5 Menit lagi


time-clock

“Hai, selamat sore…, bolehkah saya bergabung duduk disini? “, sapa tanya seorang ibu muda yang berpenampilan sederhana tapi menarik. “Hai juga, silakan…”, jawab pria setengah baya ini dengan senyuman yang ramah.

“Sepertinya saya jarang melihat Anda disini, apakah Anda pindahan baru disini?”, tanya ibu muda ini  kembali. Pria setengah baya ini tersenyum, “Saya orang lama disini, hanya saja saya jarang datang kesini”.

“Oh begitu, kalau saya hampir setiap sore membawa putri saya dan menemaninya bermain disini. Oya, maafkan kelancangan saya karena lupa memperkenalkan diri. Nama saya Katie”.

Continue reading

Paku, kayu dan meja


paku

“Rasanya aku sudah tidak bisa bersamanya lagi”, kata seorang wanita pada ayahnya. “Dia bagaikan paku yang selalu menyakitiku dan meninggalkan bekas lubang luka didadaku”, lanjut wanita ini lagi dengan suara terisak.

Sang ayah hanya tersenyum. Dipeluknya anaknya yang sedari tadi terlihat emosi. Setelah itu ia melanjutkan pekerjaannya hendak membuat meja.

“Apa yang harus kulakukan ayah? Aku bingung…”, tanyanya sambil menahan tanggis. Continue reading

Anak kaya dan anak jalanan


Neglected_beggar_android_kid_by_stormxxx

“Bolehkah aku meminta sepotong kuemu?”, tanya seorang anak jalanan pada seorang anak didepan gerbang sekolah. Rambutnya kusut dan bajunya kumuh. Tubuh dan wajahnya basah oleh cucuran keringatnya. “Siapa kamu? Kok minta kueku?”, tanya anak berseragam sekolah. Dari logo diseragamnya yang bergambar burung elang dengan perisai dikakinya mengatakan bahwa anak ini berasal dari sekolah kelas atas.

“Aku hanyalah anak jalanan, aku lapar. Bolehkah aku meminta sepotong kuemu?”, tanya anak jalanan ini lagi tersenyum ramah sambil tetap mengulurkan tangannya berharap sepotong kue itu akan diletakkan diatas telapak tangannya yang terlihat banyak bekas luka. Continue reading

Kehidupan itu seindah taman bunga


Macro-photography-of-flowers-in-the-garden

“Apa sajakah warna bunga ditaman diluar sana?”, tanya seorang pemuda pada teman barunya yang terkenal gaul selalu berkacamata hitam.

Pemuda ini terbaring lemah dengan beberapa selang-selang kecil yang menembusi tanganya. Ia mencoba bunuh diri karena menurutnya dunia tidak pernah adil padanya. Dan itu “dibuktikannya” dengan kehilangan segalanya. Pekerjaannya. Uangnya. Bahkan pasangannya.

“Bunga-bunga diluar sana sangat indah teman. Aku sangat menyukainya. Mereka berwarna-warni seperti kehidupan. Aku selalu keluar untuk menikmatinya. Makanya, kamu harus cepat sembuh sehingga bisa sama-sama menikmatinya”, jawab teman gaul ini tersenyum ramah dan mulai bercerita.

Hari-hari berlalu tanpa terasa. Teman gaul ini selalu datang menceritakan hal yang indah yang ia lihat ditaman. Suatu hari, pemuda ini yang masih tertekan tiba-tiba menjadi marah. Continue reading

Kucing dan semangkok susu


day-101-cat-drinking-milk

Suatu hari, ada dua ekor kucing yang sedang berdebat. Yang satu berpostur besar dan bulunya berwarna hitam pekat. Yang satu berpostur kecil dan bulunya berwarna keabuan.

“Tidak! Aku tidak akan bisa menerima ide bunuh dirimu yang mencari makanan direstoran mewah didepan sana. Apakah kamu tidak sadar sudah berapa banyak saudara kita yang pulang dengan bekas luka ditubuhnya? Bahkan beberapa kehilangan anggota tubuhnya”, jawab kucing berbulu hitam sinis.

