Ketika Anda merasa Anda telah gagal berusaha, sesungguhnya itulah awal sukses Anda


Judul yang terdengar sangat tidak masuk akal atau berlebihan bukan? Dan saya juga tidak akan memberikan jawaban apa-apa, karena saya PERCAYA itulah yang terjadi sesungguhnya asalkan Anda TIDAK MENYERAH!

“Kalau gini sih sama aja maksudnya terus berjuang dan tidak menyerah”, kata Anda bukan?!

Dan MEMANG BENAR! Intinya Anda tidak menyerah. Bukankah itu RUMUS yang seluruh orang sukses didunia katakan pada Anda dan saya bukan?! Lalu apa hubungannya dengan judul diatas? Sederhana saja. Mari kita bernostalgia kemasa kanak-kanak kita sebentar.

Saat Anda pertama kali belajar sepeda, berapa kali Anda jatuh dan rasanya ingin berhenti?
Saat Anda pertama kali belajar berenang, berapa kali Anda hampir tenggelam dan terminum airnya?
Saat Anda pertama kali belajar make-up, berapa kali Anda merasa tidak cocok sampai akhirnya menjadi pintar?
Saat Anda pertama kali belajar memasak, berapa kali masakan Anda tidak jadi atau hanggus karenanya?

Dan, ketika Anda sudah coba berkali-kali dan masih belum berhasil, lalu Anda berkata pada diri sendiri, “Sepertinya gue tidak akan bisa, tetapi gak papalah, gue coba yang terakhir kalinya”, tanpa Anda sadari Anda justru BERHASIL.

Kok bisa ya? Tentu saja BISA! Itu karena Anda telah gagal sementara dan belajar darinya sehingga Anda menjadi bisa. Itulah arti kata TIDAK MENYERAH! Dan sesungguhnya Anda telah menyadarinya dan mengetahuinya tanpa Anda menyadarinya ataupun mengetahuinya.

Buktinya Anda masih MAU MENCOBA dan BERUSAHA.

Seringkali penyesalan terbesar dalam hidup kita bukanlah karena kita gagal, tetapi lebih sering pada karena TIDAK MAU MENCOBA LAGI SEKALI LAGI. Dan ketika orang lain berhasil melakukannya, kita malah menyalahkan orang lain bahwa mereka beruntung dan menyalahkan diri sendiri dengan ALASAN-ALASAN yang luar biasa.

Padahal, orang lain yang berhasil melakukannya mungkin kegagalannya dan perjuangannya yang tidak kenal kata menyerah berpuluh-puluh bahkan ribuan kali lipat dibandingkan dengan kita. Memang ada yang terlihat begitu instan, tetapi hampir semuanya mencapainya dengan perjuangan yang tidak mudah.

Tetapi, ketika Anda telah sampai dipuncaknya, Anda akan berkata, “Untunglah saya tidak menyerah atau berhenti sebelumnya, kalau tidak saya pasti akan sangat menyesalinya”.

Ada satu kalimat dari salah satu cerita silat yang saya sukai dan ingin saya bagikan. Ceritanya pada saat itu perang sudah selesai, semua memasuki masa-masa damai. Tetapi ada satu bapak tua yang terus mengasah pedangnya.

“Wahai bapak tua, perang sudah selesai, mengapakah bapak masih mengasah pedang bapak? Apakah bapak tidak suda masa damai ini?”, tanya sekelompok pemuda yang lewat didepan rumahnya. Bapak tua ini tersenyum. Jawabnya.

“Wahai anak muda, aku mengasah pedangku bukan untuk berperang dan bukan karena aku suka perang juga. Aku mengasah pedangku agar selalu tajam. Aku sudah tua, sekalipun ada penyerang yang datang, aku juga tidak bisa apa-apa”.

“Tetapi ingatlah ini anak muda, sekalipun aku tidak bisa apa-apa, aku mempunyai pedang yang tajam. Jika ada penyerang yang ingin menyerang aku, dia akan berpikir dahulu sebelum menyerangku. Aku melakukannya karena aku mempersiapkan diriku untuk kemungkinan terburuk”.

“Masa damai itu indah, tetapi seperti langit yang tidak selamanya cerah, bunga yang tidak selamanya merah, Anda harus mempersiapkannya dan berani untuk menghadapinya. Ketika Anda hanya menunggu, Anda telah terlambat dan kalah”.

:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s