5 Cara menghilangkan ketakutan akan pendapat orang lain


5 Cara pendapat (1)

NYAMANKAN DIRIMU TENTANG PENDAPAT ORANG LAIN YANG TIDAK KAMU KETAHUI.

Ketika pertama kali saya membuat blog ini, saya merasa gelisah sekali. Mengapa? Karena saya berharap blog saya akan disukai. Tetapi hasilnya saya sering mendapatkan bahwa saya seringkali berkhayal blog ini dan tulisannya tidak disukai. Ini membuat saya menjadi gelisah.

Padahal, saya tidak tahu apa yang orang lain baca dan pikirkan. Itulah mengapa saya membuang jauh-jauh pemikiran seperti itu dan menyamankan diri sendiri menikmati apa yang salah tulis diblog ini. Hasilnya, saya menjadi nyaman dan sangat menikmati menulis tulisan ini dan berbagi. Jika Anda pernah merasakan apa yang saya rasakan, maka katakan ini.

“Ini hidupku, ini pilihanku, kesalahanku adalah pelajaran bagiku. Selama saya tidak melukai orang lain, maka saya tidak peduli apa yang orang lain pikirkan tentangku, apalagi saya sendiri tidak tahu apa yang mereka pikirkan”.

5 Cara pendapat (2)

KETAHUILAH, KEBANYAKAN MALAH TIDAK MEMIKIRKANNYA.

Ya, seringkali Anda menciptakan sebuah “kebenaran” didalam pikiran Anda bahwa orang lain memikirkan seperti yang Anda pikirkan. Anda sering berpikir bahwa Anda pasti sedang digosipkan ini-itu dan blah blah blah lainnya. Tetapi kenyataannya, kebanyakkan orang malah tidak memikirkannya dan sudah lupa.

Manusia adalah mahkluk yang egonya tinggi. Mereka tidak akan memikirkan orang lain sebelum memikirkan dirinya sendiri. Lagipula, sekalipun Anda telah melakukan sesuatu yang baik dan tidak menyakiti orang lain, akan selalu “pembenci” yang akan mencari-cari kesalahan Anda.

Jika demikian, mengapakah hidup Anda yang harus diatur para “pembenci” ini? Dan secara tidak langsung Anda malah menciptakan sendiri kondisi Anda seperti yang para pembenci itu harapkan.

Ingatlah, seringkali apa yang Anda pikir mereka pikirkan justru tidak seperti yang Anda pikirkan. Andalah yang terus memikirkan sehingga pikiran itu seakan meminta orang lain memikirkan apa yang Anda pikirkan. Dan ketika itu telah terjadi, Anda lalu berkata, “Kan, aku sudah tahu mereka pasti berpikir begitu”. … Cape dech.

5 Cara pendapat (3)

ANDA ITU UNIK DAN HANYA ADA SATU DIDUNIA.

Tidak seorangpun didunia ini dilahirkan sama sekalipun ia dilahirkan kembar. Termasuk Anda. Anda itu unik dan hanya ada satu-satunya.

Seringkali, untuk mendapatkan pengakuan, saya, Anda dan lainnya rela memakai topeng wajah. Kita lebih memilih untuk dipuji yang bukan karena kita daripada dijauhi karena kita apa adanya.

Ingatlah, hidup ini hanya satu kali. Jadi manfaatkanlah baik-baik. Menjadi orang lain sama saja Anda mengingkari Anda sempurna sekalipun Anda merasa lebih sempurna dengan menjadi orang lain.

Tuhan adalah pencipta kita. DIAlah yang paling sempurna. Dan apapun karya cipta-Nya adalah sempurna. Tuhan menciptakanmu sedemikian rupa karena menurt-Nya kamu sempurna dan ada maksud-Nya

Maka dari itu, jadilah dirimu sendiri yang sesungguhnya sempurna dimata Tuhan. Dunia boleh saja mensyaratkan segala macam syarat untuk menjadi sempurna. Tetapi dimata Tuhan, sempurna itu tidak dilihat dari mata, tetapi dinilai dari hatinya.

5 Cara pendapat (4)

ENJOY AJA!

Apapun yang Anda lakukan akan selalu ada orang lain yang tidak menyukainya. Sebaik apapun itu.

Anda pasti pernah membaca cerita seorang Ayah, anak dan keledainya bukan? Dimana ceritanya siayah, anak dan keledai berjalan kepasar. Lalu dalam perjalanannya ada sekelompok orang yang menertawakan mereka bodoh kenapa keledai itu tidak dinaiki saja.

Mendengar hal itu, siayah meminta anaknya menaiki keledai tersebut dan melanjutkan perjalanan.

Tidak lama kemudian mereka menemukan sekelompok orang lain yang memarahi mereka mengapa sianak begitu tega membiarkan ayahnya yang sudah tua berjalan kaki sedangkan dia enak-enakan duduk diatas keledai. Mendengar hal itu, siayah meminta bertukar tempat dengan anaknya. Ayahnya yang menaiki keledai dan anaknya yang berjalan kaki.

Tidak lama kemudian, mereka menemukan sekelompok orang lain yang berkata betapa jahatnya siayah karena membiarkan anaknya berjalan kaki dan kecapean sedangkan dia sendiri enak-enakan duduk diatas keledai. Mendengar hal itu, siayah meminta anaknya sama-sama duduk diatas keledai saja.

Lalu apa yang terjadi? Tidak berselang lama perjalananya, mereka menemukan sekelompok orang lain yang mencibir mereka. Mereka mencibir betapa jahatnya siayah dan anaknya ini karena menaiki bersama-sama keledai malang tua tersebut. Karena putus asa selalu dicibir dan dikatai, maka siayah dan anak ini mengambil keputusan bahwa keledainya saja yang digendong bersama-sama.

Itulah yang terjadi jika Anda selalu mendengarkan perkataan orang lain tentang diri Anda. Anda menciptakan keputusasaan sendiri. Anda memburukkan diri sendiri karena Anda merasa apa yang Anda lakukan selalu salah dimata orang lain.

Jika apa yang Anda lakukan itu baik, tidak merugikan orang lain, tidak menyakiti orang lain, maka enjoy saja.

5 Cara pendapat (5)

NIKMATILAH SETIAP PERBEDAAN, DAN TERSENYUMLAH.

Ketahuilah, pendapat yang berbeda bukan berarti bahwa Anda salah atau mereka yang salah. Bahkan teh dari bungkus yang sama, diseduh dari teko yang sama, diminum orang yang sama, masih menghasilkan rasa yang berbeda.

Jika terjadi perbedaan pendapat, dengarkan dulu. Lalu tanyakan kembali apakah pendapatnya lebih baik dan bisa membuat kita menjadi lebih baik? Jika bisa maka ambillah dan sesuaikan dengan keinginan dan kepribadian Anda. Jika tidak lebih baik, ya biarkan saja.

Anda juga tidak perlu mendebat menyerang pendapatnya atau pemikirannya. Dengarkan saja dan tersenyumlah. Ketika Anda respect pada pendapat orang lain sekalipun menurut Anda salah dan terbukti salah, Anda sesungguhnya bukan kalah. Anda juga tidak menjadi menang, tetapi Anda menjadi lebih dewasa dengan menghormati pendapat orang lain.

Dan efek sampingnya, Anda semakin mendapatkan respect dari orang lain. Mungkin tidak hari ini. Mungkin tidak minggu atau bulan ini. Tetapi respect itu menjadi semakin besar. Dan ketika Anda menyadarinya, Anda telah menjadi seseorang yang disegani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s