Bahagia bukan tanpa atau bebas masalah


20140130-164839.jpg

Ya, mereka yang paling berbahagia didunia juga tetap mempunyai masalah. Masalah seperti Anda. Masalah seperti saya. Juga masalah seperti dia, dia, mereka dan semua orang didunia. Hanya mereka yang sudah meninggal saja yang tidak mempunyai masalah.

Menjadi bahagia itu adalah PILIHAN. Anda SELALU diberi kesempatan untuk menjadi bahagia.

Ya, saya ulangi.

Anda SELALU diberi kesempatan untuk menjadi bahagia.

“Kapan?”, tanya Anda. Jawabannya adalah setiap hari. Setiap jam. Setiap menit. Bahkan setiap detik. Justu pertanyaan yang lebih tepat adalah, “Mengapakah Anda tidak menyadarinya atau memulainya”. Kapan lagi tanya Anda?.

Ya, SEKARANG.

Sesungguhnya kebahagiaan itu adalah KEADAAN. Tidak ada dan tidak perlu embel-embel lain apalagi perlu syarat untuk menjadi bahagia. Yang perlu Anda lakukan hanyalah MEMILIH.

Ya, itu saja. ME.MI.LIH.

Ingatkah ketika Anda masih bayi? Mungkin saja Anda tidak ingat. Tetapi setidaknya saya yakin Anda pasti pernah melihat bayi. Apakah mereka bahagia dan tertawa senang ketika Anda bermain dengan mereka? Sudah pasti bukan.

Dan ya, mungkin Anda bisa berkata bahwa mereka bahagia karena ada yang temani bermain. Tetapi coba perhatikan juga bayi disekitar Anda. Bahkan ketika mereka tak ada yang mengajak main, mereka seringkali tertawa sendiri.

Kok bisa? Karena mereka MEMILIHNYA. Mereka mau tertawa mau ada orang yang temani ataupun tidak mereka akan tertawa. Mereka menikmati kebahagiaan mereka. Bayi dan anak kecil adalah contoh paling indah dalam MENGAJARKAN ARTI BAHAGIA SESUNGGUHNYA.

Bahkan ketika anak-anak kecil yang sedang bermain berkelahi, mereka dengan cepat berbaikkan kembali. Mereka tadi memang mengalami masalah sehingga berkelahi, tetapi mereka tidak mempedulikan dan menyelesaikannya dengan cara mereka yang polos dan tulus sehingga berteman dan bermain kembali. Mereka melupakan pertengkaran mereka. Mereka melupakan yang telah berlalu.

Malahan, seringkali orang tua mereka yang mempermasalahkan itu lebih jauh. Padahal anak-anak mereka sudah tidak ada masalah lagi bahkan bermain dengan tertawa terbahak-bahak bahagia.

IMG_0300

Ya, ya, ya. Saya bisa mendengar Anda berkata bahwa mereka bisa begitu karena belum mempunyai masalah seperti orang dewasa. Masalah keluarga. Masalah pekerjaan. Masalah keuangan. Masalah pasangan. Dan masalah-masalah lainnya.

Bahkan dengan banyak menulis kata-kata “masalah” disini, sebagian dari kita pasti telah memikirkan masalah-masalah yang muncul. Dan itulah yang dinamakan PILIHAN. Baik Anda menyadarinya atau tidak.

Ketika saya mengatakan, MASALAH, otak Anda kemungkinan langsung bekerja keras memberikan masalah yang pernah Anda alami ataupun yang sedang Anda alami. Apakah Anda memilih yang memikirkannya?. Jawaban saya IYA.

Kok bisa? Padahal Anda sendiri tidak memikirkannya sama sekali secara sengaja bukan? Sesungguhnya ADA dan pernah Anda “sengaja” memikirkannya. Tetapi karena keseringan, itu telah menjadi satu POLA atau PERINTAH diotak kita.

Sebagai contoh sederhana. Ketika pertama kali Anda baru bisa membawa motor, Anda begitu kaku dan FOKUS pada jalanan dan keseimbangan Anda. Lalu tiba-tiba HP Anda berbunyi. Apakah Anda mengangkatnya? Saya yakin pasti tidak bukan. Kalaupun iya, Anda pasti menghentikan motor Anda, menepi dan memarkirnya dengan aman baru mengangkat HP Anda.

Otak Anda bekerja demikian karena demi keselamatan Anda.

Tetapi, ketika Anda telah mulai mahir membawa motor, Anda mulai “berani” mengangkat HP Anda ketika HP Anda berbunyi dan motor Anda bawa dengan pelan-pelan. Dan semakin mahir lagi, Anda bahkan tetap melaju cepat ketika mengangkat HP Anda.

IMG_0298Dan, ketika Anda melihat orang lain membawa motor sambil mengangkat HP, Anda dalam hati mungkin berkata, “Ckckck…, apa dia gak sayang nyawanya ngangkat HP begitu sambil bawa motor”. Anda sadar bahwa itu tidak baik, tetapi, ketika HP Anda berbunyi, Anda “tanpa sadar” malah mengangkatnya.

