Bagaimana caranya agar selalu termotivasi dan semangat?


Pertanyaan yang sangat umum bukan? Dan sesungguhnya jawabannya justru sangat sederhana.

MEMOTIVASI ORANG LAIN!

Yup, itulah jawabannya yang menurut pendapat pribadi saya paling tepat dan benar.

Mengapa saya berkata demikian? Tentu saja ada maksudnya. Saya mendapatkan jawaban ini dari berbagai pengalaman saya sendiri, pengalaman sahabat-sahabat saya maupun dari berbagai buku motivasi ataupun seminar yang pernah saya ikuti.

Cara termudah Anda termotivasi adalah dengan memotivasi orang lain.

“Bagaimana mungkin itu terjadi bro, kita sendiri aja udah gak semangat dengan berbagai masalah yang membuat putus asa, lalu bagaimana bisa menyemangati atau memotivasi orang lain?”, kata Anda.

Ya, Anda benar. Bagaimana mungkin memberi orang lain makan sedangkan kita sendiri kelaparan bukan?!

Tetapi ketahuilah, justru disinilah menurut saya jawaban sesungguhnya.

Ketika kita lapar, kita lebih memfokuskan pada lapar kita daripada lapar orang lain bukan? Dan bagaimana mungkin pula kita mengenyangkan orang lain jika kita sendiri tidak punya apa-apa untuk dimakan atau diberi?

Saya pernah melihat satu film pendek lama yang begitu membuat saya terharu. Singkat cerita, film ini menceritakan seorang anak kecil dilingkungan kumuh di India. Anak kecil ini diceritakan sedang lapar. Lalu seperti layaknya anak-anak, dia meminta sana-sini untuk meminta makan.

Tetapi, tidak ada yang mengubrisnya. Hari juga sudah siang dan matahari sangatlah terik. Anak kecil ini terlihat kelelahan dan kelaparan. Lalu dia melihat sebuah toko roti, disana ada seorang bapak tua yang berbelanja.

Anak kecil itu mencoba menghampiri bapak tua tersebut berharap agar dibelikan roti. Dia  berpikir, biasa orang yang lebih tua baik orangnya.Tetapi, bapak tua itu langsung mengusirnya dan beranjak pergi.

Saat beranjak pergi itu, bapak tua tadi membuang satu roti yang menurutnya tidak layak untuk disantap. Anak kecil yang melihat hal tersebut langsung berlari memungutnya.

Setelah memungutnya, anak itu berlari dengan senang kesebuah pohon untuk berteduh. Roti yang dipungutnya itu dikeluarkan dan hendak dimakan. Tetapi, entah kenapa dia menghentikannya. Lalu roti itu disimpan kembali kekantong celana pendeknya yang banyak robekan.

Dia berjalan pelan ketempat lain dan duduk disebuah bangku taman. Roti itu dikeluarkan lagi. Saat hendak mau dimakan, dia terhenti lagi. Kemudian dibungkus lagi dan dimasukan kembali kekantong celananya dan berjalan lagi.

Itu dilakukan sampai berkali-kali.

Ketika sore mulai menyapa, anak kecil ini tiba-tiba tersenyum. Dia keluarkan kemeja kucelnya dari kantong celana satunya. Dia pakai dan berlari pulang sambil mengenggam erat rotinya.

Akhirnya anak kecil ini tiba disatu “rumah” yang kecil sekali dan berantakan. Ketika dia membuka pintu tersebut, ada seorang anak kecil lagi, lebih kecil darinya dan ternyata itu adiknya.

Ternyata, anak kecil ini yang seorang kakak sesungguhnya keluar mencari makan untuk adiknya. Tetapi karena dari pagi dia sendiri belum makan, maka ketika mendapatkan roti tersebut dia ingin memakannya sendiri.

Tetapi itu berkali-kali dia urungkan karena dia tahu adiknya juga perlu makan. Untuk sendiri saja itu tidak cukup, apalagi berbagi. Tetapi karena rasa sayangnya yang begitu besar pada adiknya, dia rela menahannya dan memberikan roti itu pada adiknya.

Dan tahukah bagian terindahnya? Saat sang kakak ini memberikan semua rotinya pada sang adik, sang adik yang melahap dengan senangnya, menyisihkan sebagiannya untuk kakaknya. Kakaknya yang melihat hal itu meneteskan air mata dan mengelengkan kepala berbohong pada adiknya bahwa dia sudah makan dan kenyang.

Tetapi adiknya malah membungkus setengah roti itu dan memberikannya pada kakaknya. Adiknya berkata itu buat bekal besok saat kakaknya keluar. Kakaknya lalu memeluknya dengan linangan air mata bahagia yang bercucuran.

Sebuah kisah pendek yang sangat menyentuh bukan?! Saya pribadi sangat terharu melihatnya. Walaupun banyak yang skeptis bilang itu hanya akting atau kepintaran sang sutradara dan lainnya, saya mengambil sudut pandang lain bahwa didunia ini masih ada dan banyak keindahan seperti itu yang Tuhan inginkan kita mencontohnya.