“Tetapi apakah kamu tidak bosan dengan keadaan kita sekarang? Yang bertahun-tahun tidak ada perubahan dan makin menyedihkan? Untuk mendapatkan makanan saja kita harus menunggui sampah yang dibuang dan mengalir kesungai ini”, balas kucing berbulu keabuan. Continue reading

Impian bagaikan resep ayam goreng


Southern-Fried-Chicken-Recipe

Ada 3 sahabat yang sangat ingin mencicipi ayam goreng. Suatu hari mereka mendengar ada seorang pertapa yang tinggal dipuncak gunung bisa memberikan resep ayam goreng itu. Ketiga sahabat ini sangat bersemangat dan berjanji besok pagi mereka akan menemui pertapa itu.

Paginya, mereka berangkat dengan semangat penuh. Mereka bernyanyi dan senang sekali. Lalu tibalah mereka ditanjakan pertama dan bertemu seorang pemuda. Dia terlihat kelelahan. Salah satu dari 3 sahabat ini bertanya mengapa. Lalu berceritalah pemuda ini. Continue reading

Hidup itu seperti es krim yang mempunyai banyak rasa


cloud-cool-ice-cream-ice-cream-cone-image-photography-Favim.com-64838

Hidup itu bagaikan es krim. Ada yang rasa buah seperti stoberi, pisang, anggur juga durian. Ada juga rasa coklat, kacang dan lain sebagainya. Semua adalah es krim yang berbeda RASANYA saja. Ada yang kamu suka, ada juga yang tidak kamu suka.

Seperti itulah hidup. Ada rasa yang kamu suka, ada rasa yang tidak kamu suka.

Pernahkah ketika kamu menemukan es krim yang kamu suka dan kemudian kamu menjadi tidak menyukainya? Ataukah kamu mencoba rasa lain dan ternyata kamu tidak suka dan memarahi orang yang menjualnya? Pasti pernah bukan? Setidaknya – mungkin – pernah lihat.

Itulah yang sering kita lakukan dan perbuat pada diri kita sendiri.

Seringkali kita sudah berusaha melakukan apa yang kita percayai – es krim yang kita suka – tetapi tetap belum atau tidak memberikan hasil, lalu kita mencoba cara lain – es krim rasa lain – dan ternyata malah lebih parah lalu kemudian kita malah marah pada “penjualnya”.

Siapakah penjual yang saya maksud? Tentunya kamu sudah tahu. Continue reading

Pikiran yang terlalu banyak kamu pikirkan


Head in Hands

Berhentilah berpikir untuk harus menjadi seperti seseorang
Kamu ya kamu, kamu dilahirkan sebagaimana kamu. Dan kamu itu UNIK. Kamu itu EDISI TERBATAS dan hanya SATU-SATUNYA didunia ini.

Ingin menjadi seperti seseorang adalah hal yang biasa dan wajar. Kamu ingin setenar Lee Min Ho karena tampan dan kaya raya. Kamu ingin seperti artis Korea yang cantik dan sexy. Kamu ingin seperti Mario Teguh yang super dan bijaksana. Kamu ingin seperti Merry Riana yang cantik dan sukses. Itu sah-sah saja apalagi itu hal yang sangat positif.

Tetapi sampai kamu meniru semua dari cara berpakaian, parfum, nada bicara bahkan gaya bicara juga, itu sudah tidak membawamu kearah yang kurang positif.

Sepersis apapun kamu meniru mereka, sesempurna apapun kamu seperti mereka, kamu BUKAN MEREKA. Continue reading

Biasakanlah mengucapkan terimakasih


thx

Mengapa?

Jawabannya adalah karena terimakasih adalah cara termudah untuk memulai mensyukuri apa yang telah kamu miliki sekalipun kamu tidak atau belum menyadarinya. Dan terimakasih adalah cara termudah “mempelagikan” segala “badai” orang lain.

Ucapkan terimakasih atas udara yang kamu hirup.
Ucapkan terimakasih atas makanan yang kamu makan.
Ucapkan terimakasih atas minuman yang kamu minum.
Ucapkan terimakasih atas pekerjaan yang kamu kerjakan.
Ucapkan terimakasih atas pasangan yang Tuhan berikan.
Ucapkan terimakasih atas anak-anak Anda yang penuh semangat.
Ucapkan terimakasih atas orang tua Anda yang begitu menyayangi Anda.
Ucapkan terimakasih atas sahabat-sahabat yang selalu ada.

Dan selalu ucapkan terimakasih atas bantuan orang lain pada Anda. Apapun itu. Continue reading

Suami dan dua buket bunga


flowers_pink_tulips_bouquet-0208

“Untuk apa bunga ini? Tanya Michelle bingung memandangi suaminya Mike.

