Redesign your life


Redesign your life

Akhirnya setelah sekian lama sibuk bekerja, saya bisa menyempatkan diri menulis lagi diblog kita ini. Dan pada tulisan kali ini, saya terinspirasi dari pekerjaan saya – Designer Amatir – dan perkataan teman saya juga.

To the point saja, ini yang dikatakannya yang saya tulis dengan gaya tulisan saya tanpa mengubah intinya.

“Bro, saya selalu sibuk. Keluar saat matahari terbit, pulang saat bulan menyapa. Yang saya dapatkan juga tidak seberapa. Sepertinya ada yang salah dengan kehidupan saya. Mungkin ada yang perlu diganti sehingga tidak selalu seperti ini lagi”.

Yup, teman saya memang perlu mengganti caranya, yang dalam istilah desain disebut RE-DESIGN atau mendesain/merancang ulang.

Mengambil contoh sederhana saja, Anda sekarang jalan-jalan kemall. Lalu disana Anda melihat satu kaos yang bagus sekali. Anda tertarik dan akhirnya membelinya.

Keesokan harinya, Anda memakai kaos itu untuk keluar jalan-jalan. Saat Anda memakainya, Anda merasa ada yang berbeda. Anda merasa KURANG NYAMAN dengan kaos Anda. Padahal, sebelum membeli kemarin Anda sudah mencobanya dan merasa cocok.

“Mungkin warnanya terlalu polos”, kata Anda menebak apa yang membuat Anda kurang nyaman. Lalu Anda memadukan dengan jaket warna lain ataupun aksesoris lainnya. Tetapi Anda tetap merasa kurang nyaman.

“Kayaknya baju ini gambarnya kurang ramai”, tebak Anda lagi. Kali ini Anda menambah gambar-gambar lain dengan ketempat jasa penyablonan. Setelah menunggu beberapa hari, kaos Andapun pulang sesuai pesanan Anda.

“Hmm…, kok rasanya makin tidak nyaman ya. Jangan-jangan ini karena bahannya yang udah berbeda setelah disablon”, Anda menebak lagi. Akhirnya Anda meminta tukang baju profesional untuk membuatkan baju dengan desain yang sama semua dengan bahan yang berbeda.

Setelah menunggu dan menunggu, kaos Anda pun selesai. Anda memakainya. Dan sekali lagi. Ada yang masih tetap membuat Anda tidak nyaman.

Anda merasa frustasi. Mengapa sudah menambah ini-itu, merombak ini-itu hasilnya masih tidak sama? Apa yang salah. Anda merasa telah melakukan semuanya, tetapi dalam hati kecil Anda, Anda yakin ada yang salah. Tetapi apa itu?

Anda terus dihantui pikiran itu hingga suatu hari Anda bertemu seorang teman Anda yang kebetulan juga ingin membeli kaos disebuah mall, dan kebetulan sekali lagi, kaos yang ingin teman Anda beli itu sama dengan kaos Anda yang dulu Anda beli.

“Bro, jangan beli kaos itu. Gak nyaman banget. Gue dah beli sebulan lalu. Tapi gak pernah gue pakai keluar”, kata Anda memberi saran kepada teman Anda. Teman Anda hanya bingung memandangi Anda.

“Kok bisa bro? Gak nyaman gimana?”, tanya teman Anda. Anda tersenyum kecil. Dalam hati Anda, Anda merasa teman Anda akan berterimakasih pada Anda karena Anda telah siap menjelaskan semuanya dan juga perjuangan Anda membuat kaos itu nyaman bagi Anda.

Dengan indah Anda merangkai kata-kata menjelaskan hal itu pada teman Anda. Dan sebelum Anda habis menjelaskan, teman Anda memotong perkataan Anda.

“Tunggu bro, tadi loe bilang awalnya loe cari kaos kerah ya? Dan karena loe melihat kaos oblong itu bagus lalu loe membelinya. Setelah itu loe merasa kurang nyaman dan menambah ini-itu dan tetap tidak nyaman ya?”, tanya teman Anda tersenyum penuh arti.

“Iya bro, memang gitu, makanya gue mau…”, belum selesai Anda menjawab, teman Anda menyahut. “Wajar aja bro, KONSEP awal loe aja dah beda. Cari kaos kerah kok malah jadi kaos oblong. Tentu saja loe merasa kurang nyaman”.

