Apa resep bahagia? Dan bagaimana menemukannya?


Happiness

Anda ingin pandai memasak kue? Maka carilah banyak-banyak resep kue dan mulailah memasak.
Anda ingin pandai bermain komputer? Maka carilah “resep” tentang komputer  dan mulailah mempraktekkannya.
Anda ingin pandai membawa mobil? Maka carilah “resep” tentang membawa mobil dan mulailah mencobanya.

Itulah caranya bagaimana Anda menemukan bahagia Anda.

Jika Anda ingin pandai membuat perasaan dan hari Anda bahagia, maka carilah banyak-banyak RESEP BAHAGIA dan MULAILAH melakukannya.

Seringkali saya melihat banyak teman-teman yang hidupnya diatas rata-rata mengeluhkan hal yang sama. Apakah itu tentang pekerjaan mereka. Pasangan mereka maupun keluarga mereka.

“Gue capek bro, tiap hari harus bangun pagi dan melakukan hal yang sama”.
“Rasanya mau gila melihat tumpukkan kertas setiap pagi tiba”.
“Anak-anakku lebih dekat dengan babysitternya dibandingkan aku ibunya, rasanya sedih banget”.
“Aku jenuh dengan pekerjaan ini. Stress. Tapi mau gimana lagi? Toko ini adalah satu-satunya sumber penghasilanku”.

Dan keluhan lain sebagainya.

Sudah tidak asing lagi kan dengan keluhan diatas? Bagi saya sudah sangat biasa, sudah saya sangat sering dengar, bahkan saya bosan mendengarnya. Bukan karena bosan mendengar keluhan mereka, tapi mendengar keluhanku sendiri. Dulunya.

Ya, itulah yang sering saya lakukan setiap pagi tiba ketika hendak berangkat kerja. Bukan perasaan semangat yang mengebu-gebu, tapi keluhan yang menemani pagiku mengingat kerjaan dengan kertas menumpuk sudah menunggu.

Teh tawar panas favoritku juga tidak mampu mencairkan es batu keluhanku.

Itulah yang sering terjadi pada kita mengapa kita tidak merasa bahagia sekalipun kita sudah melakukan apa yang menurut kita benar dan baik sekali.

Mengapa?

Alasannya sederhana saja. Kamu, saya, dan juga lainnya, TERLALU BANYAK MENCARI RESEP TIDAK BAHAGIA. Dan parahnya, kita AHLI MELAKUKANNYA.

APA??!! Teriakmu.
Dan YAAAA!!! Jawabku.

Coba kita sama-sama renungkan apa yang kita lakukan ketika mendapatkan pekerjaan yang menumpuk, ada cekcok dengan pasangan, orang tua Anda menceramahi Anda, anak-anak nakalnya tiada tara, dan blah blah blah.

Yang kita lakukan seringkali adalah mengeluh pada diri sendiri seperti dibawah ini bukan?

“Bisa gila gue, kerjaan makin banyak? Gaji kecil gini lagi. MEMANG jadi karyawan tidak pernah bagus”.
“Suamiku/istriku TIDAK PERNAH BISA mengerti aku. Rasanya semua sia-sia. Tidak ada cinta lagi diantara kami berdua”.
“Papa dan mama SELALU dan SELALU tidak mengerti aku. Semua pasti salah, salah dan salah”.
“Anak-anak jaman sekarang SEMUANYA sama. Tidak pernah menghormati orang tuanya”.

Dan RESEP TIDAK BAHAGIA lainnya.

Itulah RESEP yang selalu saya, Anda minta tanpa kita menyadarinya. Semakin banyak kita meminta resep itu, semakin resep itu datang padamu dan semakin ahlilah kita dengan semua keluh yang membuat tidak bahagia itu.

Anda pasti mendapati saya menulis beberapa keluhan diatas dengan HURUF BESAR bukan? Itulah resep yang paling “HEBAT”.

MEMANG jadi karyawang tidak pernah bagus”. Semakin Anda mengulang kata MEMANG itu, Anda akan mendapatkan atau mensugesti diri Anda sendiri bahwa, TIDAK ADA LAGI pekerjaan sebagai karyawan yang bagus. Sekalipun Anda menemukan pekerjaan impian Anda. Anda telah MEM-MEMANG-KAN bahwa karyawan tidak pernah bagus.

“Suamiku atau istriku TIDAK PERNAH BISA mengerti aku”. Apa hasilnya jika diulang terus kata TIDAK PERNAH BISA itu? Saya rasa Anda pasti sudah mendapatkan maksudku. Begitu juga dengan kata keluhan SELALU dan SELALU, juga pada kata SEMUANYA seperti contoh keluhan diatas.

Itulah yang saya sebut RESEP. Dan resep itu RESEP TIDAK BAHAGIA.

Dan apa itu RESEP BAHAGIA?

Seperti analogi membuat kue pada awal paragraf diatas, untuk pandai membuat kue, Anda harus mencari banyak-banyak resep kue dan mulai melakukannya.

Begitu juga dengan resep bahagia. Anda harus mencari banyak-banyak resep bahagia dan mulailah melakukannya.

Tetapi sebelum Anda memulai, alangkah baiknya Anda tanyakan dulu juga kue seperti apa yang paling Anda inginkan? Apakah itu kue yang bentuknya bulat? Apakah itu kue yang bentuknya persegi? Rasa apa? Dan sebagainya.

Mengapa perlu demikian?

Karena supaya resep yang kamu CARI sesuai dengan yang kamu INGINKAN.