Wajah Mike berseri-seri, senyumnya indah bagaikan pelangi diangkasa. Dengan kecupan hangat Mike mengecup pipi istrinya. “Bunga ini untukmu sayang”, jawab Mike dengan mata terlihat berkaca-kaca.

Istrinya tersenyum manis, lalu bertanya, “Iya sayang, lalu bunga yang satu ini untuk apa?”. Mike tertawa kecil, dilihatnya putrinya yang memasuki usia 17 tahun menghampiri mereka. “Ini untuk malaikat kecil kita”, jawab Mike langsung memeluk Angela.

Bingung dan bahagia, itulah yang dirasakan oleh istri dan putrinya. Tetapi Mike hanya menjawab kebingungan mereka dengan tawa kecil yang terdengar sangat bahagia. Karena penasaran, istrinya bertanya lagi, “Sayang…, ulang tahun pernikahan kita kan masih lama, dan ulang tahun putrimu juga sudah lewat. Jadi sesungguhnya ini bunga untuk apa?”.
Continue reading

Berhentilah melukai dirimu sendiri.


stop_complaining

Berhentilah menetap dimasa lalu. Seringkali kita begitu mengagumi masa lalu kita yang begitu jaya, indah dan terlihat sempurna. Lalu kita begitu bangga dan menceritakan itu pada semua telinga, baik diwarung kopi dengan kenalan-kenalan yang baru dikenal, maupun mengulang-ulang pada teman kita yang dengan terpaksa mendengar dan sudah bosan.

Berhentilah menetap dimasa lalu. Itu sudah menjadi masa lalu. Tatap kedepan dan nikmati hari ini. Jadikan masa lalu yang indah itu sebagai PENGINGAT bahwa perasaan itu sangat menyenangkan, dan ciptakan kembali perasaan itu. Continue reading

Hidup itu seperti air, dan kita adalah kainnya.


water_drop_cloth

Jika air yang diserap bersih, maka kain itu pun akan bersih. Jika air yang diserap kotor, maka kain itu akan kotor. Dan ketika WAKTUNYA tiba, kain itu perlu  DIKERINGKAN dan menyerap air kembali.

Itulah AIR KEHIDUPAN, dan kita adalah KAINNYA.

Seringkali saya, kamu dan kita semua mempunyai pemikiran yang berbeda dan merasakan hal yang berbeda pula pada sesuatu atau seseorang yang sama. Misalnya kita melihat seorang ibu pengemis yang datang meminta.

Ada yang berkata, “Jangan dikasih bro, ibu ini pasti penipu. Coba lihat kondisi tubuhnya, masih lengkap dan bisa bekerja. Dia hanya malas. Bawa anaknya lagi supaya kita kasihan padanya. Paling nanti pulang mereka menertawakan orang-orang yang telah mereka tipu”. Continue reading

Buku itu bagaikan sebuah peta


82780205

Dulu, seorang teman baik berkata padaku, “Bro, gak perlu baca buku motivasi kayak gituan dech. Semua cuma teori aja. Paling loe baca sekarang dan termotivasi hari ini aja. Gue jamin dalam seminggu loe akan lupa lagi dan hidup loe juga seperti hari-hari sebelumnya”.

Saya tersenyum padanya.

Sejujurnya, saya merasa sedikit sakit hati dikatakan begitu. Disisi lain saya juga menghargai komentar dan “kebenarannya” dia mengatakan seperti itu. Buku yang saya baca pada waktu itu adalah buku yang menjadi favorit saya hingga kini. Dan buku itulah yang membuat saya mengambil keputusan menjadi sedikit lebih baik seperti hari ini.

Memang benar, buku sehebat apapun yang kita baca tanpa kita simak dan praktekkan hasilnya juga akan sia-sia. Dan yang lebih yang menyedihkan, seringkali kita menyalahkan buku itu dan bahkan orang yang membaca buku yang sama karena apa yang kita harapkan dari buku itu tidak memberikan hasil yang kita inginkan. Continue reading

Oto, simobil tua


Oto adalah sebuah mobil tua yang dulu selalu dibanggakan oleh tuannya. Warna bajunya yang biru angkasa sudah luntur, terkelupas dan penuh noda coretan dimana-mana. Walaupun begitu, Oto masih terbilang cukup kuat untuk ukuran mobil tua.