“Sekedar loe tahu aja, kaos ini gue dah pakai dari kemarin-kemarin. Dan karena gue nyaman dan suka makanya cari lagi. Selama ini yang buat loe kurang nyaman bukan karena desain kaosnya bro, tapi KONSEP yang ingin loe cari dah beda”, jawab teman Anda tertawa kecil.

Anda hanya terdiam dan baru menyadarinya.

Pernah mengalami hal itu? Dan itulah yang sering terjadi dalam kehidupan Anda, saya begitu juga teman saya.

Seringkali kita bertanya mengapa kehidupan kita tidak seperti yang kita inginkan. Apakah itu pekerjaan yang sedang kita kerjakan, keluarga yang telah kita bina, maupun film yang menurut orang lain bagus sekali tapi bagi kita buruk minta ampun.

Apa ada yang salah ya?

Memang ada para pembaca yang baik. Dan saya yakin Anda juga telah menangkap maksud saya. Dan ijinkan saya yang sok tahu ini berbagi kembali atau mengingatkan kembali.

Ketika menonton film, ada film yang bagus menurut teman Anda dan ada yang menyumpahinya lebih baik nonton sinetron saja. Tetapi saya tekankan sekali lagi, pengertian saya salah disini bukanlah Anda yang salah, tetapi konsep awalnya yang Anda pertahankan padahal Anda tahu itu membuat Anda tidak nyaman.

Apa itu konsep yang saya maksud disini? Tidak perlu pakai kamus besar untuk memahaminya. Konsep dalam bahasa sederhananya adalah rancangan (awal) atau ide.

Mari kita kembali kecontoh nonton film. Anggaplah Anda adalah penyuka film drama berkualitas yang membuat Anda selalu kebioskop harus membawa ember untuk menampung air mata haru Anda, sedangkan teman Anda adalah penyuka film yang efek-efeknya luar biasa dan penuh aksi.

Suatu hari teman Anda mengajak Anda untuk nonton film The Amazing Spiderman 2 yang menurut teman Anda dan beberapa reviews internet dan majalah film sampai tukang parkirpun pada bahas bagus. Anda okekan karena Anda merasa pasti bagus karena banyak yang BILANG bagus, dan POPULER.

Dan, eng ing eng, setelah habis filmnya, pas keluar dari bioskop, Anda langsung mengomeli teman Anda yang bertanya bagaimana filmnya.

“Gak masuk akal bro, masa ada orang yang digigit laba-laba bisa jadi gitu. Belum penjahatnya bisa ini-itu. Yang masuk akal cuma bagaimana perasaan tokoh utamanya pada ceweknya”, jawab Anda dan blah blah lainnya.

Lalu Anda dan teman Anda saling bertukar pendapat, lalu menjadi debat.
Siapa yang salah? Tentu saja tidak ada, karena ini bukan tentang siapa yang salah.

Coba kita sama-sama telusuri kembali. Anda penyuka – KONSEP – film drama. Teman Anda penyuka – KONSEP – visual efek atau aksi. Menurut Anda film ini lebih cocok untuk Anda ataukah teman Anda? Saya yakin Anda telah mengerti maksud saya.

Memang tidak salah Anda ingin mencoba melihatnya dan kalaupun tidak cocok kan ya sudah. Lagian kan cuma film. Tinggal cari dan lihat film lain ataupun ganti kaos lain sudah selesai bukan?!

Masalahnya adalah ketika ini berhubungan dengan kehidupan Anda.

Banyak dari kita yang mengeluhkan kehidupan kita. Mengapa sudah ini itu, ganti ini itu, rubah ini itu tetapi hasilnya masih sama tidak berubah? Adapun masih tidak seperti keinginan Anda.

Jika itu yang Anda alami, Anda harus MENDESAIN ULANG KONSEP Anda.

Saya yakin, baik Anda maupun saya mempunyai keinginan kehidupan yang sukses. Punya mobil mewah, rumah megah, jabatan yang wah dan lainnya.

Lalu apa yang kita lakukan? Kita mengkonsepkan dahulu kehidupan yang sukses itu. Dan sayangnya, seringkali kali kita mengkonsepkan itu seperti analogi menonton film diatas.

Kita melakukannya karena kita merasa itu yang benar. Banyak yang bilang begitu, dan bahkan Populer.

Tetapi, setelah kita jalani. Kita merasa tidak nyaman. Dan lebih menyedihkan lagi, kita MENONTON ULANG berkali-kali film itu lagi hanya karena ada yang bilang film itu bagus kalau sudah nonton berkali-berkali.

