Hidup itu indah dan cuma hanya sekali, maka, indahkanlah hidup!


Tidak, saya tidak menulis judul diatas dalam keadaan sangat senang dan bahagia karena hidup saya sangatlah indah. Saya menulisnya justru dalam keadaan yang sebaliknya. Dalam keadaan tidak bahagia dan banyak masalah.

Lalu mengapa saya justru menulis judul seperti itu? Jawabannya sangatlah sederhana. Saya terbiasa MELIHATNYA seperti itu. Apapun kondisi saya.

Sejujurnya, hidup ini NETRAL. Tidak ada seorangpun didunia ini yang hidup yang tidak mempunyai masalah. Saya mengatakan demikian karena hanya orang yang sudah tidak hidup lagi atau meninggal yang tidak mempunyai masalah.

Saya juga tidak ingin menulis tulisan ini panjang-panjang, karena saya percaya Anda yang mengklik dan membaca tulisan ini pasti dan seringkali bahkan sedang mengalami masalah yang begitu luar biasa yang membuat Anda hampir-hampir menyerah dan putus asa.

Tetapi, percayalah, apapun dan seberapa besarpun masalah Anda, hidup ini tetap indah. Dan kita hidup hanya SATU KALI.

Maka, INDAHKANLAH.

“Bagaimana caranya? Loe belum merasakan masalah gue, mudah banget loe ngomongnya!”, kata (mungkin) Anda.

Ya, memang mudah sekali mengatakannya.  Tetapi ingatlah ini, saya tekankan sekali lagi, saya menulis tulisan ini dalam keadaan yang hampir putus asa dan menyerah. Tetapi saya tetap menulis ini karena saya percaya bahwa tidak ada badai yang tidak berlalu.

Sebagai penutup dan menjawab pertanyaan Anda yang bagaimana caranya, saya ingin membagikan satu kisah nyata yang dialami temannya teman saya ketika kami bertemu ditempat ibadah.

Sebut saja namanya pak Adi. Beliau adalah seorang pengusaha yang sukses. Bahkan menurut kacamata teman saya beliau sangatlah sukses. Impian yang diinginkan selayaknya manusia seperti kemewahan dan kekayaan sudah dimiliki pak Adi.

Singkat cerita, terjadi satu musibah yang luar biasa yang menghanguskan segala kekayaan beliau. Dunia seakan terbalik. Jika sebelumnya posisinya seperti jarum jam yang berdiri tegak menunjuk angka 12, sekarang langsung jatuh menuju angka 6.

Bahkan lebih parah, jarum jam itu putus. Beliau tidak ada rumah sama sekali.

Dengan posisi sepertinya sekarang dan sudah berkeluarga lagi, menurut Anda seberapa besarkah masalahnya yang sedang dihadapi beliau? Saya tidak dapat membayangkannya.

Dan tahukah apa yang beliau katakan saat itu pada temannya yang bersimpati datang padanya dan hendak menolongnya?

Ini yang dikatakannya,

“Saya yakin Tuhan mempunyai rencana-Nya sendiri bagi saya dan keluarga. Dulu Dia yang memberi, Dia pula yang mengambil kembali. Sekarang saya tidak punya apa-apa, tetapi saya bersyukur saya masih mempunyai keluarga yang tetap mencintai saya dan sahabat-sahabat baik seperti kalian semua”.

“Hidup ini indah, apapun yang terjadi kita harus menghadapinya, dan saya yakin hari ini akan menjadi sejarah yang indah ketika kami berhasil melaluinya”.

Dan, Tuhan memang mempunyai rencana yang indah bagi mereka yang mempercayai-Nya dan terus berusaha tanpa menyerah. Pak Adi berhasil membangun kembali kehidupannya, yang menurut teman saya sekarang tujuh kali lipat lebih baik dibanding sebelumnya.

Apakah beliau mendapatkannya dalam satu hari? Satu minggu? Satu bulan? Ataupun satu tahun? TIDAK. Tetapi bertahun-tahun terus berusaha dan tanpa menyerah.

Beliau melihat masalahnya dari SUDUT PANDANG yang berbeda. Beliau memandang masalahnya sebagai PROSES BERTUMBUH ke hal yang lebih baik sehingga beliau tidak merasa putus asa.

Memang tidak mudah, bahkan sangat sangat sangat tidak mudah. Tetapi, ketika Anda melihatnya dari SUDUT PANDANG YANG BERBEDA, semua terlihat lebih JELAS. Lalu Andapun tidak memfokuskan pada masalahnya, tetapi pada SOLUSINYA.

Sahabatku, hidup itu NETRAL. Hidup itu menjadi indah ketika Anda melihatnya INDAH begitu juga sebaliknya. Saya yang sekarang saat menulis tulisan ini, dan tanpa membesar-besarkan masalah saya sendiri, saya merasa sangat marah dan begitu putus asa bahkan rasanya hendak menyerah.

Tetapi, dalam hati kecil saya seperti ada suara yang berkata, “Jangan menyerah, ini hanyalah sementara. Kamu past bisa melewatinya. Terus berusaha, bersabar dan berdoa”.

Sekali lagi, memang tidak mudah. Tetapi Anda harus percaya bahwa Anda bisa karena saya percaya saya bisa begitu juga dengan Anda.

Lagipula, hidup ini hanya sekali. Mengapa kita harus memilih hidup untuk menyakiti diri sendiri? Jika Anda masih berpegang teguh bahwa hidup ini susah dan kejam, mengapakah Anda harus membuktikan bahwa Anda benar?

Mengapa Anda tidak membuktikan yang sebaliknya bahwa hidup ini sangatlah indah? Anda masih bisa bernapas pada detik ini sudah membuktikan bahwa hidup ini indah.

Maka, indahkahlah hidup Anda. Berbagilah sekalipun Anda merasa sangat berkekurangan. Bagikanlah alamat blogs ini juga jika Anda merasa memang berguna. Saya merasakan manfaat yang luar biasa ketika berbagi dengan Anda, dan saya percaya Anda akan merasakan hal yang sama.

:)

2 thoughts on “Hidup itu indah dan cuma hanya sekali, maka, indahkanlah hidup!

  1. super sekali…saya jga dalam proses kesulitan tpi saya yakin….saya pasti bisa melewatinya…tuhan tdk akan pernah mengambil apa yang kita miliki tanpa menggantikan yg lebih baik lagi….aminnnn

    1. Terimakasih kasih atas komentarnya :)

      Aminnnn…, semoga berkat Tuhan selalu bersama Anda dan sekeluarga. Apa yang Anda katakan benar sekali, Tuhan selalu mempunyai rencana yang lebih baik bagi kita. Dan saya percaya Anda adalah orang yang kuat yang pasti bisa melewatinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s