Dengan senyuman hangat sehangat matahari pagi yang menghangati pagi, Oto sedang melihat tuan dan putrinya bermain dengan Jenny. Jenny adalah mobil mewah keluaran terbaru yang sangat canggih, warnanya cling-cling dan bentuk bodynya membuat mata yang memandang iri.

Oto dan Jenny adalah nama pemberian tuan mereka. Tuan mereka yang dikenal bernama Mike adalah seorang pengusaha yang sukses. Kisahnya bagaimana ia menjadi sesukses sekarang adalah kisah tersendiri yang hanya Oto yang tahu. Continue reading

Kupu-kupu dan lebah


ugly_bee_by_dadina

“Mama…”, panggil Bee pada ibunya.

“Maa…maaaa….”, panggil lagi ia pada ibunya. “Ada apa sayang?”, tanya sang ibu berlari kecil menghampiri putrinya. Matanya berkaca-kaca dan terlihat Bee sedang menahan tanggisnya. “Aku mau jadi kupu-kupu!”, kata putrinya langsung memeluk ibunya dan menanggis.

Sang ibu hanya membelai putri kecilnya tanpa berkata apa-apa. Ia membiarkannya menanggis dulu sepuasnya. Setelah puas menanggis, sang ibu dengan penuh cinta bertanya, “Apa yang membuatmu sedih sayang? Dan mengapa kamu ingin menjadi kupu-kupu?”.
Continue reading

15 Alasan kamu harus bersyukur


grateful

15 alasan mengapa kamu harus berbahagia dan mensyukuri nikmat-Nya.

  1. Kamu masih bisa menikmati sarapan pagi ini. Apakah itu makanan yang mewah memanjakan mata dan lidah ataupun kamu menganggapnya sampah yang tidak pantas dimakan manusia.
  2. Kamu masih bisa menikmati siang terik yang membuatmu gerah ataupun malam yang menyejukkanmu hingga terlelap bermimpi indah.
  3. Kamu masih bisa mendengarkan burung-burung bernyanyi dipepohonan nan rindang.
  4. Kamu masih bisa berjalan-jalan keMall. Berbelanja. Bermain maupun berfoto ria.
  5. Kamu masih bisa memilih pakaian apa yang hendak ingin kamu pakai kepesta. Kaos apa yang cocok untuk kencan buat sidia. Jas merk terkenal apa yang bagus untuk pertemuan nantinya.
  6. Kamu masih bisa mengendarai kendaraanmu yang bisa membawamu kemana kamu suka.
  7. Kamu masih bisa melihat anak-anakmu bertumbuh dewasa dan sehat sempurna.
  8. Kamu masih bisa bernyanyi dan bermain dengan sahabat-sahabatmu terutama keluarga.
  9. Kamu masih bisa post statusmu diFacebook, Twitter ataupun media lainnya.
  10. Kamu masih bisa menikmati minuman bersih yang dialirkan langsung kerumahmu tanpa perlu bersusah payah.
  11. Kamu masih bisa berjalan-jalan menikmati keindahan alam yang indah.
  12. Kamu masih mendapati dirimu terbangun dikasur empukmu dan bukan kasur rumah sakit yang membuat kamu, buku tabunganmu, dompetmu menanggis menanggung biaya.
  13. Kamu masih mendapati dirimu sehat. Kuat dan tetap hebat.
  14. Kamu masih bisa membaca tulisan ini dan menulis komentar apapun. Apakah itu sebuah pujian, apakah itu sebuah kritikan, ataukah sebuah cacian.Dan anugerah paling indah yang pernah dan selalu Tuhan berikan padamu adalah,
  15. Kamu masih HIDUP.

Jika bagimu ke-14 poin diatas tidak kamu miliki dan belum kamu bisa nikmati, dan sebelum kamu berkata apa-apa, baca sekali lagi pon ke-15. Jika poin ke-15 itu sudah tidak kamu miliki, SILAKAN MENGELUH dan salahkan semua yang ingin kamu salahkan.

Tetapi,

Jika poin ke-15 itu kamu penuhi, maka jangan mencari alasan lagi bahwa hidupmu tidak menyenangkan dan sengsara, apalagi sampai kamu berani menyalahkan Tuhan mengapa dia tidak memberimu apa-apa.

