dahulu atau miskin melulu. Cantik dan sexy ataukah ganteng dan berisi. Status direktur atau kondektur. Semua itu tidak akan membuatmu bahagia.

Kebahagiaan itu datang karena ia DICIPTAKAN. Dan untuk menciptakan bahagia tidaklah perlu rumus yang membuat pusing kepala. Cukup dimulai dengan rasa bersyukur yang tulus dan ucapan TERIMAKASIH atas segala yang telah Anda terima.

Lakukanlah, dan lakukan sekarang juga.
Ulanglah setiap harinya dan Anda akan merasakan manfaatnya.

4 thoughts on “7 hal yang membuatmu tidak bahagia

  1. Sukaa dngan hampir smua cerita yng mas little mikhael tulis,
    Ƭåpï semuanya kembal kepada diri kita masing2 dan bagaimana mengambil sudut pandang dari semua cerita di atas.
    Saya pikir cerita ini setidaknya sudah menjadi sudut pandang baru dan informasi baru untuk semua yang membacanya. Dan terinspirasi

    I LIKE THIS

    1. Benar sekali, semua kembali pada sudut pandang masing-masing seperti Mitha katakan.

      Tulisan ini hanyalah sebatas tulisan sampai seseorang bisa merasakan manfaatnya (^_^)Y

      :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s