Kini Anda telah menonton film itu entah berapa ribu kali, sampai-sampai toko yang jual film itu kehabisan filmnya. Lalu Anda mendengar dari teman Anda atau siapa saja yang berkata bahwa film tersebut akan lebih bagus jika nonton sekuelnya. Dan Andapun mempercayainya. Lagi.

Dan sekali lagi, Anda merasa tidak nyaman bahkan LEBIH tidak nyaman. Apa yang salah? Saya yakin Anda telah mengetahuinya. Bagaimana merubahnya? Anda juga telah mengetahuinya.

Tidak ada yang salah Anda mencontoh atau mengambil konsep kehidupan sukses orang lain, tetapi janganlah itu sampai membuat Anda merasa tidak nyaman.

Seperti saya mendesain brosur, karakter ataupun logo, tidak ada yang salah kita meniru brosur, karakter atau logo orang lain, tetapi kalau ditiru semua bukankah itu sudah bukan brosur, karakter atau logo kita?

Dan perhatikan juga mengapa mereka yang sudah sukses, mempunyai mobil mewah dan rumah mewah serta jabatan yang wah kok masih tidak bahagia? Dan ada juga yang dipandang rendah, tidak mempunyai apa-apa tetapi malah bahagia?
Apakah harus menjadi miskin baru bahagia ataukah kaya memang tidak bisa bahagia? Jika itu yang Anda pikirkan, buang jauh-jauh konsep pikiran itu.

Bahagia itu tidak melihat miskin ataupun kaya, tetapi pada konsep bahagia itu sendiri.

Ada orang yang memang bahagia jika telah memiliki yang dia inginkan, dan memang ada yang bahagia ketika dia bisa melepas segala yang berhubungan materi dunia.

Mereka yang bahagia dalam keadaan apapun miskin atau kaya karena konsep mereka JELAS. Jadi ketika mereka mewujudkannya, mereka TAHU apa yang harus mereka lakukan dan butuhkan.

Bukan karena popularitas.
Bukan karena banyak orang bilang.
Bukan karena ikut-ikutan.

Tetapi karena pilihan pribadi dengan konsep yang JELAS.

Itulah yang harus Anda lakukan jika Anda telah merasa ada yang “salah” dalam kehidupan Anda. Anda merasa sangat tidak nyaman. Anda merasa penuh keluhan. Anda merasa dunia ini tidak berpihak pada Anda. Anda bahkan berharap Godzilla datang meluluhlantakkan kota Anda supaya beban Anda hilang.

Ya, saya sangat setuju semua itu tidaklah semudah yang saya katakan. Tetapi BUKAN BERARTI TIDAK BISA. Jika orang lain bisa, Anda juga pasti bisa.

Dan untuk memulainya, Anda justru harus merubah melalui konsep PIKIRAN Anda dahulu. Percuma Anda melakukan tindakan apapun jika pikiran Anda sendiri tidak menyakininya.

Akhir kata, semua kembali pada Anda sendiri. Anda yang memilihnya. Baik sadar ataupun tidak.

Dan sekali lagi, memang tidak akan mudah melakukannya. Jangankan tentang kehidupan yang telah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun telah dijalani, untuk merubah brosur/karakter/logo saja perlu waktu dan berbagai usaha lainnya.

Tetapi percayalah, ketika KONSEP Anda telah jelas, Anda merasa nyaman dan Anda terus mewujudkannya, Anda akan terkejut ternyata tanpa Anda sadari Anda telah berada disana bahkan melebihinya.

Meminjam kata-kata beberapa designer dunia yang saya kagumi dan saya tulis ulang dalam gaya bahasaku sendiri.

Kita adalah kanvasnya. Kita juga adalah kuas dan penghapusnya. Kitalah yang melukis kehidupan Kita. Jika ada yang salah, mengapa kita meminta dan meminjam penghapus orang lain? Mengapa bukan kita sendiri yang menghapusnya dan melukisnya kembali? Itu hidup Anda, Anda yang bertanggung jawab sepenuhnya.

 

3 thoughts on “Redesign your life

  1. Sederhana. Tapi sangat dalam. Konsep. Sebuah konteks yang absurd dalam bentuk ide. Semua tentang diri seorang manusia ternyata memang ada di dalam diri manusia itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s