Kita semua bisa ketoko kue dan berkata, “Aku ingin beli kue”, lalu pelayannya akan bertanya, “Kue apa?”, dan kamu tidak mungkin bilang, “Kue apa saja yang penting enak”, bukan?! Karena pelayannya akan bingung.

Anda harus menentukan kue apa yang Anda inginkan. Mungkin bentuknya, mungkin rasanya, mungkin ukurannya dan lainnya. Dan itu juga berlaku dengan RESEP BAHAGIA.

Anda tidak bisa berkata, “Aku ingin bahagia”, lalu tuan Bahagia bertanya, “Bahagia seperti apa?”, dan Anda menjawab, “Yang penting bahagia”.

Jika Anda meminta begitu, tuan Bahagia akan bingung mau memberi Anda bahagia seperti apa? Jangan-jangan nanti ia memberimu bahagia ini Anda justru jadi tidak bahagia. Ujung-unjungnya Anda malah tidak mendapatkan apa-apa karena tuan Bahagia beserta sahabatnya bingung dan masih berdiskusi bahagia apa yang akan diberikan pada Anda.

Anda harus menentukan bahagia SEPERTI APA.
Anda harus menentukan bahagia DALAM HAL APA.

Anda bisa memulai dengan misalnya pekerjaan Anda, “Wow, pekerjaan pagi ini pasti menumpuk. Tapi aku bersyukur karena aku masih bisa bekerja dibandingkan mereka yang masih berlomba-lomba mencari pekerjaan ataupun yang diberhentikan. Lagipula, pekerjaan seperti itu bagiku sudah biasa. Dan karena pekerjaan itu aku justru mengetahui banyak hal yang berguna”.

Anda juga bisa berkata, “Suamiku atau istriku seringkali tidak menangkap maksudku. Mungkin caraku yang mengatakannya kurang tepat dan tidak melihat situasi dan kondisi dulu. Nanti malam pulang kerja aku akan memberikan dia bunga/hadiah kecil dan memanjakannya. Dan ketika waktunya pas aku akan menyatakanya dengan penuh cinta sambil memeluknya”.

Anda juga bisa melakukan, “Papa dan mama menasehatiku karena peduli padaku. Dan aku tahu apa yang papa dan mama katakan ada benarnya. Nanti aku akan mengajak papa dan mama keluar makan bersama dan meminta pendapatnya. Setelah itu aku akan menyesuaikan pendapatku dengan mereka dan mencari solusi terbaik bagi kami semua. YES! Cara yang keren. Papa dan mama PASTI MENGERTI”.

Mungkin Anda juga bisa melakukan, “Anak-anak sekarang memang tumbuh dan dewasa pada jaman yang berbeda. Dan segala informasi bisa didapatkan dimana saja. Mungkin bukan mereka yang terlalu nakal, tetapi mereka terlalu bersemangat dan tulang tuaku juga pendapat kunoku yang telah tidak mampu menyesuaikan SEMANGAT dan CERIA mereka. Kami harus menyesuaikannya, lagipula aku juga sangat senang melihat mereka bersemangat dan sehat ceria”.

Bagaimana perasaan Anda setelah membaca keempat paragraf diatas? Lebih menyenangkan bukan padahal kasusnya hampir sama dengan keluhan sebelumnya.

Itulah yang saya sebut sebagai RESEP BAHAGIA. Dan resep itu KAMU SUDAH TAHU LAMA.

Kue yang baik selalu dari resep yang baik, ditambah dipraktekkan setiap hari dan Anda menjadi Ahli. Begitu juga dengan bahagia. Bahagia yang baik selalu datang dari RESEP yang baik, lalu dipraktekkan setiap  hari sampai Anda menjadi ahli.

Yup! Saya tahu apa yang akan Anda sebagian katakan bahwa itu tidaklah mudah. Dan juga seperti membuat kue, Anda pun mengatakan hal yang sama ketika pertama kali membaca daftar resep kue tersebut.

Apa itu MSG? Bagaimana itu ¼ sendok makan? Mengapa harus aduk sampai rata? Kenapa harus tepung merek A? Dan kebingungan juga ketidakmudahan lainnya bukan?

Tetapi ketika NIAT Anda sudah penuh untuk membuat kue, apakah daftar “alien” itu akan menghentikan Anda? Saya rasa tidak bukan?! Anda malah akan mencobanya sekalipun dompet semakin menipis membeli bahannya dan suami Anda mengelengkan kepala mengapa dapur seperti baru saja dilanda badai besar dirumah.

Ketika Anda BERHASIL, bagaimana perasaan Anda? Apalagi suami, anak-anak bahkan orang tua Anda begitu terkesima dengan hasilnya. SANGAT SANGAT BAHAGIA bukan?!

Begitu juga dengan RESEP BAHAGIA.

Apa yang sebelumnya terlihat tidak mungkin, tidak bisa, tetapi A, tetapi B, SIRNA SEMUA. Dan ketika seseorang berkata bahwa tidak mungkin bisa membuat kue A – bahagia – misalnya, Anda pasti dengan penuh percaya diri berkata, “PASTI BISA, karena aku telah MELAKUKANNYA dan BERHASIL”, beserta cara-caranya.

Dan ketahuilah, itulah mengapa saya menulis tulisan ini dan berbagi dengan Anda para pemilik hati berkilau indah. Karena RESEP BAHAGIA itu,

PASTI BISA, karena saya telah MELAKUKANNYA dan BERHASIL.

:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s