Pikiran yang terlalu banyak kamu pikirkan


Head in Hands

Berhentilah berpikir untuk harus menjadi seperti seseorang
Kamu ya kamu, kamu dilahirkan sebagaimana kamu. Dan kamu itu UNIK. Kamu itu EDISI TERBATAS dan hanya SATU-SATUNYA didunia ini.

Ingin menjadi seperti seseorang adalah hal yang biasa dan wajar. Kamu ingin setenar Lee Min Ho karena tampan dan kaya raya. Kamu ingin seperti artis Korea yang cantik dan sexy. Kamu ingin seperti Mario Teguh yang super dan bijaksana. Kamu ingin seperti Merry Riana yang cantik dan sukses. Itu sah-sah saja apalagi itu hal yang sangat positif.

Tetapi sampai kamu meniru semua dari cara berpakaian, parfum, nada bicara bahkan gaya bicara juga, itu sudah tidak membawamu kearah yang kurang positif.

Sepersis apapun kamu meniru mereka, sesempurna apapun kamu seperti mereka, kamu BUKAN MEREKA.

Bersyukurlah karena kamu adalah sebagaimana kamu yang ada. Tuhan tidak menciptkanmu seperti mereka bukan tidak ada maksudnya. Tirulah kepositifan mereka. Tirulah kebijaksaan mereka. Dengarlah nasihat-nasihat mereka. Tetapi tetap MENJADI DIRIMU SENDIRI.

Berhentilah berpikir apa yang belum kamu punya
Salah satu pikiran yang paling menjatuhkan adalah kamu selalu memikirkan apa yang belum punya. Dan yang lebih menyedihkan adalah, seringkali itu adalah keinginan semata yang kadang dan bahkan seringkali lagi tidak bermanfaat bagi kamu.

Kebutuhan dan keinginan adalah sesuatu yang sangat berbeda. Tetapi, karena rayuan dunia yang memang mengagungkan materi, keinginanpun disulap menjadi kebutuhan. Sehingga ketika kamu mendapatkannya – apakah itu dengan cara berutang sana-sini atau lainnya – kamu merasa tidak bersalah dalam penyesalan. Karena kamu telah menyediakan jawabannya. Dan jawanban itu adalah “kebutuhan”.

Bersyukurlah dengan apa yang telah kamu punya. Apalagi yang kamu dapatkan dengan susah payah, dengan baik dan memang sangat dibutuhkan. Itulah sesungguhnya milikmu yang berharga. Jagalah sebaik-baiknya.

Jika kamu beralasan bahwa kamu tidak punya apa-apa yang bisa dibanggakan, maka tolong jawab pertanyaanku yang sok tahu ini.

Semalam kamu tidur diranjang ataukah disudut gelap bangunan tanpa penerangan?
Tadi kamu sarapan apa? Makan siang apa? atau makan malam apa?
Apakah kamu hari ini terbaring lemah sakit?
Dan,
Kamu membaca tulisan ini dari mana? HP? Komputer? Tablet?

Sudah menangkap maksud saya?

itulah yang harus kamu pikirkan. Kamu telah mempunyai banyak hal yang berharga. BERSYUKURLAH dengan apa yang telah kamu milki.

Berhentilah berpikir tentang masa lalu.
Masa lalu yang masa lalu. Semua sudah terjadi. Semua sudah lewat. Semua tinggal kenangan. Mau itu kenangan yang sangat indah ia juga sudah berlalu, begitu juga masa lalu yang tidak indah dan menyakitkan.

Berhenti berpikir dan menginap dimasa lalu. Tujuan masa lalu adalah untuk mengingatkan kita, bukan untuk memenjarakan kita.

Jika masa lalu tidak indah, pelajari, lalu lakukan perubahan. Pahami apa yang membuatnya tidak indah, lalu lakukan perbaikan dan cari solusinya. Bukan semakin tenggelam kedalamnya dan menanggis tersedu-sedu supaya orang lain kasihan padamu dan menolongmu.

Ingatlah, tidak seorangpun yang bertanggung jawab atas kebahagiaanmu selain kamu sendiri. Apalagi ketidakbahagiaanmu. Yang kamu dapatkan adalah justru mereka semakin menghindarimu.

Maka, tegapkan tubuhmu. Katakan selamat tinggal pada masa lalumu. Jika indah, buktikan kamu bisa menciptkannya lagi dan lebih indah. Jika tidak, buktikan itu tidak menghentikanmu meraih masa depanmu yang indah.

Dan mulailah SEKARANG. BUKAN NANTI, apalagi BESOK.

Berhentilah berpikir tentang luka yang akan kamu terima.
Kamu tidak belajar berjalan tanpa JATUH. Kamu tidak belajar berlari tanpa JATUH. Kamu tidak belajar menanggis tanpa JATUH. Bahkan kamu belajar cinta juga dengan JATUH cinta.

Semua perlu JATUH. Dan semua jatuh itu membuat LUKA. Dan semua luka itu SAKIT.

Dan cara terbaik untuk membiasakan sakit adalah dengan sering JATUH.

Lucunya, semakin kamu jatuh, semakin kamu menjadi jarang jatuh dan tahan jatuh. Mengapa? Karena kamu telah MENGETAHUINYA dan menjadi bijak untuk jatuh dengan cara yang sama.

Sesungguhnya, semakin kamu siap untuk jatuh atau terluka, semakin kamu lebih dewasa. Karena memang itu tidak bisa dihindari dan pasti terjadi. Bahkan kelak akan menjadi pelajaran yang indah setelah kamu melewatinya.

Jika kamu takut jatuh, maka kamu tidak akan pandai mengendarai motor, karena jatuh dari motor pasti terluka. Tidak berani berbisnis, karena kalau gagal pasti jatuh miskin. Tidak berani jatuh cinta karena takut terluka, maka kamu akan kehilangan kesempatan mendapatkan pria/wanita yang kamu impikan.

Maka, berhentilah untuk berpikir tentang luka yang akan kamu terima. Justru ketika kamu menghindari luka, kamu sesungguhnya sudah terluka karena tidak melakukan apa-apa.

Berhentilah berpikir akan gagal ataupun takut gagal.
Kamu pasti gagal. Minimal sekali. Jadi, lakukan saja. Mereka yang benar-benar gagal justru mereka yang tidak melakukan apa-apa karena takut gagal. Sehingga mereka menghindari gagal itu dan mereka gagal untuk menjadi apa yang diinginkannya.

Membingungkan?

Ya memang, tidak melakukan saja sudah gagal, apalagi melakukannya bukan? Lalu kenapa malah memilih tidak melakukannya?

Analoginya sederhana. Kamu ingin bisa naik motor supaya malam minggu bisa menjemput pasanganmu dan jalan-jalan. Tetapi kamu takut gagal kalau mencoba belajar motor, kemudian kamu memilih tidak tidak belajar motor saja. Sehingga kamu tidak gagal.

Pertanyaannya, kamu tetap tidak bisa naik motor bukan? Bukankah itu juga gagal? Kenapa tidak sekalian nekat belajar dan terima saja pasti akan gagal sekali dua kali, setelah itu hepi-hepi berbocengan dengan pasangan sekalipun ada bekas jatuh dikaki dan lengan bukan? Dan mungkin luka itu malah menjadi kebanggaanmu karena ada kisah keberanianmu disana.

Begitu juga lainnya, semua hal itu sama. Mau pekerjaan, mau pasangan, ataupun persahabatan, semua pasti ada kegagalannya. Bagaimana kita menyikapi yang gagal itulah yang membedakan semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s