Menjadi diri sendiri itulah cantik sesungguhnya


free-cool-girl-behind-the-mask-wallpaper_1440x900_84515

Suatu hari, seorang wanita muda dengan kacamata agak tebal menghias wajahnya ingin mencari kekasih. Lalu ia mendatangi sebuah biro jodoh yang tidak jauh dari rumahnya.

Setelah mengisi formulir dan memenuhi syarat yang tertera, dia pun diberi sebuah alamat tempat pertemuan dengan seorang pria yang kebetulan mempunyai kriteria yang dicarinya pada wanita muda ini.

Tempat pertemuan mereka adalah disebuah cafe yang kebetulan tidak jauh dari rumah wanita muda ini juga.

Hari yang ditunggupun tiba, wanita muda ini berdandan mengenakan gaun putih yang indah. Kacamatanya dilepas walaupun agak menyulitkan dia melihat sekitarnya. Tapi ia tetap tidak ingin memakainya karena menurutnya kacamata itu akan merusak kecantikkannya.

Ketika keluar dari rumahnya, dia mendengar tawa kecil dari rumah sebelah. Samar-samar tapi cukup jelas. Dia mendengar seseorang berkata bahwa pakaiannya sudah kuno. Ketinggalan jaman dan tidak fashion.

Mendengar hal itu, dia menjadi malu dan menjadi tidak percaya diri. Lalu diapun masuk kembali kerumahnya dan berganti baju. Kali ini, dia memakai gaun warna merah menyala dan sangat menarik mata. Percaya dirinya kembali.

Dan memang benar, ketika berjalan keluar, samar-samar dia mendengar pujian terutama dari pria yang melihatnya mengatakan bahwa dia sangat sexy dan menarik sekali. Tetapi setelah itu, dia mendengar kritikan terutama dari wanita yang mengatakan bahwa dia seperti wanita murahan.

Sedih, malu dan putus asa, wanita muda ini kembali kerumahnya. Kali ini dia bingung apa yang harus dikenakannya. Dia hendak menanggis, tetapi apa gunanya? Lalu dalam keadaan putus asa, dia mengganti bajunya dengan kaos oblong sederhana dan celana jean kesukaannya yang selalu dikenakannya dan membuatnya nyaman.

Setelah itu, dia langsung keluar. Kali ini dia masa bodoh orang lain ingin mengatakan apa. Dia juga tidak peduli lagi apakah pria yang akan ditemuinya dicafe nanti akan menerimanya atau tidak, yang pasti, inilah dirinya apa adanya.

Anehnya, dia tidak mendengar perkataan apapun. Sekalipun ada dia juga merasa tidak seperti yang dia rasakan sebelumnya. Tidak merasa malu, tidak merasa canggung ataupun sedih. Yang ada justru rasanya biasa dan nyaman.

Satu-satunya yang membuat hatinya gelisah adalah bagaimana pria yang akan ditemuinya menilainya. Dalam hati dia menyakinkan diri sendiri bahwa jika pria itu benar-benar ingin mengenalnya lebih jauh lagi, maka inilah dia yang sebenarnya. Dengan make-up simple minimalis, berpakaiaan simple rapi apa adanya.

Ketika hendak memasuki cafe yang dia tuju, dia melihat seorang pria yang terlihat bingung sedang mencari sesuatu disekitar cafe tersebut. Merasa tidak buru-buru, diapun menawarkan diri membantu pria ini mencarinya.

Setelah beberapa menit mencari, akhirnya mereka menemukan yang mereka cari. Ternyata, pria ini sedang mencari cincin perak peninggalan ibunya yang tadi tidak sengaja jatuh ketika berlari datang kecafe ini.

Dan daripadanya, ternyata pria ini ada temu janji dengan seorang wanita dicafe ini. Dan rencananya pria ini ingin memberikan cincin perak peninggalan ibunya ini sebagai tanda jadi jika wanita yang akan ditemuinya menerimanya.