Sambil bawa motor lagi…

Otak Anda sesungguhnya melarang hal itu, tetapi karena sering dilakukan, otak Anda TERPAKSA dan MEMBENARKAN tindakan itu. Itulah POLA atau PERINTAH “BARU” yang terbentuk. Dan lama-kelamaan pola itu menjadi KEBIASAAN.

Contoh lain yang lebih mudah adalah menerobos lampu merah. Dan saya yakin Anda telah paham maksud saya.

Seringkali Anda secara sadar bahwa menerobos lampu merah adalah salah dan tidak baik. Karena itu membahayakan keselamatan Anda juga orang lain. Tetapi karena seringkali Anda pas berhenti dilampu merah, apakah karena alasan lagi sepi, panas, hujan, buru-buru, Anda langsung menerobosnya.

Lama kelamaan itu menjadi pola dan kebiasaan Anda.

Dan ketika Anda melihat ada orang yang menerobos lampu merah dan terjadi tabrakan, Anda malah seringkali marah dan mengumpat mereka. Anda langsung menjadi sadar bahwa menerobos lampu merah adalah salah dan membahayakan orang lain.

Dan, ketika Anda sendiri dilampu merah – lagi, apakah itu lagi sepi terlihat aman, apakah sedang hujan deras, apakah panas sangat menyengat kulit, apakah karena ingin dibilang berani, apakah karena gengsi hanya Anda yang belum jalan, maka…, Anda sendirilah yang menentukannya.

Itulah maksud saya MEMILIH.

Mereka yang mengangkat HP sambil membawa motor, mereka sesungguhnya sadar bahwa itu tidak baik dan membahayakan keselamatan mereka karena membuat tidak fokus. Mereka yang menerobos lampu merah, mereka juga sadar bahwa itu tidak baik dan membahayakan orang lain dan mereka sendiri.

Lalu mengapa mereka, Anda, saya, hampir kita semua masih melakukannya? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah kita yang MEMILIHNYA karena telah menjadi POLA dan KEBIASAAN.

Otak Anda sesungguhnya SADAR dan menegur Anda bahwa lampu merah harus STOP! Tetapi karena Anda seringkali menerobosnya dengan segala “kebenaran” dan alasan Anda, otak Anda menjadi “bingung”.

Otak Anda “meragukan” sendiri pendapatnya. “Lampu merah itu boleh diterobos apa tidak?”, tanya otak Anda. Tetapi karena keseringan diterobos, lama kelamanan otak kita “terpaksa” harus mengingat “perintah baru”. Dan pada kasus menerobos ini menjadi, lampu merah BOLEH diterobos, asal… (dengan segala alasan dan kebenaran Anda).

Anda telah MEMILIHNYA.

Itulah contoh paling sederhana. Dan masih banyak contoh lain. Misalnya dalam pekerjaan ada istilah “I Hate Monday”. Mengapa sampai ada istilah itu bahkan sangat populer? Apa sih salah MONDAY sehingga harus dibenci?

IMG_0049Lalu mengapa banyak yang menyukai SATURDAY alias hari sabtu? Apa sih istimewanya sabtu? Apa bedanya MONDAY sama SATURDAY? Kan sama-sama hari, kan sama-sama 24 jam, kan sama-sama ada pagi dan malam.

Saya rasa saya tidak perlu menjelaskannya panjang lebar, karena Anda adalah orang yang sangat bijaksana dan pasti telah memahaminya. Semua itu adalah PILIHAN ANDA SENDIRI.

Seringkali Anda telah memilihnya sekalipun Anda merasa tidak dengan sengaja ataupun sadar memilihnya. Lagipula orang gila mana yang sengaja memilih masalah bukan? Sayangnya otak Anda telah terbiasa dengan kebiasaan Anda. Dan otak Anda menjadi “malas” menegur Anda. Karena toh ditegur Anda tetap melakukannya bukan?!

Sekarang Anda tahu itu tidak baik, bagaimana Anda merubahnya? Sesungguhnya mudah saja, ciptakan saja kebiasaan yang baru. Sadarilah dengan BENAR-BENAR bahwa lampu merah bukanlah untuk MENGGANGGU perjalanan Anda, tetapi untuk KEBAIKKAN Anda, saya dan semuanya.

Cobalah dan lihatlah dari SUDUT PANDANG yang BERBEDA.

Jika Sebelumnya lampu merah Anda melihatnya sebagai masalah, sekarang cobalah lihat  bahwa dengan adanya lampu merah semua menjadi tertib dan lancar. Mereka yang penyeberang jalan bisa leluasa menyeberang. Anda juga bisa merelaksasikan pegal Anda setelah cukup lama membawa motor Anda.

Anda juga bisa melihat bahwa hari Senin adalah hari yang baru. Hari yang bersemangat karena telah menikmati hari Minggu. Bukan malah menjadi hari khusus mengeluh. Ubah segera sudut pandang itu.