Berusahalah, bersabar dan berdoa.

Jika salah, perbaki. Jika jatuh, bangkit lagi. Tidak ada yang salah kamu mengasihi dirimu sendiri, mengeluh sekali-kali dan menangis menghibur diri sekedar meluapkan emosi. Tetapi setelah kamu berhenti, pastikan kamu tidak mengeluarkan air mata lagi pada masalah yang sama.

Bersyukurlah untuk hari ini. Masalah hari ini biarlah terjadi hari ini, apa yang akan terjadi esok hari biarkanlah tetap menjadi misteri. Sehebat apapun kamu merencanakan esok hari, sebagus apapun kamu ingin menikmati esok hari, tanpa POIN 15 – HIDUP – semua hanya menjadi sebuah ilusi.

:)

Pengusaha kaya dan anak-anak


Disebuah kota yang ramah, hiduplah seorang pengusaha yang sangat kaya. Ia mempunyai puluhan mobil mewah. Rumahnya besar indah selayaknya istana. Tetapi sayangnya, pengusaha ini terlihat tidak begitu bahagia. Yang dilakukannya hanyalah bekerja, bekerja dan bekerja untuk melimpahkan lagi, lagi dan lagi segala kekayaannya.

Suatu malam, pengusaha kaya ini masih bekerja menyelesaikan pekerjaannya dikamar kerja kesukaannya. Tidak begitu besar dan terlihat klasik juga tua. Hanya satu jendela didepannya untuk sekedar menikmati pemandangan diluar jika ia penat bekerja.

Ketika sedang asyik bekerja, pengusaha kaya ini mendengar suara anak-anak kecil bermain diluar. Karena penasaran dan sekedar ingin melepaskan ketegangan pikiran dan badan, pengusaha kaya ini mengintip dari jendelanya.

Dilihatnya disana, didepan tamannya yang ditumbuhi warna-warni bunga dari segala penjuru dunia, yang dipagar besi-besi tinggi dan kawat berduri, ia mendapati anak-anak tertawa kecil bermain disana. Karena penasaran dan merasa takut bunga-bunga mahal yang telah dikumpulkannya dari segala pelosok dunia akan dipetik dan rusak, pengusaha kaya ini berlari kecil menuju kesana.

“Apa yang kalian lakukan disini?”, tanya pengusaha ini mencoba ramah walaupun wajahnya seperti menahan amarah. Napasnya ngos-ngosan karena berlari. Anak-anak yang bermain didepan taman tersebut hanya tersenyum. Mereka tidak tahu bahwa mereka mungkin akan dihukum.

“Maaf tuan, kami hanya menari disini tuan. Setelah itu aku dan adikku akan pulang”, jawab anak laki-laki kecil ini yang ternyata kakak dari seorang anak yang lebih kecil darinya. “Lalu mengapa kalian menari disini? Tahukah ini sudah jam berapa? Kalian bisa saja terluka oleh kawat-kawat berduri itu”, kata pengusaha ini menasehati.

“Sekali lagi maafkan kami tuan, adikku sangat menyukai bunga-bunga ini. Jadi dia kubawa kesini untuk melihatnya. Dan aku mengajarinya menari sambil bernyanyi supaya lebih menikmatinya”, jawab sikakak sambil kembali mengajari adiknya.

“Tetapi, tetapi mengapa malam buta begini?”, tanya pengusaha ini bingung dan mulai bangga karena anak-anak sekecil mereka bisa mengerti betapa indahnya bunga yang dimilikinya. Sikakak tersenyum. Katanya.

“Tuan yang baik, pagi hari aku mengantar koran bersama adikku sekalian sambil menawarkan baju yang ingin dicuci. Setelah itu baju-baju yang kudapatkan kuberikan pada mamaku untuk mencucinya. Mamaku sudah tidak bisa jalan lagi. Jadi aku dan adikku berusaha membantunya. Dan setelah selesai mengantar baju-baju itu, aku langsung kesini dan mengajak adikku ini”.

“Tuan yang baik, kami meminta maaf jika kami telah mengganggu tuan bekerja. Tapi adikku ini kata dokter hanya bisa menemaniku satu tahun saja. Ketika kutanya pada mama mengapa harus begitu dan mengapa adikku harus tidur lama setelahnya, mama hanya menganggis dan memelukku agar menjaga adikku sungguh-sungguh dan selalu membuatnya tertawa”.