“Dia pasti menerimanya, aku pastikan seratus persen”, katanya pada pria ini sambil tersenyum lembut dan manis sekali. Pria yang mendengar hal tersebut hanya bisa tersenyum dan berterimakasih. Tingkahnya yang gugup membuat wanita muda ini tertawa kecil.

“Menurutmu apakah aku harus membatalkan pertemuan ini?”, tanya pria ini tiba-tiba padanya. Wanita muda ini sedikit terkejut, tetapi ia berusaha menyembunyikannya. “Mengapa? Bukankah kamu ingin menemuinya”, tanyanya penasaran.

“A…, aku…, sepertinya aku telah mempunyai pilihan lain…”, jawab pria ini gugup sambil melihatnya dengan senyuman yang menawan. Wanita muda ini wajahnya merona merah.

“Aku sarankan kamu masuk dulu dan menemuinya. Aku pastikan kamu tidak akan menyesalinya”, jawabnya sambil mengajak pria ini masuk.

Setelah masuk, pria ini langsung mencari tempat duduk dimana dia berjanji akan menemui seorang wanita. Dan tempat duduk itu masih kosong. Pria ini menghela napas merasa lega. Entah lega karena dia tidak terlambat datang, ataukah lega karena berharap wanita yang akan ditemuinya tidak datang.

“Aku juga menunggu seorang pria ditempat duduk itu lho…”, kata wanita muda ini tersenyum manis sekali sambil memandangi tempat duduk itu. Pria yang disampingnya, yang tadi menghela napas sekarang menahan napas. Dia tidak percaya apa yang didengarnya.

“Maksudmu…, kamu wanita yang akan kutemui hari ini…?”, tanyanya dengan suara gugup, tetapi matanya terlihat senang. “Iya, akulah wanita itu”, jawabnya. “Kenalkan, namaku adalah Cindy dan tadi kita sudah bertemu…”, lanjutnya memperkenalkan diri.

Setahun kemudian, pria dan wanita muda ini yang bertemu dicafe tersebut mengadakan upacara pernikahan mereka. Keduanya terlihat sangat bahagia. Para hadirin yang hadir adalah teman-teman dekat kedua mempelai ini.

Upacara mereka juga sangat unik. Mereka tidak memakai busana pengantin seperti pengantin pada umumnya. Sang wanita memakai kaos dan celana jeans dengan kacamata menghias wajahnya. Sang pria juga memakai pakaian yang sama.

Ternyata, pakaian yang mereka kenakan adalah pakaian yang mereka pakai ketika pertama kali bertemu dulu disalah satu cafe.

Mereka sengaja memakai pakaian seperti itu untuk mengingatkan mereka sendiri dan mungkin juga orang lain, bahwa, apa yang dikenakan pada tubuh hanyalah sebatas luarnya saja. Kecantikkan luar itu bisa dinilai siapa saja dan bernilai berapa saja menurut pendapat masing-masing mata.

Tetapi, kecantikkan sesungguhnya justru datang dari dalam, dari hati yang indah.

Dulu, wanita muda ini begitu takut akan penilaian orang lain sehingga seringkali merubah dirinya menjadi seperti penilaian orang lain hanya supaya diterima dan dipuja. Dan dia memang diterima dan dipuja, tetapi yang diterima dan dipuja itu bukan dirinya yang sesungguhnya.

Hal itu membuatnya selalu terbebani dan selalu mengganti topeng-topeng wajahnya sesuai penilaian lainnya. Lama kelamaan ia kehilangan wajahnya yang sesungguhnya. Orang-orang yang mengenalnya juga semakin ragu yang mana sesungguhnya dia.

Hingga suatu hari dia memutuskan untuk membuang semua topeng itu dan memperlihatkan wajahnya sendiri. Dan pada akhirnya, ia menemukan seseorang yang telah lama menanti dia melepaskan topengnya. Yang menerima dan memuja dirinya yang sesungguhnya.

Dan dia mendapatkannya.

Jadilah dirimu sendiri sebagaimana dirimu yang baik.

One thought on “Menjadi diri sendiri itulah cantik sesungguhnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s