Ya saya tahu tidaklah semudah yang saya katakan, tetapi percayalah, ketika Anda percaya Anda bisa, Anda menjadi bisa. Saya juga pernah mengalaminya dan saya dulu memang membenci hari Senin juga. (Kasian tuan Senin, selalu dibenci ya).

Tetapi kebencian itu hilang ketika saya percaya dan merubahnya. Cara saya bagaimana? Ternyata mudah. Saya dirumah tidak mempunyai koneksi internet. Jadi ketika mau internetan saya terpaksa harus berlangganan paket yang disediakan operator seluler.

Lalu apa merubah sudut pandang saya. Saya MEMAKSA memberi perintah baru “I Hate Monday” menjadi “I LOVE MONDAY”. Saya merubahnya dengan berpikir, “Cepat-cepatlah hari Senin, gue mau baca manga (komik jepang) yang baru”.

Dan tahukah apa hasilnya, saya justru paling bersemangat ketika hari Senin tiba. Tidak percaya? Tidak mengapa, Anda yang memilihnya.

Memang benar saya bisa melakukan kesenangan saya membaca dengan pergi kewarnet, lagipula dilingkungan saya warnet mudah dicari. Tetapi saya sengaja melakukan ini karena ingin merubah slogan “I Hate Monday”.

Bahkan saya menjadi “dekat” dengan ruang kantor daripada keluar ketika jam istirahat tiba. Dan saya ingin tambahkan, saya melakukan aktivitas membaca saya bukan pada saat jam kerja. Tetapi ketika semua pekerjaan telah terselesaikan dengan baik. Jika belum saya akan menyelesaikannya semua dahulu.

Kita harus profesional dan bertanggung jawab dalam pekerjaan kita.

Uniknya, biasa ketika “I Hate Monday” datang, pekerjaan yang menumpuk saya kerjakan dengan perasaan malas-malasan (tetapi tetap bekerja) dan kurang bersemangat, tetapi setelah “I LOVE MONDAY”, pekerjaan tersebut malah cepat sekali selesai dan bersemangat.

Terlalu indah menjadi nyata? Percayalah, saya mengalaminya. Saya merubahnya. Dan tahukah Anda, hasilnya SANGAT MENYENANGKAN.

Cobalah jika Anda tidak percaya.
Cobalah jika Anda percaya.
Hasilnya Anda yang menikmati juga.

Lalu bagaimana dengan mereka yang masih saja terus menerobos? Tidak mempedulikan keselamatan mereka sendiri dan membahayakan keselamatan orang lain? Tetap membenci hari Senin dengan segala berbagai macam alasan?

Sesungguhnya pertanyaan yang lebih baik adalah, apakah Anda yang sudah TAHU dan SADAR itu tidak baik bagi Anda sendiri dan orang lain Anda masih ingin melakukannya dan mengulanginya? Jika tidak, maka, jadilah orang pertama yang mengubahnya. Pilihan Anda selalu ditangan Anda sendiri.

Itulah maksud saya Anda SELALU diberi kesempatan untuk MEMILIH. Setiap jam. Setiap menit. Setiap detik.

Begitu juga dengan menjadi BAHAGIA.

Anda menjadi bahagia karena Anda yang MEMILIHNYA. Bukan karena MEMILIKI sesuatu yang bahagia lalu membuat Anda bahagia. Itu juga bahagia, tetapi bahagia sesungguhnya adalah TIDAK ADA SYARATNYA.

Kapan saja, dimana saja.
Tiap menit, tiap detik.

Ingatlah, mereka yang bahagia bukan berarti tidak ada atau bebas masalah. Mereka yang selalu terlihat bahagia adalah mereka yang memilih untuk selalu berbahagia. Mereka masih mempunyai masalah. Bahkan banyak diluar sana masalah mereka lebih berat dibanding kita.

Tetapi mereka tetap memilih untuk berbahagia sehingga kita yang melihatnya seakan mereka tanpa masalah. Seakan masalah mereka tidak sebesar masalah Anda. Tetapi ketahuilah, kadang masalah Anda juga tidak sebesar yang Anda pikirkan. Bagaimana Anda menyikapinyalah yang MEMBUATNYA BERBEDA.

Dan untuk sekarang, sekalipun hanya sejam, sekalipun hanya semenit saja, PILIHLAH menjadi BAHAGIA SEKARANG.

Tuliskanlah PERINTAH BARU pada otak Anda mengapa Anda harus memilih berbahagia SEKARANG. Buatlah otak Anda “bingung” mengapa Anda harus berbahagia sekalipun otak Anda “percaya” bahwa masalah harus dikeluhkan.

Tanamkan pola dan kebiasaan baru pada otak Anda sehingga otak Anda menjadi PERCAYA. Carilah segala alasan dan kebenaran untuk berbahagia. Bahagia dan masalah adalah bagian yang sama. Sikapilah dengan bijaksana.

Dan mulailah dengan tersenyumlah.

Seperti ini (^_^)Y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s