Pengusaha kaya ini terkejut dengan jawaban sikakak. Dengan suara pelan dan penuh kasih sayang, pengusaha kaya ini bertanya, “Mengapa mamamu berkata begitu?”. Sikakak tersenyum. Lalu dibukanya jaket lusuh itu dari tubuhnya. Dengan cekatan dia memeriksa setiap sakunya. Kemudian dia memberikan surat itu pada pengusaha kaya ini.

“Aku tidak tahu tuan, mama menanggis setelah melihat surat itu. Ketika mama mengoyaknya dan membuangnya, aku kumpulkan bersama adikku dan melekatkannya kembali. Tetapi aku tidak tahu apa isinya. Yang aku tahu dikertas itu ada angka yang banyak nolnya”, jawabanya polos.

“Dan kakak tidak pandai berhitung…”, jawab adik perempuannya mengodanya disertai tawa mereka yang lepas dan begitu bahagia. Lalu mereka melanjutkan menari.

Pengusaha kaya ini menutup mulutnya. Surat itu pelan-pelan basah dijatuhi tetesan air. Malam itu bulan bersinar indah dan bintang-bintang terang benderang. Ternyata, tetesan itu adalah tetesan air mata dari pengusaha kaya. Siadik menderita kelainan jantung, dan untuk itu ia perlu biaya yang sangat mahal. Yang lebih menyedihkan, sianak perempuan kecil ini jika tidak segera dioperasi akan segera meninggal.

Dengan suara yang tertahan dan terisak, pengusaha ini bertanya pada mereka. “Namaku siapa sayang?”. Sikakak tersenyum. “Namaku Mike tuan, dan ini adikku Angela”, jawab sikakak membuka topi kecilnya memberi hormat memperkenalkan diri, dan siadik menaikkan gaunnya yang lusuh penuh tambalan sedikit membungkuk selayaknya seorang putri.

“Sayang, mamamu sekarang dimana?”, tanya pengusaha kaya ini ramah dan penuh cinta pada siadik. Diberikannya dan dipakaikannya jaket mahal merk terkemuka dunia itu pada mereka untuk menghangatkan tubuh mereka sekenanya.

“Mama dirumah tuan.  Disana…, mama sedang menjahit”, tunjuk sikakak kesebuah lorong yang gelap. Setahu pengusaha kaya ini, lorong itu adalah tempat pembuangan barang bekas dan sampah. Dan mereka menyebutnya ruman? Dengan mata dan wajah yang masih basah, pengusaha kaya ini bertanya lagi.

“Sayang…, mengapa kamu bisa tertawa, menari dan begitu menikmati malam ini? Sedangkan aku sendiri setiap hari sangat kelelahan dan untuk tertawa saja harus dibeli. Apa rahasianya? Kalau ada bolehkah aku memintanya?”, tanya pengusaha ini berlutut sambil memegangi tangan keduanya.

Sikakak melihat adiknya. Mereka sepertinya bingung dengan maksud sipengusaha kaya. Lalu adiknya memberi hormat selayaknya putri raja dan berkata.

“Tuan, aku dan kakakku bukan hanya malam ini menari dan bermain disini. Tapi sudah lama sekali. Aku dan kakakku sering melihat lampu diatas sana terang, jadi kami menari disini supaya tuan bisa melihat dan merasa terhibur”, kata siadik sambil menunjuk kamar kerja pengusaha kaya tersebut.

“Kata mama, tuan dulu pernah menolongnya ketika sakit. Dan kata mama kalau tuan tidak menolongnya mama sudah ikut papa kesurga. Aku tidak tahu tempat apa itu, tapi kata mama itu tempat yang sangat bahagia dan papa bahagia sudah disana”.

“Kata mama juga tuan pasti sudah lupa, tapi mama tidak pernah melupakan kebaikkan tuan. Itulah mengapa kami selalu bermain disini dan menari supaya tuan terhibur. Kata mama, kebaikkan orang tidak boleh dilupakan seumur hidup…”.

“Lalu mama berkata juga…”, potong sikakak sambil memeluk adiknya dan menuntunnya agar duduk sebentar. Adiknya terlihat sedikit ngos-ngosan karena pengaruh jantungnya yang lemah.