Lalu apa hubungannya dengan tulisan saya ini? Mungkin sebagian Anda sudah menangkap maksudnya dan mungkin ada yang penafsirannya lain.

Yang ingin saya katakan disini adalah, ketika Anda sedang tidak bersemangat dan putus asa (lapar), Anda bisa “mengenyangkan” diri Anda dengan “mengenyangkan” orang lain.

Saya tahu pemikiran seperti ini sangatlah sulit diterima karena kita semua mempunyai pengalaman dan penafsiran yang berbeda.

Tetapi mudahnya seperti ini, saat Anda sedang merasa tidak mempunyai uang sama sekali, banyak masalah, dan lainnya yang membuat Anda merasa hidup tidak ada artinya lagi, lalu Anda melihat seorang ibu tua bersama anaknya yang tidak mempunyai apa-apa bahkan meminta-minta dengan sopan dan masih bisa tersenyum, lalu Anda tersentuh dan memberikan sedikit bantuan pada mereka, apa yang Anda rasakan?

Anda merasakan sebuah perasaan yang MENGHANGATKAN bukan? Anda seketika merasa perasaan Anda menjadi (sedikit) lebih baik bukan? Padahal masalah Anda tidak berkurang sama sekali, tetapi anehnya, Anda merasa lebih baik.

Itulah yang saya maksud “mengenyangkan” orang lain.

Memang benar banyak yang akan tidak setuju bagaimana seandainya ibu tua itu seorang penipu atau pemalas, bukankah itu akan membuatnya makin malas dan lainnya. Itu hak Anda untuk berpikiran demikian.

Yang ingin saya tekankan disini adalah tentang “mengenyangkan” orang lain. Lagipula, seandainya ibu tua itu memang penipu ataupun pemalas, KEBAIKKAN HATI Anda tidak akan pernah sia-sia dimata Tuhan.

Sesungguhnya, saya, Anda dan lainnya selalu ingin “dikenyangkan”. Kita adalah mahkluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Makanya ketika Anda merasa putus asa, hendak menyerah, lalu ada cerita atau tulisan yang seperti keadaan yang Anda alami dan memotivasi Anda, Anda merasa tersemangati – dikenyangkan – kembali.

Dan tahukah Anda bahwa yang memotivasi Anda itu juga belum tentu sedang bersemangat, tetapi mereka tetap menyemangati Anda. Lalu dia sendiripun mulai bersemangat kembali.

Motivasi dan semangat itu MENULAR, dan KEMBALI LAGI pada Anda.

Itulah mengapa, ketika Anda sedang berputus asa, banyak masalah dan lainnya, lalu datang teman Anda yang curhat masalahnya,  Anda memberikan masukan dan menyemangatinya Andapun ikut termotivasi dan semangat lagi.

Anda merasa demikian karena Anda tahu bahwa apa yang Anda alami bukanlah hanya Anda yang mengalaminya. Seluruh manusia dimuka bumi ini mengalaminya, bahkan tidak jarang banyak yang justru melebihi masalah dan kesusahan Anda.

Itulah mengapa saya sangat suka buku motivasi, cerita-cerita motivasi, film-film motivasi, seminar motivasi dan bahkan menulis blog motivasi ini karena saya SANGAT PERCAYA bahwa inilah jawabannya dari judul yang saya tuliskan diatas sebelumnya.

Akhir kata, Anda adalah pribadi yang luar biasa. Andalah yang memilih apakah harus menyerah sekarang ataukah terus berjuang. Apapun pembenaran Anda tentang kondisi Anda sekarang itu semua BENAR.

Anda berpikir bahwa Anda TIDAK BISA dengan segala ALASANNYA, Anda BENAR!
Anda berpikir bahwa Anda PATI BISA dengan segala SOLUSINYA, Anda BENAR!!

Dan bahkan seandainya berpikir bahwa saya salah, Anda juga benar. Semua adalah PILIHAN Anda! Anda ingin melihatnya dari SUDUT PANDANG MASALAH ataukah SOLUSI, Anda yang memilihnya dan Anda yang BERTANGGUNG JAWAB PENUH atasnya.

:)

2 thoughts on “Bagaimana caranya agar selalu termotivasi dan semangat?

  1. Sangat sangat setuju. Dan juga terkadang orang yang paling membutuhkan motivasi adalah si penulis itu sendiri. Itu pengalaman pribadi saya. Dan anehnya saat menulis artikel bertemakan inspirasi atau motivasi, entah bagaimana semangat positif mulai menjalari saya. Tetaplah menulis artikel yang menginspirasi dan memotivasi. Salam.

    1. Terimakasih atas komentarnya.
      Benar sekali apa yang Anda katakan, itulah yang seringkali saya alami sendiri sebagai penulis. Semoga kita semua bisa saling memberi motivasi dan inspirasi.

      Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s