“Mama berpesan agar SELALU TERTAWA apapun kondisinya. Karena dengan tertawa mama juga tertawa. Aku sering mendapati mama menanggis malam-malam sambil memeluk adikku kalau hendak tidur. Dan aku berjanji aku akan selalu membuat mama tertawa. Dan caranya adalah dengan selalu tertawa walaupun aku pernah mau menanggis dan dipeluknya ketika aku ditabrak sepeda dulu. Aku takut ketika aku mengatakannya akan membuat mama semakin sedih”, lanjut sikakak sambil memperlihatkan dahinya yang ada bekas luka cukup lebar disana. Setelah itu dia menutupinya dengan rambut panjang itu dan ditambahi topi.

“Tuan, aku dan adikku sangat berterimakasih pada tuan karena kebaikkan tuan sehingga mama kami masih bersama kami dan tidak mengikuti papa yang kata mama sudah tidak bisa pulang…”, kata sikakak memberi hormat lagi dibarengi siadik.

Dipeluknya kedua malaikat kecil itu. Dengan air mata yang semakin deras membasahi wajahnya, pengusaha ini berterimakasih entah berapa puluhan kali.

Akhirnya ia mengerti mengapa ia semakin hari semakin tidak bahagia, itu semua karena ia terlalu memfokuskan pada dirinya dan kelimpahannya. Akhirnya ia menyadari mengapa kebahagiaan itu harus berbagi, itu semua karena dengan berbagi kita jadi mengerti apa itu yang disebut cinta kasih.

Kebaikkan dulu yang pernah dilakukannya karena ketulusan hati pada seorang ibu, kini dibalas berkali-kali melalui pelajaran kecil yang disampaikan dengan penuh ketulusan. Mungkin anak-anak ini tidak memberi dia kekayaan yang semakin berlimpah, tetapi dengan ketulusan dari mereka, pengusaha kaya ini mengerti bahwa KEBAHAGIAAN TIDAK BISA DIBELI, kebahagiaan itu TULUS, dan kebahagiaan itu DIBAGI.

Setelah barang beberapa menit, pengusaha ini berkata pada mereka. “Sayang…, maukan kalian tinggal bersama aku? Nanti kita ajak mama kalian juga ya?”. Sikakak tersenyum. “Tapi kami tidak punya uang untuk membayar tuan…”. Siadik juga mengangguk mengiyakan.

Pengusaha kaya ini tertawa kecil. “Tidak perlu yang namanya uang, malahan uang yang aku kumpulkan akan kubuat rumah-rumah untuk malaikat-malaikat kecil baik seperti kalian”, jawabnya.

“Benarkah tuan? Nanti buatkan taman kayak ini juga ya? Aku suka sekali dan sebagai balasannya nanti kami ajari tuan menari”, teriak kecil diadik kegirangan. “Iya…, iya…, janji ya tuan?”, tanya sikakak menyambung dengan mata berbinar-binar.

“Iya sayang, aku janji. Sekarang kita ketempat mama kalian ya…”, peluk pengusaha kaya ini penuh cinta.

Seringkali, kita secara tidak sadar menganggap dengan semakin berkelimpahan kita akan semakin bahagia. Apakah itu salah? Tentu saja tidak. Tetapi mau tidak mau kita harus akui, semakin kita beranggapan seperti itu, kita akan semakin tidak bahagia. Kita mendefinisikan kebahagiaan itu – tanpa kita sadari – ada syaratnya.

Kebahagiaan itu TULUS. Ia tidak bisa dibeli, tapi selalu berbagi.

Seringkali juga, kita seperti pengusaha yang kaya. Kita selalu bekerja dan mencari ARTI BAHAGIA, hingga suatu saat kita menyadari bahwa ada “anak-anak” diluar jendela yang sedang menari dan tertawa. Padahal mereka telah “menari” sekian lama, tetapi karena kesibukkan mencari kita, kita lupa bahwa “anak-anak” itulah sedang ingin memberitahu apa itu bahagia.

“Anak-anak” itu kita sebut sebagai HATI.

Ingatlah, kebahagiaan itu bukan berasal dari luar. Apakah itu berupa materi, status diri, raga yang sexy ataupun pasangan yang membuat iri. Kebahagiaan itu berasal dari HATI. Dan ketika hati itu telah dibutakan oleh hal-hal duniawi, maka bahagia itu juga akan pergi sampai kamu BERHENTI mencari dan memandangi sebentar jendela diluar diri.

:)